BIDANG ILMU SOSIOLOGI KAITANNYA DALAM NOVEL AYAH, MENGAPA AKU BERBEDA? KARYA AGNES DAVONAR



BIDANG ILMU SOSIOLOGI KAITANNYA DALAM
NOVEL AYAH, MENGAPA AKU BERBEDA?
KARYA AGNES DAVONAR
Oleh: Taufik (092110154)

Abstrak

Dalam suatu kehidupan di masyarakat kita akan selalu menemui atau terlibat dalam suatu kegiatan bahkan keadaan yang kaitannya dengan aspek sosial. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Kita sebagai manusia pasti membutuhkan orang lain untuk hidup di dalam masyarakat. Hal-hal yang bersifat sosial itu dapat terlihat dalam berbagai hal seperti berkomunikasi, status sosial, konflik, dan masih banyak lagi yang bersifat sosial. Nilai sosial tidak hanya ada dalam kehidupan nyata di masyarakat tetapi, terdapat pula dalam suatu karya sastra yang nilai sosialnya dapat dibandingkan ataupun dihubungkan dengan kehidupan nyata dalam masyarakat sosial. Oleh karena itu maka hubungan ilmu sosial dengan karya sastra dapat dikaji melalui metode penelitian berspektif interdisipliner.


I.            BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah terlepas dari kehidupan sosial, sebuah kehidupan sosial akan membentuk suatu perkumpulan yang disebut masyarakat. Dalam kehidupan sosial ada yang bersifat vertikal dan ada yang bersifat horizontal, di antara sifat vertikal itu ialah antara pemimpin dan rakyat, antara Tuhan dengan hambanya, dan yang bersifat horizontal yaitu antara istri dan suami, antara individu dan kelompok. Oleh sebab itu novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? hadir sebagai sebuah contoh kehidupan sosial yang terjadi dalam kehidupan nyata di masyarakat.
Adapun kesengajaan saya menganalisis novel ini berdasarkan nilai sosial yang terkandung di dalamnya adalah untuk membantu menerjemahkan nilai-nilai sosial yang sangat penting untuk kita ketahaui, karena secara tidak sadar kita sudah disinggung besar-besaran oleh novel tersebut. Misalkan saja seorang tunarungu ataupun orang yang cacat susah sekali untuk dapat diterima dalam kehidupan bermasyarakat, karena orang cacat hanya dianggap sebagai suatu hal yang aneh karena dia ada dalam mayoritas orang-orang yang normal apalagi dalam novel ini seorang tunarungu ikut bersekolah bersama dengan anak-anak yang normal tidak cacat dalam sekolah bagi orang-orang yang normal saja. Pastinya orang cacat disini susah untuk diterima keberadaannya oleh oran-orang normal.
Pada novel yang dikarang oleh Agnes Davonar ini menceritakan sebuah kisah perjuangan hidup Angel, gadis cilik tunarungu yang cacat sejak dilahirkan. Ibunya meninggal ketika ia dilahirkan dan ayahnya kemudian menjadi orang tua tunggal yang merawatnya dengan tulus. Walau Angel tidak bisa mendengar apapun di dunia ini? Ayahnya berusaha membuatnya mandiri dan hidup dalam keadaan seperti anak-anak normal lainnya.
   Angel yang dianggap cacat harus berjuang keras untuk dapat diterima dalam sekolah umum. Selain itu, ia harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua orang mau menerima kehadirannya. Sekali pun harus menderita untuk mengejar pendidikan oleh hinaan dan caci maki sekitarnya, Angel tidak menyerah. Di saat bersedih, ia menemukan sesuatu dalam hidupnya. Angel memiliki bakat main piano walau mustahil baginya untuk mendengar apa yang ia mainkan sendiri.
            Kini Angel percaya, bahwa Tuhan menciptakannya ke dunia ini dengan suatu tujuan. Tujuan yang harus ia perjuangkan dengan keterbatasan fisiknya. Maka dari itu Angel ingin membuktikan kepada dunia tentang perjuangan hidupnya.

II.                BAB II
LANDASAN TEORI

1.      Pengertian Sastra Perbandingan
a)         Menurut Benedecto Crose (Giffod, 1995:1) berpendapat bahwa studi sastra bandingan adalah kajian yang berupa eksplorasi perubahan (vicissitude), penggantian (alternation), pengembangan (development), dan perbedaan timbal balik antara dua karya sastra atau lebih.
b)        Sastra perbandingan adalah wilayah keilmuwan sastra yang mempelajari keterkaitan antar sastra dan perbandingan sastra dengan bidang yang lain.
c)         Penelitian sastra perbandingan berperspektif interdisipliner : tidak menelaah karya-karya sastra semata, melainkan juga hubungan isi karya sastra dengan bidang ilmu yang lain.

2.      Pengertian Sosiologi
Secara etimologis sosiologi berasal dari kata socious dan logos. Socious dari bahasa Latin yang artinya teman, sedangkan logos dari bahasa Yunani yang artinya kata, perkataan, atau pembicaraan. Arti harfiah sosiologi adalah membicarakan teman pergaulan. Pengertian tersebut diperluas menjadi ilmu pengetahuan tentang pergaulan hidup manusia atau masyarakat.
Sosiologi adalah ilmu objektf kategoris, membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini (das sain) bukan apa yang seharusnya terjadi (das solen). Sebaliknya karya sastra bersifat evaluatif, subjektif, dan imajinatif. sosiologi sastra tidak terlepas dari manusia dan masyarakat yang bertumpu pada karya sastra sebagai objek yang dibicarakan.

III.             Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan cara mencapai tujuan yakni untuk mencapai pokok permasalahan. Demikian halnya dengan penelitian terhadap karya sastra harus melalui metode yang tepat. Dalam penelitian ini saya menggunakan pendekatan struktural yaitu mendekati struktur pembangun karya sastra itu sendiri atau dengan metodologi penelitian berperspektif interdisipliner : tidak menelaah karya-karya sastra semata, melainkan juga hubungan isi karya sastra dengan bidang ilmu yang lain. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan yaitu data-data yang ada hubungannya dengan permasalahan sosial, kemudian dianalisis menggunakan bidang atau aspek-aspek teori sosiologi.
A. Objek Penelitian
Objek penelitian adalah bahan penelitian yang menjadi fokus sastra bandingan ( berkaitan dengan muatan apa yang terdapat dalam sastra, dominan dan layak dibandingkan). Objek penelitian ini adalah aspek sosial dalam novel  Ayah, Mengapa Aku Berbeda? dengan tinjauan ilmu sosiologi.

B. Data dan Sumber Data
Data adalah sumber semua informasi atau bahan mentah yang disediakan oleh alam yang harus dicari. Adapun data penelitian ini berupa data lunak (soft data) yang berwujud kata, kalimat ungkapan yang terdapat dalam novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda?. Pengumpulan Data adalah semua informasi atau bahan yang disediakan oleh alam (dalam arti luas) yang harus dicari atau dikumpulkan dan dipilih penulis.  Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa teknik pustaka, simak dan catat.


IV.             BAB III
PEMBAHASAN

Sebagai sebuah novel yang kental dengan nilai sosial, novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda sangat cocok didekati dengan pendekatan ilmu sosiologi.
Tuntutan terbesar dalam analisis sosilologi adalah pendekatan terhadap pengarang, namun karena pengarang berada di tempat yang jauh maka saya cukup mendekati novel ini dengan karya sastra itu sendiri dan kehidupan di masyarakat saja. Hal yang saya lakukan bukanlah hal yang salah karena saya berlandaskan kepada beberapa pendapat para tokoh lainnya termasuk dalam hal ini yaitu Endraswara (2003: 79) dalam bukunya Metodologi Pengajaran Sastra, memberi pengertian bahwa sosiologi sastra adalah penelitian yang terfokus pada masalah manusia karena sastra sering mengungkapkan perjuangan umat manusia dalam menentukan masa depannya, berdasarkan imajinasi, perasaan, dan intuisi.
Menurut struktur pembangun karya sastra itu sendiri, saya akan menjelaskan masalah-masalah sosial yang tampak pada novel itu. Dalam novel tersebut tampak jelas permasalahan-permasalahan yang ada dalam kehidupan sosial yaitu masalah status sosial, masalah konflik, masalah komunikasi, dan masalah penyeleseian konflik. Masalah tersebut adalah hal pokok dalam kehidupan sosial, berikut penjelasannya.

1.             Permasalahan tentang status sosial yang kaitanya dengan orang kalangan atas atau orang kaya berhubungan dengan orang sederhana. Berarti terdapat status sosial yang bersifat vertikal atau bisa dikatakan stratifikasi sosial. Stratifikasi sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat. Dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda terdapat hal yang sama yang digambarkan oleh Agnes sebagai orang kaya yang berkuasa sehingga suka mengancam.
 “Terimalah, aku tidak biasa bila orang lain menolak pemberianku”. Paksa Agnes (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 82)
Diam kau gendhut ! Atau mau aku hajar ?” ancam Agnes”. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 83)
Masalah status sosial juga terlihat pada percintaan yang tidak direstui orangtua karena anaknya yang seorang anak pengusaha berpacaran dengan karyawan rendahan.
“Sayang seribu sayang kisah cinta mereka akhirnya sampai ke telinga kakek. la marah karena tidak sudi melihat ibu berpacaran dengan karyawan rendahan. Ia mulai dan sangsi dengan hubungan tersebut. Tanpa sebab yang jelas, kakek memecat ayah hingga membuat ibu sangat marah. Ibu pun menyadari bahwa hubungannya telah diketahui ayahnya. Dia protes padanya. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 :29)
Dalam novel ini juga digambarkan tentang status bawaan sejak lahir sekaligus perannya dalam masyarakat. Yaitu tentang Angel sebagai anak yang cacat sejak dilahirkan dan ini membedakan status antar orang normal dengan orang cacat yang diceritakan dengan Angel yang ingin memasuki sekolah bagi anak normal.
“ Dengan sangat menyesal, saya harus mengatakan kalau anak Bapak adalah seorang tunarugu…” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011;17)
“Mohon maaf, Pak, Bukan maksuk kami tidak ingin menerima  anak Bapak, tapi rasanya akan sangat sulit bagi anak Bapak untuk berkomunikasi dengan guru-guru pembimbing. Ini akan menjadi pembicaraan sepihak. Mungkin bapak bisa mencoba di sekolah lain,” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:64)
                        Adapun status-status sosial dan peran sosial lainya sebagai berikut:
a)      Seorang Putri yang Kaya
“Ia adalah seorang putri dari orang tua yang sukses dan kaya.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 20-21)
b)      Seorang Anak Pembuat Kue
“Ayahku hanya seorang anak yang terlahir dari ibu tunggal yang bekerja sebagai pembuat kue.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 21)
c)      Seorang Karyawan
“Ayah telah menjadi seorang pemuda tampan berusia 20 tahun. Ia baru saja lulus kuliah dan bekerja pada perusahaan dimana ayahnya ibu adalah pemiliknya.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 28)
d)     Seorang anak dari keluarga kurang mampu
“Astaga? Mana mungkin Ayah punya uang sebanyak itu? Aku menabung sampai tuapun, tidak akan sanggup untuk membelinya.” Kataku kecewa.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 103)
2.             Permasalahan tentang konflik yang terjadi dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda. Konflik atau kontrafensi dalam bahasa sosiologinya adalah bentuk proses sosial yag berada di antara persaingan dan pertentangan. Wujud kontrafensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang-terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok tertentu. Dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda terdapat berbagai macam-macam kontrafensi seperti di bawah ini:

a)      Proses yang umum dari kontrafensi seperti penolakan, keengganan, terhadap pihak lain, pengacauan pihak lain, dan perbuatan kekerasan.
1)      “Mohon maaf, Pak, Bukan maksuk kami tidak ingin menerima  anak Bapak, tapi rasanya akan sangat sulit bagi anak Bapak untuk berkomunikasi dengan guru-guru pembimbing. Ini akan menjadi pembicaraan sepihak. Mungkin bapak bisa mencoba di sekolah lain,” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:64)
2)      “Saat separuh tumbuhku sudah di luar ruangan, tanganku masih1 memegang pintu, Aku tetap bertahan sampai akhirnya Agnes datang dan langsung mendorong pintu hingga tanganku terjepit Aku  berteriak histeris karena rasa sakit itu”. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:95)
3)      “Ketika mereka membacanya, mereka langsung menyiksaku, mereka menjambakku, dan membuat sekujur tubuhku penuh dengan bekas kaki kotor mereka. Mulutnya berdarah, tapi aku puas telah membuat mereka akhirnya tahu aku juga bisa melawan walau hanya dengan mengatakan mereka monster.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 180)
4)      “Tidak ada lagi gadis cacat dalam kelompok ini, sekarang kamu keluar !! “teriak agnes padaku. Aku tidak beranjak sedikitpun dari kursiku selain hanya menunduk.
“Keluar budek” teriak agnes sambil menarik rahang wajahku ke mukanya. Aku tidak merespon, Ia mendorong wajahku dengan keras hingga aku terjatuh dari kursi. “ Kalian usir dia dengan cara apapun !!” perintah agnes pada kedua kawannya itu. (Ayah Mengapa Aku Berbeda; 194-195)”
5)      “ Loh, kalian pikir aku mau apa satu panggung sama gadis tuli dan kampungan seperti itu? Bisa – bisa harga diri aku jatuh deh . . .  mendingan aku tampil sendiri aja daripada sama orang budek itu!”
“ Tapi gimana caranya? Ibu Katrina kan sudah bikin kita sekelompok, “ujar Fifi,
“ Sini aku bisikin?”
Agnes membisikan rencana yang ia rancang dengan baik, kedua sahabatnya tampak mendengarkan dengan dengan sedikit tertawa, “ Apa kamu yakin rencana kita akan berhasil?” Tanya Maria, “tentu saja. Tapi pastinya aku membutuhkan kalian, yang terpenting sekarang, kita hanya bisa tampil bertiga atau tidak sama sekali. Termasuk si gendut bermuka babi itu. Keduanya harusnya tidak pernah ada dalam kelompok kita? “ ( Ayah, Mengapa Aku Berbeda : 141 – 142 )
6)      “ Aku menangis, mereka dengan kejamnya menghias wajahku seperti badut. Gincu merah itu ia oleskan kedua pipi, mulut dan hidungku sehingga terlihat seperti badut. Agnes menarik badanku dan menunjukan wajahku didepan cermin toilet.
“ Perhatikan wajahmu, apakah kamu masih ingin tampil dengan seperti ini? Atau ingin mundur? “ Tanya Agnes padaku. ( Ayah Mengapa Aku Berbeda : 217 )”
b)        Kontrafensi sederhana seperti memaki, menyangkal pihak lain, mencerca, memfitnah, dan menyebarkan surat selebaran.
1.)    “Aku terdiam. Tidak mungkin mereka mengenal Agnes, Fisi, dan Mana Akhirnya, aku paham, Mereka menjebakku, menjebakku mencuri Aku sedih dan menangis, Anggapanku kalau mereka menerimaku sebagai sahabat ternyata salah. Semua hanya tipuan.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda 2011: 171)
2.)    “Untuk apa malu ? Anak bodoh itu (Agnes), dia hanya pandai bicara saja, tapi disuruh maju seperti keledai saja” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 82)
3.)    “Diam kau gendut! Atau mau aku hajar?” ancam Agnes (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 83)
4.)    “Tolol ya, beli di pasar ! Jangan bikin aku marah deh” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 116)
5.)    “Sombong sekali dia, dia pikir dia itu siapa? Memangnya kita ini bodoh apa ?” keluh hendra (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 139)

c)      Kontravensi yang intensif seperti pengahasutan, desas-desus, dan mengecewakan pihak lain.
1)      “Ayah melamar ibu di depan keluarganya dan langsung mendapatkan hujatan, melihat tindakan nekat itu, kedua orang tua ibu memutuskan untuk membawanya ke Amerika dan membuat cinta mereka terpisah: (Ayah Mengapa Aku Berbeda, 2011;30)
2)      “Aku terdiam. Tidak mungkin mereka mengenal Agnes, Fisi, dan Mana Akhirnya, aku paham, Mereka menjebakku, menjebakku mencuri Aku sedih dan menangis, Anggapanku kalau mereka menerimaku sebagai sahabat ternyata salah. Semua hanya tipuan.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda 2011: 171)
3)      “ Aku menangis, mereka dengan kejamnya menghias wajahku seperti badut. Gincu merah itu ia oleskan kedua pipi, mulut dan hidungku sehingga terlihat seperti badut. Agnes menarik badanku dan menunjukan wajahku didepan cermin toilet.
“ Perhatikan wajahmu, apakah kamu masih ingin tampil dengan seperti ini? Atau ingin mundur? “ Tanya Agnes padaku. ( Ayah Mengapa Aku Berbeda : 217 )”

3.             Permasalahan tentang komunikasi atau kontak sosial yang ada pada novel Ayah Mengapa Aku Berbeda. Dalam novel ini terdapat Angel yang sebagai anak tunarungu yang melakukan komunikasi kepada orang normal. Angel berkomunikasi dengan menggunakan simbol atau gerakan tangan untuk menyatakan maksutnya, selain itu ia juga menggunakan tulisan untuk berkomunikasi.
Kontak sosial adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lainnya yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial atau komunikasi. Seperti adanya komunikasi sosial yang jelas di antara para pelaku dengan mempergunakan simbol-simbol yang jelas, seperti isyarat, roman muka, tindakan, dan percakapan.
a)   “Ayah hanya mendengar dan sekali menolehkan wajahnya padaku dengan kecewa. Aku hanya terdiam. Aku bisa merasa Ayah marah padaku. Karena Aku dianggap mencuri, ayah harus membayar beberapa kali lipat dari harga ;parfum dan menandatangani sebuah surat perjanjian kelakuan baik untukku” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 171)
b)   “Ayah tidak pecaya padaku…..”kataku sambil menangis. Aku berlari menujukamrku.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 172)
c)   ayah akan belajar bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengan angel.
d)   ayah mengajarkan Angel bahasa isyarat dengan tangan agar bisa berkomunikasi.
e)   “Mohon maaf, Pak, Bukan maksuk kami tidak ingin menerima  anak Bapak, tapi rasanya akan sangat sulit bagi anak Bapak untuk berkomunikasi dengan guru-guru pembimbing. Ini akan menjadi pembicaraan sepihak. Mungkin bapak bisa mencoba di sekolah lain,” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:64)

4.             Penyeleseian masalah atau akomodasi dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda yaitu terdapat pada saat seleseinya acara musik di sekolahan antara Angel dengan Agnes, Maria, dan Fifi. Pada saat itu mereka bertiga meminta maaf kepada Angel karena telah berbuat kasar kepadanya, serta melupakan semua masalah yang pernah terjadi pada waktu yang lalu. Akomodasi ini juga terdapat pada penyeleseian masalah antara Ayah dengan Ibu yang menikah secara diam-diam tanpa diketahui orangtuanya. Orangtua Ibu sudah tidak memperdulikan lagi masalah percintaan mereka. Jadi dapet dijelaskan bahwa akomodasi adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan. Aspek pengertian akomodasi ada dua yaitu upaya untuk mencapai penyeleseian dari suatu konflik atau pertikaian. Jadi mengarah pada prosesnya dan keadaan atau kondisi seleseinya suatu konflik atau pertikaian tersebut yang mengarah pada suatu kondisi berakhirnya pertikaian.
Akomodasi didahului oleh adanya dua kelompok atau lebih yang saling bertikai. Masing-masing kelompok dengan kemauanya sendiri berusaha untuk berakomodasi menghilangkan gap atau barier yang menjadi pangkal pertentangan, sehingga konfliknya mereda. Sebagai hasil akhir dari kondisi akomodasi ini, idealnya akan terjadi asimilasi di antara kelompok-kelompok yang bertikai tadi.
a)      “`Aku menangis, rasanya Ayah memaksa aku untuk mempercayainya, Tidak mungkin sekolah yang begitu besar ini tidak dapat menerimaku yang hanya seorang diri. Ayah terus menarik paksa tanganku meski aku tetap bertahan sambil memegang pintu gerbang sekolah, dan kebetulan, Ibu Kepala Sekolah ingin pergi dari sekolah ini. Kemudian dia berjalan perlahan dan mendengar Ayah terus memaksaku untuk pulang, hatinya tertegun melihat keinginanku untuk bersekolah di sini, dia pun sepertinya luluh dan mendekati kami,” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 65-66)
b)      “Awalnya semua berjalan baik, tapi di saat-saat terakhir sebelum keberangkatannya, Ibu berhasil melarikan diri. Ia kabur ke rumah ayah dibawah hujan yang deras”. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 90)
c)      Pada tahap ini menceritakan tentang angel yang memulai kehidupan barunya di Jakarta dengan melanjutkan atau masuk sekolah di sekolah untuk anak – anak normal.
“ Besok bapak bisa membawa anak bapak kembali ke sekolah sini dan menyelesaikan beberapa biaya administrasi.”
“ Maksud Ibu? “ Ayah tampak terkejut. Ibu kepala sekolahku itu lalu membelai kepalaku sambil berkata dengan wajah tersenyum.
“ Saya rasa larangan sekolah ini menolak anak cacat akan saya hapuskan setelah melihat begitu kuatnya niat angel untuk sekolah disini.”(Ayah, Mengapa Aku Berbeda : 66 )
d)     “Sebelum kepindahan itu, Fifi dan Maria sempat meminta maaf kepada Angel yang akhirnya membuat semua rasa permusuhan di antara mereka berakhir.”(Ayah, Mengapa Aku Berbeda : 228 )
e)      “Setelah konser itu, Agnes dan kawan-kawannya, akhirnya memutuskan untuk pindah sekolah setelah terungkapnya beberapa kasus penyiksaan yang mereka lakukan.”(Ayah, Mengapa Aku Berbeda : 228 )


V.      Kesimpulan
Dalam suatu kehidupan di masyarakat kita akan selalu menemui atau terlibat dalam suatu kegiatan bahkan keadaan yang kaitannya dengan aspek sosial. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Kita sebagai manusia pasti membutuhkan orang lain untuk hidup di dalam masyarakat. Hal-hal yang bersifat sosial itu dapat terlihat dalam berbagai hal seperti berkomunikasi, status sosial, konflik, dan masih banyak lagi yang bersifat sosial. Nilai sosial tidak hanya ada dalam kehidupan nyata di masyarakat tetapi, terdapat pula dalam suatu karya sastra yang nilai sosialnya dapat dibandingkan ataupun dihubungkan dengan kehidupan nyata dalam masyarakat sosial.
Kehidupan nyata maupun kehidupan yang fiktif seperti yang terdapat pada sebuah karya sastra,khususnya novel pasti terdapat suatu aspek sosial yang di dalamnya terdapat status dan peran sosial, komunikasi sosial, konflik hingga penyeleseiannya atau akomodasi. Semua itu menjadi bagian yang penting. Seperti halnya pada novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? terdapat aspek ilmu sosiologi yang sangat berhubungan erat sekali pada isi novelnya. Pengarang yakni Agnes Davonar terlihat jelas sekali bahwa dia menceritakan novel ini sesuai dengan keadaan sosial di masyarakat sekarang ini. Pengarang juga tidak hanya menceritakan kehidupan sosial yang nyata di dalam novel ini, tetapi ia juga memberikan suatu motifasi yang berguna untuk selalu berjuang pantang menyerah melewati segala halangan yang ada jangan pernah putus asa.
Jadi novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? ini sangat kuat sekali hubungannya dengan kenyataan kehidupan sosial di masyarakat.


VI.             DAFTAR PUSTAKA

Davonar, Agnes. 2011. Ayah, Mengapa Aku Berbeda?. Jakarta: Intibook Publishing.
Tim Sosiologi. 2005. Sosiologi Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat Untuk Kelas I SMA. Jakarta: Yudhistira




BIDANG ILMU SOSIOLOGI KAITANNYA DALAM
NOVEL AYAH, MENGAPA AKU BERBEDA?
KARYA AGNES DAVONAR
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sastra Perbandingan
Dosen pengampu : Anjar Setianingsih, M.Pd


a ump


                        Disusun oleh :
Nama                        : Taufik
Nim                           : 092110154
Kelas/ Semester        : VII/D

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
2012
Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pieka - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger