ARTIKEL TENTANG PUISI AMIR HAMZAH “ PADAMU JUA”



ARTIKEL TENTANG PUISI AMIR HAMZAH “ PADAMU JUA”
Panji Pradana
NIM. 092110144 / VI D

Hampir setiap pembahasan karya-karya Amir Hamzah tak dapat, dan siapa pun kiranya tak mungkin dapat melintasi satu masalah pokoknya yakni, keresahan penyair ini dalam hubungannya dengan Tuhan. Puisi-puisi tersebut terkumpul ke dalam Nyanyi Sunyi.

PADAMU JUA
Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu

Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia selalu

Satu kekasihku
 Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa

Di mana engkau
Rupatiada
Suara sayuo
Hanya kata merangkai hati
Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku ke dalam cakarmu
Bertukar tagkap dengan lepas

Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa dara di balik tirai

Kasihmu sunyi
Menunggu seorang diri
Lalu waktu-bukan giliranku
Mari hari-bukan kawanku
                                                (Amir Hamzah, 1959:5)

            Sajak tersebut merupakan monolog di aku lirik kepada kekasihnya sebagai berikut.
Segala cinta si aku kepada kekasihnya yang baru habis terkikis, tak tersisa, hilang terbang bagaikan burung yang dilepas. Maka, si aku lirik kembali kepada kekasihnya seperti yang dahulu (bait 1, baris 3). Kekasih itu kekasih lama.

Kekasih yang lama itu sesungguhnya sangat menarik bagaikan lentera yang terang gemerlap dapat menerangi si aku malam yang gelap lewat jendela. Juga sebagai tanda bahwa di rumah si aku lirik ada penerangan. Dengan kesabaran dan kesetiaan, kekasih itu memanggil si aku lirik. Si aku lirik pulang.

Si aku lirik menyatakan kepada kekasihnya bahwa si aku lirik hanyalah manusia biasa yang terdiri atas darah, daging, dan tulang belulang. Oleh karena itu, si aku lirik mempunyai kerinduan untuk meraba dan melihat kekasihnya (bait ke 3). Si aku lirik tetap mencari tempat kekasihnya karena kekasihnya tidak punya rupa dan suaranya hanya terdengar oleh si aku lirik sayup-sayup. Yang dapat ditangkap oleh si aku lirik hanyalah kata-kata yang merangkai hati itu ( kalau si kekasih/engkau merupakan perumpamaan wujud Tuhan) adalah Tuhan atau kata-kata dalam kitab suci sebagai firman Tuhan.

Si engkau itu selain berupa orang yang setia menunggu juga orang yang buas dan pencemburu. Si aku lirik dimarahi dengan jala dicengkeram dengan cakarnya dan dipermainkan oleh si engkau dengan berulang-ulang bergantian ditangkap dan dilepaskan (baris 5). Kemudian, si aku lirik menjadi nanar dan penasaran. Namun, si engkau juga mempunyai sifat sayang dan selalu menarik si aku lirik. Si engkau itu mempunyai daya pesona bagian seorang dara di balik tirai.

Cinta kasih kekasihnya itu sunyi; menunggu kedatangan si aku lirik seorang diri. Ini merupakan gambaran seorang gadi yang sanagat sabar menanti kekasihnya tanpa pamrih demi cintanya. Hal itulah yang menimbulkan kegairahan si aku lirik. Namun menskipun waktu berlalu, bukanlah giliran si aku lirik untuk menemuinya. Meskipun hari telah mati, bukanlah kawan si aku lirik tetap tak dapat bertemu dengan kekasihnya sebab keksihnya bukanlah kekasih dunia. Kekasihnya tak dapat ditemui dengan badan jasmaninya.

Secara semiotik, hubungan antara aku dengan engkau dalah sajak ini digambarkan sebagai hubungan antara sepasang kekasih pemuda dengan kekasihnya (gadisnya). Tanda-tanda hubungan percintaan itu berupa kata-kata mesra. Kata mesra tersebut adalah: aku, engkau, cintaku, engkau, padamu, kau, melambai, pulang, sabar, setia selalu, kasihmu, rindu rasa, rindu rupa, cemburu, kekasihmu seorang diri.

Berdasarkan sistem ketandanan, bait I puisi tersebut menandakan bahwa si aku lirik kembali kepada kekasih yang lama karena kekasihnya yang baru telah meninggalkan. Bait II menandakan kekasih itu orang yang sabar, setia dan penerang. Bait III menandakan si aku lirik tidak bisa berjumpa kekasihnya karena si aku lirk sebagai manusia wadag, sedangkan si engkau (kekasih) sebagai zat abstak. Bait IV menandakan si engkau (kekasih) marah karena si aku telah lama meninggalkannya, tetapi si aku lirik dapat bertemu sampai mati. Yang disebut dengan kekasih itu kiranya adalah Tuhan. Dengan begitu, kiranya menurut si aku lirik, orang yang hanya dapat bertemu dengan Tuhan secara langsung apabila sudah mati. Jadi, si aku lirik tetap tidak dapat bertemu dengan Tuhan karena masih hidup.

Secara kultural, puisi yang tergabung dalam buku Nyanyi Sunyi tersebut banyak pengaruh oleh Tagore. Akan tetapi, khusus dalam puisi “Padamu Jua” adalah nyanyian yang sunyi tersebut banyak terpengaruh oleh Tagore. Akan tetapi, khusus dalam puisi “Padamu Jua” adalah nyanyian yang sunyi, bersendiri dalam rindu dan bimbang, dalam penyerahan dan pemberontakan. Karya-karya sastra Hindu juga diterjemahkan oleh Amir Hamzah seperti Bhagawan Gita (kitab suci weda yang ke 5). Metaforanya tentang Tuhan pada puisi “Padamu Jua” tidak menunjukan ciri islam yang lazim :
            Engkau cemburu
            Engkau ganbas
            Mangsa aku dalam cakarmu
            Bertukar tangkap dengan lepas
Dalam mengahdapi pertikaian berbagai pengaruh ajaran agama islam, Kristen dan Hindu itu membuat goncangan pada jiwa Amir Hamzah. Di saat seperti itu, Amir Hamzah juga menapat ajaran dari Martin Buber, Marcel, dan filsafat mutakhir Muhammad Iqbal. Melalui Iqbal itulah Amir Hamzah mengenal sastra sufi selain dari Ar-Raniri, Al Hallaj dan para ahli filsafat lain yang berhubungan dengan Wijdatul Wujud. Maka, tidaklah mengherankan bila pandangan Amir Hamzah terhadap Tuhan adalah pandangan horizontal, bukan vertikal. Pandangan si aku dengan si engkau.

Berdasarkan hal tersebut, kita dapat mengintrepretasikan bahwa puisi tersebut bermakna tentang kerinduan seorang kepada Tuhannya yang disebabkan oleh kekecewaan duniawi. Dalam puncak kerinduannya seorang ingin bertatap muka dengan Tuhan, tetapi orang tersebut tidak akan berhasil bertatap muka sampai mati.


Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pieka - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger