CONTOH PROPOSAL PPL (SMK MUH. SAMPANG, CILACAP)



BAB I
GAMBARAN UMUM SEKOLAH LATIHAN

A.      Sejarah Singkat Perkembangan Sekolah
a.         Latar Belakang Pendirian SMK Menurut Para Tokoh Muhammadiyah.
Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi para tokoh-tokoh Muhammadiyah di Kabupaten Cilacap pada saat akan mendirikan SMK Muhammadiyah Sampang, diantaranya adalah :
·         Adanya keinginan dari para sesepuh Muhammadiyah saat itu yang mengharapkan adanya syiar dakwah Islam secara Kaffah yang melalui jalur pendidikan formal. Sehingga para generasi muda dapat melaksanakan atau mengamalkan ayat – ayat Kauliyah dan ayat – ayat Kauniyah secara seimbang dalam kehidupan bermasyarakat.
·         Adanya keinginan yang kuat dari para sesepuh Muhammadiyah saat itu yang mengehendaki adanya persaingan yang sehat (Fastabiqulqoirot) diantara sekolah – sekolah swasta yang sudah berdiri.
·         Sudah adanya SMP Muhammadiyah Sampang saat itu yang merupakan salah satu aset dalam mengkader calon - calon pemimpin Muhammadiyah di masa mendatang. Diharapkan lulusan dari SMP ini agar dapat melanjutkan sekolah di lingkungan Muhammadiyah.
Untuk menindak lanjuti keinginan para sesepuh Muhammadiyah, kemudian diadakan pembicaraan baik yang formal maupun yang tidak formal antara sesepuh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sampang dengan pimpinan Majlis Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap. Hasil akhir dari beberapa kali pembicaraan dan musyawarh tersebut, kemudian oleh Majlis Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Kab. Cilacap dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor : E-1/97/1979 tertanggal 15 Desember 1979 tentang “Pendirian SMK Muhammadiyah  Sampang“. Surat Keputusan tersebut mengacu pada SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 23628/MPK/1974 tertanggal 24 Juli 1974, tentang “Pernyataan Muhammadiyah sebagai Badan Hukum yang Bergerak dalam bidang Pendidikan & Pengajaran“

1.        Tokoh – tokoh Muhammadiyah yang terlibat dalam pendirian SMK
Karena kurangnya bukti secara tertulis, sehingga tokoh-tokoh yang terlibat pada saat pendirian SMK hanyalah berdasarkan penuturan secara lisan. Adapun tokoh-tokoh tersebut, diantaranya :
a.         Bapak Hj. Saebani;
b.        Bapak Hj. Sarbini;
c.         Bapak Muslih Sahlan;
d.        Drs. Basiran;
e.         Drs. Sawud Ariffianto,MM;
f.         Bapak Riswan, dll.
2.        Latar belakang Pendirian SMK Berdasarkan Data Statistik Dari Dinas P dan K Kabupaten Cilacap.
Berdasarkan hasil pengamatan, saran, dan masukan-masukan dari tokoh-tokoh Muhammadiyah saat itu, serta atas dasar data statistik yang diperoleh dari Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap pada tahun ajaran 1979/1980, ternyata :
·           Jumlah SMP yang ada di Kabupaten Cilacap ada sebanyak 23 sekolah, terdiri dari 9 buah merupakan SMP Negeri dan 14 buah berupa SMP Swasta.
·           Jumlah murid SMP kelas III saat itu ada sejumlah 1589 anak, terdiri dari 864 anak ada di SMP Negeri, dan 725 anak ada di SMP Swasta.
·           Jumlah SMK yang ada di Kabupaten Cilacap saat itu baru ada 7 sekolahan, yaitu 4 buah merupakan SLTA Negeri dan 3 buah SLTA swasta.
·           Jumlah murid SMP saat itu yang tertampung menjadi siswa SMK di Kabupaten Cilacap baru sebanyak 697 anak dari 1589 anak lulusan SMP. Dari jumlah anak yang tertampung di SMK saat itu ternyata 508 anak diterima di SMK Negeri dan 189 anak diterima di SMK Swasta.
·           Jumlah ruang kelas untuk SMK yang tersedia baru sebanyak 18 buah, terdiri dari 13 ruang kelas ada di SMK Negeri dan 5 ruang kelas ada di SMK Swasta.

Atas dasar informasi di atas, kemudian untuk tahun ajaran 1980/1981 para sesepuh Muhammadiyah Kabupaten Cilacap memperkirakan bahwa seandainya 80 % dari 1589 siswa kelas III SMP yang akan lulus, maka akan diperoleh jumlah calon siswa yang akan mendaftar di SMK ada sebanyak 1271 anak. Dari jumlah tersebut, yang dapat ditampung oleh SMK yang sudah ada hanya sebanyak 630 dengan rincian 18 ruang kelas x @ 35 anak = 630 anak. Sehingga masih ada anak lulusan SMP sebanyak 1271 – 630 = 641 orang yang belum dapat tertampung di SMK. Padahal sekolah negeri maupun sekolah swasta yang sudah ada pada tahun pelajaran 1979 / 1980 kelihatannya belum bisa menambah lokal / kelas baru.

Berdasarkan kenyataan diatas, akhirnya oleh Pimpinan Majlis Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Cilacap dipakai dasar untuk menerbitkan SK Nomor : E-1/97/1979 tertanggal 15 Desember 1979 tentang “Pendirian SMK Muhammadiyah Sampang “. Surat Keputusan inilah yang dipakai sebagai awal mula untuk pengajuan pendirian SMK Muhammadiyah Sampang ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap.
3.        Pengakuan dan Persetujuan dari Instansi sehubungan dengan Pendirian SMK Muhammadiyah Sampang.
Secara kronologis pengakuan - pengakuan dan persetujuan yang telah diberikan oleh beberapa instansi yang terkait sehubungan dengan pendirian SMK Muhammadiyah Sampang, antara lain berasal dari :
·           Kepala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap dengan nomor suratnya : 1612/I.03.07/I/80, tertanggal 24 April 1980, perihal Rekomendasi Pendirian SMK Muhammmadiyah Sampang.
·           Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Cilacap, dengan nomor suratnya 421.3/Kesra/80, tertanggal 30 April 1980, perihal Rekomendasi Pendirian SMK Muhammadiyah Sampang.
·           Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah, Majlis Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Jawa Tengah dengan suratnya nomor : E-2/C.222/V/80 tertanggal 21 Mei 1980, yang isinya tentang Rekomendasi Pendirian SMK Muhammadiyah Sampang.
·           Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Tengah dengan suratnya nomor : 2177.A/I.03-4/M/80 tertanggal 1 Oktober 1980 yang isinya tentang “Ijin Pendirian SMK Muhammadiyah Sampang“.
·           Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah dengan suratnya nomor : 1282/I.03/D/80 tertanggal 4 Oktober 1980, yang isinya tentang “ Persetujuan Pendirian SMK Muhammadiyah Sampang.
·           Kepala Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Jawa Tengah dengan suratnya nomor : 128/I.03/H/801 tertanggal 29 Desember 1981, yang isinya tentang “ Surat Keputusan Pendirian SMK Muhammadiyah Sampang“.
·           Kepala Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Jawa Tengah dengan suratnya nomor : 2600/I.03/I/81 tertanggal 29 Desember 1981, yang isinya tentang “ Piagam Pengakuan SMK Muhammadiyah Sampang Sebagai Sekolah Swasta yang Sah“.
b.      Kelembagaan Sekolah
SMK Muhammadiyah Sampang berada dalam naungan Yayasan Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap. Badan Hukum yang menjadi landasan Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Cilacap dalam penyelenggaraan sekolah Muhammadiyah adalah SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 23628/MPK/1974 tertanggal 24 Juli 1974, tentang “Pernyataan Muhammadiyah sebagai Badan Hukum yang Bergerak dalam bidang Pendidikan & Pengajaran“
Adapaun susunan Kepengurusan Yayasan Majlis Dikdasmen Muhammadiyah Cilacap dari periode ke periode sebagai berikut :
1.        Periode kepengurusan 1994 – 1998
Ketua Umum            :           Dr. Riswan
Wakil Ketua  :           Drs. Sawud Ariffianto, MM
2.        Periode kepengurusan 1998-1999               
Ketua Umum            :           Ir.Muhammad Sutrisno
Wakil Ketua  :           Drs. Sawud Ariffianto, MM
3.        Periode kepengurusan 1999-2003    
Ketua Umum            :           Chamada Brajanegara Bsc
Wakil Ketua  :           Budi Rahwanto, S.Pd
4.        Periode kepengurusan 2003-2007
Ketua Umum            :           Drs. Sawud Ariffianto, MM
Wakil Ketua  :           Aprianto Nugroho, S.Pd
5.        Periode kepengurusan 2007-2012
Ketua Umum            :           Drs. Sawud Ariffianto, MM
Wakil Ketua  :           Ombang Widodo, S.Pd
6.        Periode kepengurusan 2012-2016
Ketua Umum            :           Drs.H.Mhammad Hanna
Wakil Ketua :           Ombang Widodo, S.Pd
Nomor Data Sekolah       (NDS)                          : C- 21014001
Nomor Statistik Sekolah (NSS)                           : 30 4 03 07 09 004
Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)            : 20331953
Perkembangan Status Sekolah    :
·         Status TERDAFTAR, dengan SK Kepala Kantor Wilayah Departemen P dan K Propinsi Jawa Tengah Nomor: 2600/I03/I.81 tertanggal 29 Desember 1981
·         Status DIAKUI, dengan SK Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 665/C7/Kep/I.83 tertanggal 30 Desember 1983.
·         Status DISAMAKAN, dengan SK Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 011/C/Kep/I/1989 tertanggal 01 Pebruari 1989.
·         Status DISAMAKAN ( Nilai 89 ), dengan SK Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 525/C/Kep/I/1993 tertanggal 22 Desember 1993.
·         Status DISAMAKAN ( Nilai 97 ), dengan SK Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 273/C.C7/Kep/MN/1999 tertanggal 17 September 1999.
·         Status TERAKREDITASI ( A = Amat Baik, Nilai 97,35 ), dengan SK Badan Akreditasi Sekolah Propinsi Jawa Tengah Nomor : 032/BASPROP/TU/III/2005 tertanggal 31 Maret 2005.
·         Status TERAKREDITASI ( A = Amat Baik, Nilai 95 ), dengan SK Badan Akreditasi Sekolah Propinsi Jawa Tengah Nomor : 003453 tertanggal 11 Nopember 2009.
c.       Visi dan Misi
Visi
Terwujudnya sumber daya manusia yang menguasai IPTEKS dan berakhlak mulia.
Misi :
1.    Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik,
2.    Menjadikan generasi muda yang sesuai terampil, dan siap bekerja sesuai dengan bidangnya,
3.    Meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu dan bernbasis kompetensi
4.    Mengikutsertakan peran masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
Untuk Memberi Pelayanan Yang Bermutu SMK Muhammadiyah Sampang Membudayakan sikap “UP TO DATE” yang berarti;
Usaha                   : Usaha dan kerja sama sungguh-sungguh kemudian tawakal
Percaya Diri         : Mengawali lebih baik daripada banyak berfikir dan berbicara
Taqwa                  : Keyakinan kepada Allah SWT akan melahirkan kekuatan,  kekuatan akan melahirkan kenyataan
Optimis                : Semangat dan tidak putus asa adalah modal bukan
   uang yang sangat berharga
Disiplin                 : disiplin adalah kunci keberhasilan yang dilandasi
   dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas
Amanah                : orang yang dapat dipercaya harus dilandasi jujur dan
   benar
Tertib                    : kondisi tertib tidak datang sendiri tetapi diciptakan
   bersama-sama
Efektif dan Efisien : Tepat sasaran dengan perhitungan biaya waktu dan
   manfaat
d.      Tujuan :
·         Mempersiapkan peserta didik yang bertaqwa kepada Allah SWT. dan berakhlak mulia.
·         Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia yang berkepribadian, cerdas, berkualitas dan berprestasi dalam bidang olahraga dan seni.
·         Membekali peserta didik agar memiliki keterampilan teknologi informasi dan komunikasi serta mampu mengembangkan diri secara mandiri.
·         Menanamkan peserta didik sikap ulet dan gigih dalam berkompetisi, beradaptasi dengan lingkungan dan mengembangkan sikap sportifitas.
·         Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.









DATA KEPEGAWAIAN
1.             DATA GURU
NO
NAMA
NO NUPTK
JABATAN
MAPEL
1
Drs. H. Muhammad Hanna
8149741643200123
Waka Al Islam
PAI 1
2
Drs. Sawud Ariffianto, MM
3049738641200043
Kep.Sek
PKn
3
Djoni Suryono
3939725628200012
Kabeg
Produktif TP
4
Drs. Basiran

Guru
Bhs. Indonesia
5
Daryanto, S.Pd, MM
7240738643200003
Waka Kesis
Bhs.Inggris
6
Prianggono, S.Pd
3850750654200012
Kabeg TSM
Produktif MO
7
Darsono, S.Pd
8045740642200043
WI.Kls
Kwh. Penjaskes
8
Ombang Widodo, S.Pd
2360757658200023
Waka Kur
Produktif TP
9
Widi Rahayu, ST
4437752653300062
Wa. Sarpras
Matematika
10
R. Frisna S, S.Pd
3148753655200063
WI.Kls
Kkpi.toek
11
Sutaryo, S.Pd
6039756659200023
Ka.Prog. TKR
Produktif
12
Nunuk Sri Murni, SH
8363737639300033
Ka.Prog AK
SB,Bahasa Jawa
13
Eni Ganewati, A.Md

Guru/Wlk
Kwh.Produktif AK
14
Gayat Pilihani, S.Ag
7844749651300012
Guru/Wlk
PAI 2, PAI 1
15
Ir. Tarlam
9655744
Guru
Fisika/Kimia
16
Pariman, S.Pd

Pemb.HW/Mlk
PPKn, IPS
17
Budi Cahyono, S.Sos

Exkur.
Penjaskes
18
Achmad Choerudin, S.Pd

Guru / Wlk
Matematika
19
Pujiono, S.Pd

Ka.Prog TSM
Produktif
20
Sunu Purnawan S.Si

Wl.Kls
Kimia
21
Ir. Ari Riawana

Guru/Wlk
Fisika
22
Budi Martanto S.S

Guru/Wlk
B. Indonesia
23
Istianah, S.Pd

Guru/Wlk
B.Inggris
24
Andi Rahman, ST

Kaprog TKJ
CNC, Prod.TP, TKJ
25
Budhi Setiyadi, ST

Guru/Wlk
Produktif, DK
26
Imam Wahyudi, S.Sos.I

Guru/Wlk
PAI 3
27
Imam Sumedi, ST

Kabeg TKR
Tr, Produktif
28
M. Wazed H, S.Pd

Guru
Penjaskes
29
Sunarti, S.Pd

Guru
Kw.SB/BJ
30
Rahmi Purwaningsih, S.Pd

Guru
Fisika/ IPA
31
Sudiyono, SP

Guru/Wkl
IPS/IPA
32
Yasman, S.Pd

Wk.Hum
IPS/KKPI
33
Farida Setia Rini, S.Pd

Guru/Wkl
B.Inggris
34
Gangsar Setya Aji, S.Pd.T

Tim WMM
Produktif TP TKJ
35
Ita Rahayu Lestari, S.Pd

BP/BK
BP
36
Sri Nurlina Rochmawati, SE

Guru/Wkl
Produktif  TP. TKJ
37
Kurniawati Wahyuni, SE

Guru/Wkl
Produktif AK DK
38
Iman sudrajat, S.Kom

Guru/Wkl
Produktif AK DK
39
Ferry Setiya Budi, S.Kom

Guru
KKPI, Produktif TKJ
40
Mukhsonu Rohman, ST

Guru/Wkl
Produktif MO, DK
41
Akhmad Mubarok, S.Pd.I

Guru
PAI
42
Retno Puji Astuti, S.Pd

Guru
Matematika
43
Hidayatur rohmaniah, S.Pd

BP
BP
44
Jaenuri Nur, S.Pd.I

Guru
PAI
45
Galih Purwo Leksono

Guru
Produktif TP
46
Rudi Hartono

Tool Man

47
Evan Syarifudin

Tool Man

48
Abdul Aziz W.S. Ud



2.      DATA STAF DAN TATA USAHA
No
Nama
NIP
1
Samingan
0533746647200042
2
Taufik Sahlan
9347736637200023
3
Listya Pangestuti, A.Md
3558750651300013
4
Suroso
2438759661200032
5
Kasno
2147760662200063
6
Rumiyah, SE
7634756658300072
7
Mustofik

8
Darkam

9
Kasirah

10
Karsun

11
Syaeful Khoerin

12
Agus Riyanto

13
Kiyang Siswandi



Model Pelaksanaan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam bentuk kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
a.      Kegiatan Kurikuler
Kegiatan kurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan struktur kurikulum dan dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai dengan bidangnya dengan sistem pembelajaran Moving Class.
b.      Kegiatan Ekstrakurikuler
Kualitas tamatan sekolah dituntut untuk memenuhi standar kompetaensi lulusan salah satunya, selain mampu menguasai materi pelajaran,siswa harus dapat berintereaksi aktif dalam hubungan sosial.
Kegiatan extrakurikuler merupakan salah satu alat pengeanlan siswa pada hubungan sosial. Didalamnya terdapat pendidikan pengenalan diri dan pengembangan kemampuan selain pemahaman materi pelajaran.
Berangkat dari pemikiran tersebut, di SMA Muhammadiyah wonosobo diselenggarakan berbagai kegiatan extrakurikuler yang dapat dikelompokkan dalam kegiatan prestasi akademik dan prestasi non akademik. Selain IPM ( Ikatan Pelajar Muhammadiyah ) sebagai induk kegiatan extrakurikuler di sekolah, kegiatan extrakurikuler lainnya adalah
·         Pramuka
·         Muhi FM
·         Palang Merah Remaja (PMR)
·         Jurnalis dan majalah dinding
·         Pecinta Alam (PASMA)
·         Olahraga (Bola Voli, Bola Basket, Tapak Suci, Bulu Bulu Tangkis, Sepak Takraw)
·         Seni Lukis
·         Olimpiade Sains ( Kimia, Fisika, Bilologi, Kebumian, Komputer)
·         Desain Grafis
·         Bahasa Jepang
·         Seni Baca Al-Qur’an




B.       KONDISI OBJECTIF SEKOLAH LATIHAN
a.         Letak Geografis Sekolah
SMK Muhammadiyah Sampang, terletak di kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap tepatnya di jalan tugu barat no.24 Sampang -  Cilacap 53273 telp/ fax.0282.(697051). Lokasi sekolah berada pinggir jalan raya sehingga mudah dijangkau dari kendaraan. Selain itu lokasi SMK Muhammadiyah Sampang terletak dekat dengan pemukiman penduduk sehingga .
Kondisi ini membuat suasana yang sangat kondusif untuk melaksanakan proses belajar.
b.        Jumlah ruangan dan fungsinya
Bangunan SMK Muhammadiyah Sampang terdiri atas beberapa ruang dan bangunan, yaitu ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang UKS, ruang IPM, ruang BP/BK, ruang guru, laboraturium computer, ruang bengkel, masjid, dapur, parker motor, koperasi sekolah, 3 kamar mandi guru, 6 kamar mandi siswa. Ada 3 ruangan kelas yang terbagi 3 kelompok yaitu, 1 ruang kelas untuk kelas X, 1 ruang  kelas untuk kelas XI, 1 ruang kelas untuk  ruang kelas XII. Selain itu juga didukung dengan adanya lapangan olahraga.
c.         Jumlah guru dan jumlah siswa
Staf pengajar  SMK Muhammadiyah Sampang berjumlah 61 Jumlah siswanya yaitu 918  siswa yang terdistribusi dalam 3 kelas yaitu : kelas X dengan jumlah 363 siswa, kelas XI dengan jumlah 290 siswa, dan kelas XII dengan jumlah 265 siswa.
d.        Jumlah dan jenis buku diperpustakaan
Perspustakaan sekolah merupakan bagian integral lembaga pendidikan menengah yang menyajikan berbagai koleksi bahan pustaka yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang dan mendukung proses belajar mengajar disekolah. Perpustakaan SMK Muhammadiyah Sampang, menyediakan lebih dari 500 koleksi buku atau bahan pustaka yang dibutuhkan oleh siswa yang meliputi : buku pelajaran, buku penunjang pelajaran, buku paket, bnuku panduan, lembar kerja siswa, buku fiksi, buku non fiksi, kamus, novel, Koran, majalah dan lain sebagainya. Siswa yang emngunjungi perustakaan dari kelas X sampai kelas XII untuk bulan September 2012, sekitar 70% dari keseluruhan siswa.
e.         Pelaksanaan tata tertib sekolah oleh siswa
Kedisiplina merupakan aspek yang sangat penting dalam kegiatan pendidikan di sekolah. Dengan kedisiplinan yang tinggi, kegiatan pendidikan di skolah akan berjalan lebih lancer dan lebih efektif. Secara umum kecenderungan siswa dalam melaksanakan tata tertib suah cukup bagustetapi perlu lebih ditingkatkan lagi. Penegakan disiplin di SMK Muhammadiyah Sampang tidak lepas dari guru BP atau BK, yang berlaku sebagai pengawas sekaligus sebagai pembimbing para siswa dalam hal studi maupun dalam plelaksanaan tata tertib.
Jenis pelanggaran yang sering dilakukan oleh siswa antara lain, ketidak sesuaian memakain seragam sekolah, keterlambatan kehadiran siswa, membolos, keluar sekolah tanpa ijin, pergi ke kantin pada saaat jam pelajaran, sampai menyemir rambut, berambut gondrong, memakai gelang dan kalung bagi siswa laki-laki.

C.       USAHA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS
a.         Tenaga Pengajar
1.        Menyekolahkan guru-guru untuk melanjutkan ke- S2
2.        Pelatihan Kompetensi Guru dalam bidang ICT
3.        Pelatihan Kompetensi Tata Usaha dalam bidang ICT
4.        Pelatihan TOEFL untuk Guru
5.        Pelatihan Spiritual Buildin
b.         Akademik Siswa
c.         Ekstra Kurikuler Siswa
d.        Karyawan - karyawan
e.         Usaha Sekolah Dalam Mendayagunakan Sarana dan Prasarana Untuk Meningkatkan Kualitas.
Program Pengembangan Sarana Prioritas
1.      Mengembangkan 1 ruang untuk Tata Usaha yang terintegrasi
2.      Mengembangkan Ruang Multimedia
3.      Membangun Ruang Pengolahan Data
4.      Mengembangkan Kantin Siswa
5.      Perbaikan dan Pengecetan Lapangan Olah Raga
6.      Pengembangan Jaringan Infrastruktur LAN (Intranet dan Internet)
7.      Pengembangan Sistem Informasi Sekolah (SIS) dengan menggunakan program Paket Aplikasi Sekolah (PAS)
8.      Melengkapi Sarana dan Prasarana Perpustakaan dan laboratorium Internet untuk siswa
9.      Renovasi Aula
10.  Renovasi Tampilan Depan Skolah/Gerbang Sekolah
11.  Renovasi Ruang Penyimpanan Peralatan Multimedia, Elektronik, dan Peralatan Marching Band.
Program Unggulan
1.         Menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)
2.         Mengembangkan Sikap dan Kompetensi Keagamaan
3.         Mengembangkan Potensi Siswa Berbasis Multiple Intelligance
4.         Mengembangkan pendidikan karakter
5.         Mengembangkan Kemampuan bahasa dan Teknologi Informasi
6.         Meningkatkan Daya serap Ke Perguruan Tinggi Favorit
7.         Menjadikan semua lulusan SMA Muhammadiyah bisa membaca Al Qur'an


















BAB II
 KEGIATAN PEMBELAJARAN PRAKTIKAN

1.        Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
A.    Perencanaan Pembelajaran
Saya Panji Pradana, dalam rangka mengimplementasikan program pembelajaran yang sudah dituangkan dalam silabus, mahasiswa harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan dalam melaksanakan pembelajaran laik kelas. RPP memuat hal-hal yang berkaitan dengan aktifitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu kompetensi dasar.
Adapun langkah- langkah penyusunan RPP adalah sebagai berikut.
1.      Mencantumkan identitas :
                  Identitas yang perlu dicantumkan antara lain :
a. Nama sekolah
b.Mata pelajaran
c. Kelas/ semester
d.      Standar kompetensi
e. Kompetensi dasar
f. Indikator
g.Alokasi waktu
2.      Tujuan Pembelajaran
      Berisi penguasaan kompetensi operasional yang dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran
3.      Materi Pembelajaran
      Berisi materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok dalam silabus.
4.      Metode Pembelajaran
      Merupakan cara yang digunakan sebagai cara untuk menyampaikan materi atau dengan kata lain merupakan model atau pendekatan pembelajaran.
5.      Sumber belajar
      Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mengacu pada sumber rujukan lingkungan, media, nara sumber, alat dan bahan.
6.      Langkah- langkah kegiatan pembelajaran
      Dicantumkannya langkah- langkah kegiatan pembelajaran adalah untuk mencapai suatu kompetensi dasar. Adapun unsur- unsur dari langkah kegiatan pembelajaran antara lain kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
7.      Penilaian
      Pada bagian ini disertakan beberapa contoh soal. Soal yang dibuat harus mewakili tercapainya suatu kompetensi dasar.
B.     Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam proses kegiatan belajar mengajar di SMK Muhammdiyah Sampang, saya  diberikan kesempatan mengajar di kelas sebanyak 5 kali pertemuan., di kelas X selama 12 jam pelajaran. Sebelum melaksanakan pembelajar di kelas, saya diberikan kesempatan untuk melakukan observasi kelas sebanyak 1-2 kali pertemuan. Pertemuan berikutnya merupakan praktik mengajar. Pada awal mengajar guru pembimbing menunggu di kelas selama 1 jam pelajaran. Namun pada pertemuan selanjutnya guru pembimbing hanya menunggu sebentar kurang lebih 15 menit. Proses mengajar diawali dengan salam pembuka, perkenalan, presensi siswa, dan dilanjutkan dengan pemberian materi. Metode yang digunakan dalam menyampaikan materi antara lain tanya jawab, diskusi, ceramah, dan inquiry. Sementara itu, untuk menambah semangat belajar siswa, kami memberikan hadiah sebagai penghargaan sederhana bagi siswa yang mendapat nilai tinggi.hal itu dilakukan sekadar memotivasi siswa agar lebih rajin belajar. Beberapa pertanyaan juga dilontarkan selama proses belajar mengajar yang umumnya tentang kaidah kebahasaan.
Di akhir kegiatan belajar mengajar kami memberikan penugasan pada siswa untuk mengukur tingkat keberhasilan mengajar di kelas. Selama proses pembelajaran ada beberapa siswa yang tidak mengikuti pelajaran karena berbagai kegiatan seperti persiapan peringatan HUT RI, kegiatan paskibra, pertemuan dewan ambalan, dan kegiatan OSIS.
C.    Evaluasi
Di akhir pembelajaran, kami mengadakan evaluasi belajar/ ulangan harian untuk mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan siswa dalam memahami suatu materi pelajaran. Bentuk tes yang diberikan adalah tes tertulis. Jenis tes yang digunakan pun bervariasi meliputi pilihan ganda(kognitif), uraian dan tugas(psikomotor).  Pada tahap selanjutnya kami juga membuat kisi-kisi butir tes untuk pekerjaan siswa sehingga dapat diketahui bagaimana tingkat kesulitan soal yang dibuat sekaligus akan diketahui pula pada bagian soal mana umumnya siswa menemui banyak kesulitan, Hasil ini kiranya dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk mengevaluasi proses belajar yang telah dilakukan guru. Atau dengan kata lain kami dapat mengetahui pada bagian mana dari materi pelajaran yang membutuhkan penjelasan ulang ( refleksi ) sehingga nanti pada akhirnya siswa dapat mencapai batas ketuntasan belajar yang telah ditentukan.
Berikut kisi-kisi soal yang dibuat beseta kunci jawaban :
A.    Kisi – kisi soal ulangan harian pertama
1.      Apa yang dimaksud dengan Lafal, Tekanan, Intonasi dan Jeda...?
2.      Buatlah kalimat yang di dalamnya memuat bentuk Lafal, Tekanan, Intonasi dan Jeda...?
3.      Jelaskan fungsi penggunaan bahasa baku dalam bahasa Indonesia !
4.      Jelaskan segi kebahasaan yang telah diupayakan pembakuannya dalam bahasa Indonesia !
5.      Sebutkan ciri-ciri bahasa baku !

Jawab
1.      Yang dimaksud dengan :
a.       Lafal adalah cara seseorang/sekelompok orang untuk mengucapkan bunyi-bunyi bahasa.
b.      Tekanan adalah bagian-bagian terpenting dalam ujaran/kalimat.
c.       Intonasi adalah tinggi rendahnya nada.
d.      Jeda adalah hentian sebentar  dalam ujaran/kalimat.
2.      Contoh kalimat dalam
a.       Lafal               :Kata bapak berbeda dengan kata kapak
Kata ibu berbeda dengan kata babu
b.      Tekanan          : Adik pergi ke sekolah
c.       Intonasi          : Keluar !
 Pergi !
d.      Jeda                : Kata adik, ibu Yani guru yang pandai
  Kata adik ibu, Yani guru yang pandai
  Kata adik ibu Yani, guru yang pandai
3.      Fungsi penggunaan bahasa baku
a.       Sebagai pemersatu
b.      Pemberi kekhasan
c.       Pembawa kewibawaan
d.      Kerangka acuan
4.      Segi kebahasaan yang telah diupayakan pembakuannya dalam bahasa Indonesia adalah :
a.       Tata bahasa yang mencakup bentuk dan susunan kata atau kalimat yang berpedoman pada buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia
b.      Kosakata yang berpedoman pada KBBI
c.       Istilah kata yang berpedoman pada pedoman Pembentukan Istilah
d.      Ejaan yang berpedoman pada EYD
e.       Kriteria lafal baku adalah tidak menampakan dialeg kedaerahan

5.      Ciri-ciri bahasa baku :
a.       Tidak dipengaruhi bahasa daerah
b.      Tidak dipengaruhi bahasa asing
c.       Bukan merupakan bahasa percakapan
d.      Pemakain imbuan secara eksplisit (tegas, jelas)
e.       Pemakain yang sesuai dengan konteks kalimat
f.       Tidak terkontaminasi dan tidak rancu
g.      Tidak mengandung arti pleonasme
h.      Tidak mengandung hiperkorek

B.     Kisi – kisi soal ulangan harian kedua :
  1. Membuat berita lisan dengan kalimat sendiri (tema bebas)
  2. Membuat pidato dengan kalimat sendiri ( tema bebas)







2. Prodi pendidikan Bahasa Inggris
A.    Kegiatan Pembelajaran Praktikan
Dalam pelaksanaan pembelajaran yang  saya laksanakan di sekolah latihan (SMK Muhammadiyah Sampang), saya dan guru pembimbing atau guru pamong bersepakat untuk masuk kelas selama delapan kali. Dalam setiap pertemuan saya hanya mendapat pengawasan selama 2 kali. Dari hasil pengamatan atau pengawasan itu guru pamong memberi beberapa masukan untuk  saya bagaimana agar bisa menguasai kelas dengan baik dan urutan penyampaian materi agar siswa bisa tertarik dan faham  akan pelajaran yang kita sampaikan. Dari pertemuan selama delapan kali berikut adalah rinciannya:
Sri Haryatun (Kelas X)
1.    Pertemuan I
Pada pertemuan pertama saya mengajar dengan materi “Greeting, leave takings and the responses” di kelas X TKJ 1. Kegiatan belajar mengarar diawali dengan salam bersama kemudia dilanjutkan dengan membaca doa, tadarus al – qur’an, presensi siswa dan perkenalan. Berkaitan dengan kehadiran siswa, pada saat pertemuan pertama tidak ada yang tidak masuk (nihil).
Kegiatan inti diawali dengan memberikan penjelasan tentang ungkapan greeting, leave takings and the responses. Setelah siswa memahami semua materi, saya memberikan contoh kalimat atau dialog dengan kata – kata yang berbeda kemudian saya meminta siswa untuk bermain peran (role play) didepan kelas, hal ini saya lakukan agar siswa bisa lebih paham dan mengena tentang materi yang terkait. Kemudian, saya mengamati dan mendengarkan tiap kata, intonasi, dan mencatatnya sehingga pada akhir roll play saya bisa mengoreksi siswa yang kurang benar dan memberikan contoh yang benar. Setelah siswa memahami, siswa diberi tugas membuat dialog berdasarkan context yang diberikan. Beberapa siswa melakukan roll play sesuai dialog yang dibuat.
Kegiatan akhir saya gunakan untuk menyimpulkan materi, tanya jawab berkaitan dengan materi seperti yang ditanyakan oleh beberapa siswa beikut ini:
a.    Endang Sri Rahayu: menanyakan tentang kepanjangan, arti, dan penggunaan dari am dan pm.
b.    Yuni Saftaningsih: menanyakan perbedaan antara “ how are you dan how do you do”.

Setelah sesi tanya jawab saya memberikan tugas, memberitahukan pelajaran yang akan datang dan mengakhiri dengan salam.

2.    Pertemuan II
Pada pertemuan ke dua saya mengisi kelas X TP I, dengan materi “Introducig Ourself and Others”. Kegiatan awal pelajaran dengan salam, berdoa bersama, presensi siswa dan perkenalan. Berkaitan dengan kehadiran siswa, ada lima siswa yang berhalangan untuk hadir  dari sejumlah 35 siswa yaitu: Adi Utomo, Adi Setiawan, Ahmad Ricky, Indra Setiawan, Novan Saputra. Kemudian saya menanyakan pelajaran yang telah lalu untuk mengingat kembali.

Kegiatan inti saya awali dengan menjelaskan materi yang terkait dan memberi contoh dengan kata – kata yang berbeda. Setelah siswa paham saya meminta siswa untuk mengidentifikasi kalimat dan membuat dialog untuk dipraktikan didepan kelas, hal ini agar siswa lebih paham dan selalu ingat tentang materi terkait . Kemudia secara bersama - sama memperhatikan hasil kerja siswa. Jika siswa kurang jelas saya memberi penjelasan hingga siswa memahaminya setelah siswa selesai maju.
Kegiatan akhir saya mengisi dengan tanya jawab tentang materi terkait. Berikut beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan:
a.         Zaka Machfudz: perbedaan antara “how are you and how are you”.
b.        Oki Fajri Solehudin: perbedaan antara “Pleased to meet ou and Nice to meet you”
c.         Panji Prasetyo: subject yang menggunakan do dan does apa saja?
 Dilanjutkan dengan menyimpulkan materi, memberikan tugas, memberitahukan pelajaran yang akan datang dan mengakhiri dengan salam.

3.    Pertemuan III
Pertemuan ketiga Saya mengisi kelas X TP II dengan materi “Expression used in Thanking and the Responses”. Kegiatan awal saya isi dengan salam, berdo’a, presensi dan perkenalan. Menanyakan pekerjan rumah dan mengingatkan pelajaran yang telah lalu. Pada pertemuan ini ada satu anak yang tidak hadir yaitu: Diki Irawan, padahal yang seharusnya hadir adalah: 39 siswa.
Kegiatan inti saya awali dengan menjelaskan materi yang terkait dan memberi contoh dengan kata – kata yang berbeda. Setelah siswa paham saya meminta siswa untuk mengidentifikasi kalimat dan membuat dialog untuk dipraktikan didepan kelas sehingga siswa bisa lebih mengerti dan tetap ingat. Kemudia mengevaluasi hasil kerja siswa. Jika siswa kurang jelas saya memberi penjelasan hingga siswa memahaminya setelah siswa selesai maju.
Kegiatan akhir siswa mengisi dengan sesi pertanyaan berikut siswa yang bertanya terkait dengan pelajaran:
a.         Taib Soleh: membedakan situasi yang formal dan informal?
            Kemudian dilanjutkan dengan menyimpulkan materi, memberikan tugas, memberitahukan pelajaran yang akan datang dan mengakhiri dengan salam.
4.    Pertemuan IV
Pertemuan keempat saya mengisi kelas X AK dengan materi “Expression used in Apologizing and the Responses”. Kegiatan awal saya isi dengan salam, berdo’a, presensi dan perkenalan. pada hari itu tidak ada siswa yang tidak masuk (nihil).
Kegiatan inti diawali dengan menjelaskan materi yang terkait dan memberi contoh dengan kata – kata yang berbeda. Setelah siswa paham saya meminta siswa untuk mengidentifikasi kalimat dan membuat dialog untuk dipraktikan didepan kelas dengan tujuan memperdalam pemahaman siswa. Kemudia mengevaluasi hasil kerja siswa. Jika siswa kurang jelas saya memberi penjelasan hingga siswa memahaminya setelah siswa selesai maju.
Kegiatan akhir saya isi dengan pertanyaan – pertanyaan di bawah ini siswa yang
bertanya:
a.         Nur Fauziah: bagaimana agar bisa tertarik dengan Bahasa Inggris?
b.        Desi Nurjanah: hal penting apa saja yang perlu ditekankan agar mudah dalam belajar Bahasa Inggris?
Setelah itu saya menyimpulkan materi, memberikan tugas, memberitahukan pelajaran yang akan datang dan mengakhiri dengan salam.
5.    Pertemuan V
Pertemuan kelima dengan materi ”Personal Pronoun” kelas X TKJ I. Pertemuan ini saya awali dengan salam, berdoa bersama, presensi dan menanyakan materi yang pernah diajarkan dengan cara tanya jawab. Pada kesempatan ini ada dua siswa  yang tidak hadir yaitu: Tofan Afandi dan Aan Ramdani.
Kegiatan inti  diawali  menerangkan (diskusi) beberapa materi tentang subject, object, possesive pronoun, adjective pronoun, dan reflexive. Mengajak siswa uuntuk latihan bersama dalam memahami perbedaan setiap pronoun dalam penggunaanya. Setelah siswa memahaminya saya meminta untuk membuat contoh dan mengerjakan latihan. Selanjutnya saya  mengevaluasi bersama hasil  pekerjaan siswa..Kemudian, siswa diberi tugas atau pekerjaan rumah untuk memperdalam pemahaman siswa.
Kegiatan akhir diisi dengan tanya jawab, berikut yang mengajukan pertanyaan:
a.         Indriani: perbedaan antara possesive adjective dan possesive nominal atau pronouns?
b.        Rifka Utami: apakah possesive adjective selalu diikuti oleh kata benda?
c.         Anton Suseno:  apakah possesive pronoun tidak pernah diikuti kata benda?
 Untuk mengakhiri pertemuan saya menyimpulkan materi, memberitahukan pelajaran yang akan datang, salam dan berdo’a bersama.
6.    Pertemuan VI
        Pada pertemuan keenam dengan materi ” ciri – ciri benda  dan mendeskripsikan       benda – benda tersebut yang terkait dengan  warna, bentuk, asal (origin), ukuran, bahan, jumlah dan kualitas ” kelas X TP I. Diawali dengan salam, berdoa bersama, presensi dan menanyakan materi yang pernah diajarkan dengan metode tanya jawab. Berkaitan dengan kehadiran siswa, pada saat pertemuan ini tidak ada yang tidak masuk (nihil).
Dalam kegiatan inti  diawali dengan memberikan penjelasan tentang  ciri – ciri benda  dan mendeskripsikan benda – benda tersebut yang terkait dengan  warna, bentuk, asal (origin), ukuran, bahan, jumlah dan kualitas, kemudian saya  memberikan  contoh  benda – benda tersebut. Setelah siswa memahaminya saya meminta untuk mengerjakan latihan dengan soal matching (mencocokan / menjodohkan) antara gambar dan nama – namanya. Selanjutnya saya  mengevaluasi bersama hasil  pekerjaan siswa.
                Kegiatan diakhir pertemuan saya memberikan kesempatan untuk tanya jawab, namun,berhubung waktu habis tidak ada siswa yang berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Setelah itu saya menyimpulkan meteri, memberitahukan topik yang akan datang dan memberikan tugas rumah. Paling akhir saya tutup dengan berdo’a dan salam.




Program Study Bahasa inggris
A.    RENCANA PEMBELAJARAN
Dalam memulai pembelajaran dibutuhkan sebuah perencanaan yang di sebut dengan Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Hal ini ditujukan agar kegiatan pembelajaran tersusun secara teratur dari mulai awal mulai pembelajaran sampai akhir pembelajaran. Jadi seorang guru harus mempunyai perencanaan yang matang untuk mengajar peserta didik. Dalam praktik pengalaman lapangan yang kami laksanakan kami diwajibkan untuk membuat rencana pelaksanaan pembelajaran sebelum kami memulai untuk mengajar, jadi setiap kami mengajar sudah mempunyai konsep pengajaran yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Kesiapan tersebut meliputi pembuatan perangkat mengajar yang meliputi perencanaan pembelajaran dalam program tahunan dan program semester. Selain itu kami juga harus menyiapkan materi untuk diajarkan kepada peserta didik sesuai dalam silabus dan menyampaikannya secara menarik agar siswa mau mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib.Untuk menyusun perangkat pembelajaran, ada beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain:
1.      Konsultasi dengan Guru Pamong
Guru pamong memberi arahan sebelum kami membuat RPP, memberikan contoh bagaimana membuat RPP yang benar dan bagaimana pengajaran dikelas agar kelas bisa dikondisikan dengan baik. Guru pamong memberikan silabus dan kalender pendidikan sebagai sarana pembuatan perangkat pembelajaran,karena pembuatan RPP harus sesuai silabus.
2.      Orientasi Kelas
Sebelum kami memasuki ruang kelas untuk melaksanakan pembelajaran kami harus melakukan survey kelas hal ini ditujukan agar kami dapat menguasai kelas dan siap untuk mengajar di dalam kelas.hal ini dilakukan pada selam 1 hari dan dibimbing oleh guru pamong.
3.      Pembuatan perangkat pengajaran
Dalam melaksanakan pembelajaran kami juga harus membuat perangkat pembelajaran yang akan diajarkan dikelas. Untuk pengajaran dalam semester maupun harian yaitu berupa Program tahunan,Program semester dan RPP.
4.      Mencari  sumber  materi serta bahan-bahan pengajaran
Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar saya memakai sumber ajar berupa buku dan lks sebagai berikut:
1.      Kristianingsih dkk. 2008. Bahasa Inggris untuk SMK year 2.
Surakarta: Hayati Tumbuh Subur.
2.      Ikapi. Bahasa Inggris untuk SMK Year 2. Surakarta: Cahaya Mentari
3.      Buku kupas tuntas TOEFL.


B.     PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Perencanaan mengajar dibuat sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk 1 kali pertemuan/beberapa kali pertemuan, hal ini dimaksud untuk mempermudah pembelajaran dalam setiap petemuannya. Pada Pembelajaran bahasa inggris dalam 2 semester terdiri dari 1 Standar Kompetensi dan 7 Kompetensi Dasar  yang mencakup beberapa indikator. Semua RPP( Rencana Pelaksanaan Pengajaran ) tediri dari 1 Standar Kompetensi yang sama yaitu Berkomunikasi dalam bahasa inggris setara level elementary, didalam Kompetensi Dasar pertama ada 6 pertemuan yang terdiri dari :
Okte Kurniasih (Kelas XI)
1.      Pertemuan pertama
Kompetensi Dasar yang pertama yaitu Memahami percakapan sederhana sehari-hari baik dalam konteks profesional maupun pribadi dengan orang bukan penutur asli. Dalam pertemuan pertama membahas indikator pertama yaitu tentang Simple present tense dan daily activities. Pada pertemuan pertama saya memasuki kelas XI TKR 1 ( teknik kendaraan ringan )  didampingi oleh guru pamong untuk melakukan observasi. pengajaran  pada tanggal 23 Juli 2012 di mulai pada pukul 07.00 WIB. Pada pertemuan ini semua siswa hadir. Adapun siswa yang bertanya:
1.Dedy priyono : Bagaimana penggunaan tobe dalam kalimat yang mempunyai subject yang berbeda-beda dalam simple present tense?
2.Heru apriyanto : Penggunaan do/does dalam kata kerja saja atau juga digunakan dalam kata sifat?
Kemudian saya menjelaskan kembali serta memberikan kesimpulan materi,menjelaskan pelajaran yang akan dan mengakhiri pembelajaran.

2.      Pertemuan kedua
Pada tanggal 30 juli 2012, pertemuan kedua saya memasuki ruang kelas XI TKR 1, XI TP 1,dan TP 2 yang di dominasi oleh siswa laki-laki,pada pertemuan kedua masih membahas Kompetensi Dasar  yang sama ,dan indikator yang berbeda yaitu Memahami ungkapan untuk menangani tamu hotel, restaurant, travel agency, office, dan shop diperagakan dengan benar. Pelajaran dimulai dengan membaca doa, tadarus dan mengabsen siswa dalam pertemuan kedua ada 2 siswa yang berangkat karena ada kepentingan.Sebelum memulai pelajaran saya melakukan refleksi. Untuk mengingat pelajaran sebelumnya. Setelah itu saya melanjutkan menjelaskan materi dan memberi contoh dialog, memberikan kesempatan kepada bertanya, setelah siswa paham saya memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan tugas yaitu membuat dialog dengan berpasangan, kemudian siswa maju ke depan untuk mempraktekkan dialogue. Kemudian saya menyimpulkan materi, dan menjelaskan mteri yang akan datang,serta menutup dengan mengucapakn salam.
3.      Pertemuan ketiga
Pada tanggal 28 agustus 2012 saya masuk kelas XI TP 1 (Teknik Permesinan) yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan, semua siswa hadir pada hari itu. Saya didampingi oleh guru pamong.Buku panduan yang dipakai yaitu berupa LKS.Pada pertemuan ketiga saya menjelaskan materi tentang YES-NO Question. Pada langkah awal saya memberikan umpan kepada siswa terkait dengan materi dan menjelaskan serta memberi contoh, setelah itu memberikan kesempatan kepada siswa bertanya, adapun siswa yang bertanya: Panji Setiono : cara membuat kalimat tanya yang menggunakan kata sifat?
Kemudian saya memberikan PR kepada siswa, memberikan kesimpulan dan menjelaskan materi yang akan datang,dan menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.                
                       
4.      Pertemuan keempat
Pada tanggal 3 september  2012, pertemuan keempat saya memasuki ruang kelas XI TP 1  ( Teknik Permesinan ) yang di dominasi oleh siswa laki-laki. Ada 1 siswa yang hadir karena sakit. Pada kesempatan ini saya di tugasi oleh guru pamong untuk masuk kelas dan observasi pengajaran.  Pada pertemuan ini saya menjelaskan materi tentang WH Question, buku pegangan yang di gunakan berupa buku kupas tuntas TOEFL dan LKS, pada pertemuan ini saya memberikan umpan balik berupa pertanyaan: what time is it ? it is 9 o’clock , how many students in this class ? 20 students in this class. Kemudian saya memberikan penjelaskan materi tentang WH-question. Untuk mempermudah siswa dalam menerima materi, saya menjelaskan satu persatu dengan cara membuat kalimat positive, kemudian siswa menebak kalimat dalam kalimat tanya, hal ini bertujuan agar siswa mengingat pelajaran yang sebelumnya, dan dijelaskan supaya siswa mengetahui alur / asal mula kalimat WH-Question, setelah siswa membuat kalimat introgativnya saya menggaris bawah salah satu kata untuk ditanyakan kepada siswa misalnya menanyakan waktu maka siswa memberikan responds penggunaan WH-Questionnya, dalam kalimat WH-Question siswa menerapkan pertanyan YES-NO question kedalam WH-Question yaitu dengan membuang komponen yang di garis bawah/yang ditanyakan,saya juga menjelaskan tentang fungsi dri masing-masing WH, Pada kegiatan akhir saya memberikan kesimpulan  materi  agar siswa lebih paham, karena materi ajar belum selesi maka dilanjutkan pada pertemuan mendatang. Dan menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.
5.      Pertemuan kelima
Pada tanggal 11 september  2012, pertemuan kedua saya memasuki ruang kelas XI  AK (Akuntansi) yang didominasi oleh 20 siswa perempuan dan 3 siswa laki-laki dan XI TP 1 ( Teknik Permesinan ) yang di dominasi oleh siswa laki-laki dengan jumlah 32 siswa. Pada pertemuan kelima saya juga didampingi oleh guru pamong, saya ditugaskan untuk melanjutkan materi sebelumnya yaitu tentang WH Question. Saya melanjutkan materi yang sebelumnya, sebelum pelajran dimulai saya mengulas pelajaran sebelumnya. Setelah penjelasan selesai saya memberikan soal latihan kepada siswa berupa 5 butir soal essay. Membahas soal,menyimpulkan materi, dan memberitahukan kepada siswa bahwa akan diadakan ulangan pada pertemuan mendatang, materi mencakup dari bab pada pertemuan pertama sampai pada pertemuan terakhir. Menutup dengan salam.

6.      Pertemuan keenam
                   Pada pertemuan ke-6,pada tanggal 13 september 2012  saya melakukan evaluasi kepada siswa mengenai materi yang telah di sampaikan selama pertemuan. Dalam pertemuan ini saya diberikan kesempatan kepada guru pamong untuk memberikan  evaluasi dengan mengambil sample 1 kelas yaitu kelas XI TP 1, dengan durasi 2X45 menit. Saya memberikan arahan kepada siswa dalm mengerjakan soal ulangan, diantaranya dilarang mencontek dan membuka buku (close book), siswa mengerjakan dengan tertib dan mengumpulkan hasil pekerjaan di meja depan.

C.     Pelaksanaan Evaluasi pembelajaran
Diakhir materi atau bab biasanya dilakukan evaluasi/ tes yang berupa tes lisan / tertulis yang terdiri dari tes essay ataupun  objektif. Pada kegiatan evaluasi ini saya memberikan tes berupa tes tertulis essay ( ulangan ) yang bersifat subjektif jadi bisa memberikan keuntugan pada pekerjaan siswa ( nilai tambah ),jadi jawaban salah mendapatkan nilai 0,5 disetiap butirnya. Pada soal evaluasi ini saya membuat soal dengan 3 bagian yang masing-masing bagian mempunyai nilai yang berbeda, pada bagian A yaitu mengisi kolom yang telah disediakan siswa harus mengisi kolom yang berjumlah 10 butir soal, disetiap butir mendapatkan skor 1 untuk jawaban benar, dan 0,5 untuk jawaban salah. Pada bagian B siswa mendapatan butir soal yang berjumlah 5 butir soal dengn nilai 2 untuk jawaban benar dan 0,5 untuk jawaban salah, pada bagian ini siswa mengubah jenis kalimat dari positif kedalam kalimat tanya ( introgative )., untuk soal bagian C siawa mentranslate kalimat bahasa inonesia kedalam kalimat bahasa inggris, jumlah skor untuk butir soal C sama engan jumlah skor pada soal B. Pada pelaksanaan tes ulangan saya mengambil 1 sample dari kelas 2 TP 1,dari hasil yang didapat semua siswa yang mengikuti ulangan semua mendapatkan nilai tuntas ( lulus ).



 







3.        Fak / Progdi                    : FKIP/ Pendidikan Matematika
Nama Praktikan             : Joahari Zawawi
NIM                                 : 092143481

A.    RENCANA PEMBELAJARAN
Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung terkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar.
Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang menjembatani  Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam RPP secara rinci harus memuat Tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian.
Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
1.      Mencantumkan identitas
a.      Nama sekolah
b.      Kompetensi keahlian
c.       Mata Pelajaran
d.      Kelas/Semester
e.       Alokasi Waktu
Catatan:
-          RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
-          Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh satuan pendidikan
-          Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan, yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Oleh karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam  satu atau beberapa kali pertemuan tergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya.

2.      Standar Kompetensi
      Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut :
a.       Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD.
b.      Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.
c.       Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.

3.      Kompetensi Dasar
      Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi Dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi. Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar.
Penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a.       Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar
b.      Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran
c.       Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran


4.      Tujuan Pembelajaran
      Tujuan Pembelajaran berisi  penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan.

5.      Materi Pembelajaran
      Materi pembelajaran  adalah  materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus.

6.      Metode Pembelajaran/Model Pembelajaran
      Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.



7.      Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
      Untuk mencapai suatu kompetensi dasar dalam kegiatan pembelajaran harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan dalam setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan :
a.      Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan un­tuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b.      Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c.       Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan un­tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
8.      Sumber Belajar
      Pemilihan  sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan.  Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber belajar seharusnya dituliskan secara lebih operasional. Misalnya,  sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.
9.      Penilaian
      Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal.

B.     PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
            Praktik pengalaman lapangan dimulai pada tanggal 25 juli 2012 hingga tanggal 14 september 2012. Selama pelaksanaan praktik pengalaman lapangan kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 7 minggu sebanyak 6 kali pertemuan pada satu kelas yaitu dikelas XI Akuntansi. Ketika bulan puasa, sekolah mengadakan pesantren ramadan dari pagi hingga siang, sehingga setiap minggu praktikan melakukan kegiatan pembelajaran sebanyak 1 kali karena terjadi pengurangan jam. Kemudian setelah bulan puasa, setiap minggu praktikan melakukan kegiatan pembelajaran sebanyak 2 kali.
Kegiatan pembelajaran pada minggu pertama guru pembimbing menunggu dari awal hingga jam pertama dan jam kedua dilanjutkan perkenalan mahasiswa PPL. Kemudian minggu kedua dan minggu-minggu berikutnya guru tidak menunggu di ruang kelas, tetapi ketika pertemuan ke 6 guru masuk untuk penilaian sampai dengan selesai.
1.      Adapun minggu pertama dalam kegiatan pembelajaran dengan pemahaman materi matriks dengan Kompetensi Dasar Mendeskripsikan macam-macam matriks: Tidak ada permasalahan didalam penyampaian materi.
2.      Pada minggu kedua dalam kegiatan pembelajaran dengan pengimplementasian materi, menyelesaikan soal yang berkaitan dengan kesamaan matrik dan tanspose matriks:
Permasalahan yang didapat guru terlalu fokus memberikan materi sehingga membuat siswa terlalu tegang.
3.      Adapun minggu ketiga dalam kegiatan pembelajaran dengan pemahaman materi matriks dengan Kompetensi Dasar          Menyelesaikan operasi matriks: Tidak ada permasalahan didalam penyampaian materi.
4.      Kesulitan yang saya dapati pada minggu keempat dalam kegiatan pembelajaran Minor, kofaktor dan adjoin matriks, Invers matriks:
a.    Dalam materi pembelajaran siswa mengalami kesulitan dalam menentukan minor, kofaktor, adjoint dan invers matiks yang memelukan ketelitian karena melalui langkah-langkah yang harus dipehatikan, jika salah satu langkah yang dilakukan salah maka salah semua, maka guru menjelaskan beulang-ulang hingga siswa dapat memahaminya.
b.    Siswa masih banyak yang kurang teliti dalam menyelesaikan soal.
5.      Kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan setiap pokok bahasan pada bidang studi Matematika antara lain:
a.    Kegiatan pembelajaran dengan materi Macam-macam matriks
Kegiatan awal:
Kegiatan pembelajaran diawali dengan guru mengecek kehadian siswa, sesekali memberikan crita agar menambah keakraban antara guru dan siswa.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan mengulang materi yang sebelumnya dipelajari. Agar siswa dapat mengingat kembali materi yang sebelumnya. Selain itu juga dengan membahas pekejaan rumah.
Kegiatan inti:
Guru menjelaskan tentang materi yang berkaitan dengan pengertian macam-macam matriks, dan menjelaskan apa saja macam-macam matriks lalu di lanjutkan dengan mengidentifikasi sebuah tabel. Agar menjadi sebuah matriks.
Kegiatan akhir:
Peserta didik diberikan soal evaluasi yang berkaitan dengan Membuat macam-macam matriks.

b.   Kegiatan pembelajaran dengan materi Operasi matriks.
Kegiatan awal:
Kegiatan pembelajaran diawali dengan apersepsi di mana sebelum ke arah materi guru sedikit membahas materi yang sebelumnya dipelajari. Agar siswa dapat mengingat kembali materi yang sebelumnya. Selain itu juga dengan membahas pekejaan rumah jika diperlukan.
Kegiatan inti:
          Setelah apersepsi guru menjelaskan tentang materi operasi matriks baik itu pengertian, konsep dan contoh soal. Setelah itu siswa disuruh untuk mengerjakan soal yang ada di LKS.


Kegiatan akhir:
          Pada kegiatan akhir siswa membuat rangkuman dan di berikan permaslahan yang berkaitan dengan materi di atas untuk di kerjakan dirumah.

c.    Kegiatan pembelajaran dengan materi Determinan dan Invers matriks.
Kegiata awal:
          Kegiatan pembelajaran diawali dengan mengingtkan kembali materi yang sebelumnya yaitu operasi matriks.
Kegitan inti:
               Selanjutnya guru menjelaskan materi Determinan dan Invers matriks lalu memberikan contoh-contoh permaslahan yang berkaitan dengan Determinan dan Invers matriks.
     Kegiatan akhir:
               Dalam kegiatan akhir peserta didik diberikan tugas untuk mengerjakan soal yang telah diberikan oleh guru.

Cara membuka pelajaran dalam setiap kegiatan pembelajaran selalu diawali dengan salam, menyapa peserta didik, memeriksa kebersihan kelas dan ketertiban dalam berpakaian. Kemudian absensi kehadiran siswa dalam kelas dilanjutkan dengan apersepsi atau mengingat kembali materi sebelumnya setelah siswa siap menerima pelajaran yang akan guru sampaikan. Guru memulai menyampaikan materi pelajaran yang sudah direncanakan.

C.    PELAKSANAAN EVALUASI  PEMBELAJARAN
Tujuan dilaksanakanya evaluasai adalah sebagai alat ukur atau penguji keberhasilan pembelajaran, baik keberhasilan guru maupun peserta didik. Evaluasi yang dilakukan mahasiswa praktikan adalah dengan melakukan tes pada setiap akhir pembelajaran atau setelah penyampaian materi dan latihan. Tes pada materi pertama kedua dan ketiga adalah menggunakan tes tertulis, Tes tertulis dipilih karena lebih mudah dalam koreksi dan penilaian,
Standar kompetensi materi adalah Menerapkan konsep matriks kompetensi dasar yang pertama adalah Mendeskripsikan macam-macam matriks yang diberikan oleh guru. Setelah guru menyampaikan materi, peserta didik diberikan permasalahan yang akan dikoreksi barsama-sama. Untuk komtetensi dasar yang kedua adalah Menyelesaikan operasi matriks. Materi di pelajari oleh siswa bersama dengan bimbingan guru, untuk mengevaluasi guru memberikan tes tertulis. Untuk komtetensi dasar yang ketiga adalah Menentukan determinan dan invers, guru menjelaskan bagai mana langkah-lanhkah Menentukan determinan dan invers, lalu dilanjutkan dengan pemberian tugas. Tes ini dimagsudkan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami materi yang telah dipelajari sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai.



















Prodi Pendidikan Matematika
Pelaksanaan Pembelajaran
Pertama berdasarkan alokasi waktu yang diberikan oleg guru pamong, kami diberi tugas untuk melanjutkan materi yang telah disampaikan. Setelah materi yang disampaikan selesai ( 1 BAB ) berikutnya untuk mengadakan evaluasi dari materi yang diberikan. Dalam pelaksanakan pengajaran kami kami dibantu oleh guru pamong yang ikut masuk kelas mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan KBM tersebut kadar berkolaborasi, dengan tujuan supaya siswa-siswinya tidak mengalami kejenuhan dalam menerima materi yang diajarkan.
Adapun pengalaman pembelajaran yang kami laksanakan pada kkegiatan PPL ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1.    Tri Khayatun ( Kelas X )
a)         Pelaksanaan observasi
Dilaksanakan selama 1 hari yaitu pada tagal 27 Juli 2012. Setelah dilalakukan pembukaan ( perkenalan) oleh guru pamong atau guru mata pelajran ( Bu Widi Rahayu ), dilanjutkan pembahasan materi dengan memberikann inspirasi-inspirasi yang berkaitan dengan denagan materi menerapkan oprassi pada bilangan berpangkat kepada sisiwa dengan maksud untuk mengetahui seberapa jauh daya tangkap siswa terhadap materi pelajaran yang akan disampaikan.
(a)      Pertemuan I
Dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2012 pada jam pertama. Pada jam ini saya membahas pengertian sifat-sifat bilangan berpangkat. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan materi bilangan berpangkat dioprasikan sesuai dengan sifat-sifatnya. Setelah dijelaskan siswa diberi soal latihan yang sudah disiapkan oleh guru dilanjutkan dengan pembahasan soal-soal yang dianggap sulit, hal ini siswa dimaksudkan supaya siswa dapat mengerjakan saol yang hampir sama bobot kesulitannya. Siswa diberikan PR, soal belum dikerjakan, yang belum dibahas. Dimaksudkan siswa mengulang materi yang sudah disampaikan di sekolah dengan mengerjakan PR tersebut.
(b)      pertmuan II 
Dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 3 Agustus 2012 pada jam pertama. Pada pertemuan ini saya membahas PR yang diberikan pada pertemuan sebelumnya, sambil diperiksa apakah siswa-siswinya mengerjakan PR tersebut. Sebelumnya siswa diberikan perntanyan mengenai materi yang kemarin. Dilanjutkan dengan bilangan berpangkat disederhanakan atau ditentukan nilainya dengan menggunakan sifat-sifat bilangan berpangkat secara benar. Setelah dijelaskan siswa diberi latihan soal yang sudah disiapkan oleh guru. Selama siswa mengerjkan soal saya berkeliling memeriksa pekerjan siswa dan sedikit bertanya ada kesulitan atau tidak ? pada pertemuan ini siswa belum mengalami kesulitan.
(c)      Pertemuan III
Dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 4 Agustus 2012. Pada pertemuan ini saya akan membahas Konsep bilangan berpangkat diterapkan dalam penyelesaian masalah secara benar. Sebelum itu, untuk memantapkan materi sebelumnya siswa disuruh mengerjakan soal-soal kemudian siswa disuruh maju untuk menuliskan hasil pekerjannya sendiri, dimaksudkan agar siswa-siswai aktif dalam proses pembelajaran.
Pada pertemuan ini saya merupakan ertemuan terahir sebelum ulangan harian 1.
(d)     Pertemuan IV
Dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 10 Agustus 2012 siswa masuk semua. Pada jam pertama pada pertemuan ini diadakan ulangan harian 1. Materi ulangan dari awal sampai pertemuan terahir ini alokasi waktunya selama 2 jam pelajaran.
(e)       Pertemuan kelima
Dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 11 Agustus 2012. Pada pertemuan ini diadakan remidi bagi siswa yang masih mendapat nilai dibawah setandar. Selanjutnya membahas soal-soal ulangan yang dianggap siswa sulit.
(f)       Pertemuan VI
Dilaksanakan pada hari Jum’at  tanggal 7 Septembar 2012. Pada pertemuan ini saya membahas tentang materi salanjutnya menerapkan oprasi pada bilangan irrassional ( bentuk akar ). Pertemuan ini juga merupakan penilaian saya dalam PPL sebelum pelajaran selesai saya megadakan perpisahan dengan siswa, kalu mulai minggu depan sudah tidak masuk kekelas kecuali kalau masih disuruh untuk menggantikan guru pamong yang masih sibuk mempersiapkan akreditasi sekolah SMK Muhammadiyah Sampang.


















Prodi  Pendidikan Matematika
Kegiatan Pembelajaran Praktikan
Pada pertemuan pertama, saya diberi kesempatan oleh guru pamong untuk melakukan observasi terlebih dahulu, guna mengetahui sifat atau sikap siswa-siwa SMK, dan bagaimana cara guru pamong mengajar serta menguasai siswa di ruang kelas. Saya dipercaya untuk mengajar kelas XI, khususnya kelas XI TKR 1, 2 dan 3. Setiap saya mengajar masuk ke kelas, guru pamong mendampingi saya menilai di belakang, dan memberikan komentar atas proses berjalannya pembelajaran.
2.      Pertemuan pertama
Pada peretemuan pertama saya mengajar tentang “Fungsi”, di kelas TKR (Teknik Kendaraan Ringan) I. Setiap saya melakukan kegiatan pembelajaran, guru pamong mendampingi saya, dan memberikan komentar atas apa yang telah saya ajarkan pada siswa. Untuk pertemuan pertama jumlah siswa TKR I yang hadir sebanyak 21 siswa, ada beberapa anak yang tidak dapat mengikuti proses belajar dikarenakan sakit, dan ada juga yang tanpa keterangan, jumlah siswa yang tidak berangkat sebanyak 11 anak.
 Untuk apersepsi atau kegiatan awal karena saya masuk pada jam pertama yaitu jam 1-2, hari selasa, saya mulai pembelajaran dengan memimpin membaca doa dan tadarus Al-quran bersama, lalu saya mengabsen siswa satu-persatu. Sebelumnya saya menjelaskan terlebih dahulu kepada siswa tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar serta tujuan yang akan dicapai setelah mempelajari materi yang akan disampaikan. Metode yang saya pakai terkait indikator yang pertama ini yaitu menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Karena menurut saya jika materi Fungsi ini memakai metode Jigsaw atau metode yang lainya tidak akan bisa berjalan, alasan pertama karena materi fungsi yang meliputi relasi, materinya terbilang sederhana atau sedikit, dan tidak ada rumus-rumus tertentu yang menguras otak.
Sebelum saya memulai menjelaskan materi, untuk kegiatan inti yang pertama yaitu eksplorasi, saya memfasilitasi siswa  agar terjadi interaksi anatar siswa dengan guru, dan siswa dengan siswa, dengan menggunakan sumber belajar yang ada, seperti buku paket atau LKS (Lembar Kerja Siswa) untuk mempelajari materi tentang relasi dan fungsi. Setelah para siswa mempelajari materi secara individu, saya menjelaskan materi dengan memberikan pengertian dan contoh tentang relasi dan fungsi, yang di dalamnya mencangkup pengertian relasi, contoh relasi, pengertian fungsi, contoh fungsi, dan sifat-sifat fungsi. Disaat saya menjelaskan materi saya tidak terlalu banyak menulis, yang sekiranya menurut saya dan siswa perlu dicatat saya sarankan siswa untuk mencatatnya. Karena sepengetahuan saya anak-anak SMK atau STM lebih banyak atau mayoritas anak laki-laki biasanya malas mencatat,dan tebakan saya benar, ketika saya memberikan contoh soal yang banyak, kemudian para siswa mengeluh. Disaat saya menulis saya menyarankan siswa untuk mencatat apa yang saya catat di papan tulis, jadi ketika saya memberikan penjelasan semua siswa memerhatikan. Saya memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada materi yang kurang dimengerti. Mungkin karena ini pertemuan pertama semua siswa terlihat mengikuti proses belajar dengan baik, semua siswa memperhatikan apa yang saya jelaskan di depan. Ada beberapa anak yang merasa masih kebingungan membedakan relasi dengan fungsi, dan ada juga anak yang kurang paham dengan sifat-sifat fungsi. Saya memberikan penjelasan kembali mengenai apa yang siswa tadi tanyakan kepada saya. Tetapi jika siswa kurang jelas dengan apa yang saya sampaikan, saya menugaskan semua siswa untuk mengerjakan soal yang telah saya siapkan, yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai materi yang telah saya sampaikan. Saya memberikan kesempatan untuk menganalisis dan menyelesaikan soal.
Soal dibahas bersama di kelas, dan saya memberikan kesempatan untuk siswa yang ingin menyampaikan pendapatnya di depan kelas yang lain menanggapi pekerjaan temannya. Saya sebagai guru saat itu memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan maupun tulisan dalam menjawab pertanyaan siswa yang mendapat kesulitan dalam menyelesaikan tugas. Selain sebagai narasumber dan fasilitator guru juga sebagai motivator, memberikan pujian kepada siswa yang telah berhasil menyelesaikan tugas.
Pada pertemuan pertama ini saya langsung memberikan tugas individu sebagai pekerjaan rumah, dengan tujuan agar siswa mempelajari apa yang telah di bahas di sekolah.
Kegiatan akhir saya bersama siswa bersama-sama mengambil kesimpulan atau merangkum materi, dan melakukan penilaian terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram. Sebeluum menutup proses belajar saya mengingatkan dan menugasi siswa untuk mempelajari materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Dan saya menutup proses belajar dengan berdoa bersama dan mengucapkan salam.
Setelah keluar dari kelas, guru pamong langsung memberikan komentar atas bagaimana cara saya mengajar, komentar yang pertama yang saya dapat sudah cukup bagus, suara sudah keras, bisa menguasai siswa, hanya saja kurang detail dalam menjelaskan materi, harus lebih mengkaitkan materi yang sedang diajarkan dengan materi-materi kelas satu. Seperti sedikit menyinggung tentang himpunan, bagaimana kurung kurawal itu, bagaimana cara menliskan himpunan pasangan berurutan, dan bagaimana menggambar grafik cartesius yang berhubungan dengan garis bilangan. Jadi harus lebih detail lagi.

3.      Pertemuan kedua
Seperti biasa kegiatan awal sebelum proses belajar, saya awali dengan mengucapkan salam dan memimpin doa sekaligus tadarus surat-surat pendek bersama, lalu mengabsen siswa satu-persatu. Saya menugasi semua siswa untuk mengulas kembali materi yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya yaitu tentang pengertian relasi fungsi dan contoh-contohnya. Guru dan siswa membahas PR bersama. Guru memberikan kesempatan bertanya mengenai PR yang telah dibahas, jika tidak ada guru melanjutkan materi.
Guru menjelaskan materi tentang sifat-sifat fungsi. Saya memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri mengenai materi yanga akan dipelajari yaitu sifat-sifat fungsi dengan menggunakan sumber yang ada, agar terjadi interaksi anata siswa dengan guru, dan siswa dengan siswa. Saya mengawasi dan membimbing jalannya kegiatan tersebut. Saat itu ada anak yang bertanya kepada saya, apa bedanya fungsi bijektif dengan fungsi surjektif. Saya mencoba menjelaskan kemabali kepada semua siswa tentang pengertian dan perbedaan antara ketiga sifat fungsi tersebut. Untuk menegtahui sejauh mana siswa menguasai materi yang telah dibahas, saya memberikan kuis, agar suasana kelas terasa lebih aktif dan kompetitif. Semua siswa terlihat aktif saat berlomba-lomba agar bisa mengerjakan kuis lebih dulu di depan kelas, karena setiap siswa yang dapat mengerjakan kuis di depan kelas mendapat poin atau nilai tambahan tersendiri. Tak banyak dari para siswa yang mencoba mengerjakan kuis di depan kelas menjawab kuis dengan benar. Tetapi saya mencoba menghargai keberanian mereka mengerjakan kuis di depan kelas dengan memberikan sedikit pujian dan tepuk tangan sebagai perayaan keberhasilan siswa dalam menyelesaikan soal dengan baik. Selain sebagai motivator guru juga berperan sebagai moderator untuk mengatur jalannya persaingan antar siswa dan mengatur jalannya proses pembelajaran.
Waktu menunjukan pergantian jam mata pelajaran kurang sepuluh menit lagi. Saya memimpin siswa untuk menarik kesimpulan mengenai materi yang telah diajarkan. Dan saya mengingatkan kepada siswa materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya yaitu menerapkan konsep fungsi linear. Kemudian saya mengakhiri proses belajar dengan memimpin doa dan mengucapkan salam untuk menutup pertemuan.
Seperti biasa, setelah saya dan guru pamong keluar dari kelas guru pamong mengomentari cara saya mengajar untuk pertemuan ke dua memberikan contoh cukup satu kali saja, tidak perlu di ulang-ulang, kalau ada siswa yang belum paham langsung ke soal saja biar lebih mengetahui sasaran atau pada bagian mana yang belum mereka kuasai.



4.      Pertemuan ke tiga
Untuk pertemuan yang ke tiga kalinya saya masuk kelas. Untuk pertemuan yang ke tiga saya mengajar tentang “Fungsi Linear”. Sebelum saya memulai pembelajaran, saya mengawali pertemuan dengan mengucapkan salam dan memimpin membaca doa. Saya memberi tahu kepada siswa untuk kompetensi dasar dan indikatornya, serta tujuan apa saja yang akan dicapai setelah mempelajari indicator yang satu ini. Untuk materi fungsi linear saya disi menggunakan metode jigsaw. Sebelumnya saya memulai kegiatan belajar, saya memberikan arahan bagaimana cara kerja metode jigsaw ini. Metode jigsaw ini adalah cara belajar dengan berkelompok. Saya membagi siswa secara heterogen menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok maksimal terdiri dari 4 sampai 5 anak. Setiap anak mendapatkan soal yang berbeda. Setiap siswa yang mendapat soal nomor satu berkumpul dengan soal nomor satu, dan siswa yang mendapat soal nomor 2 berkumpul dengan soal nomor 2, begitupun seterusnya dengan nomor soal yang lain, untuk mendiskusikan materi dan soal yang telah di berikan. Setelah soal selesai dikerjakan, para siswa kembali ke kelompok semula untuk menjelaskan materi atau soal yang telah di dapatkan setelah berdiskusi kelompok dengan kelompok awal dan wajib menjelaskan kepada teman sekelompoknya. Jadi setiap siswa diwajibkan menjelaskan kepada teman-teman sekelompoknya tentang soal yang telah dibahas. Apabila ada siswa yang kurang paham dengan penjelasan dari teman sekelompoknya siswa dapat bertanya ke kelompok awal yang sebelumnya sama-sama membahas materi atau soal yang sama. Jika dengan cara seperti itu siswa belum paham juga, siswa boleh bertanya langsung kepada saya. Saya mengalami kesulitan saat membagi kelompok menjad. Saya berkeliling melihat keaktifan para siswa dalam berdiskusi. Pada saat berdiskusi lebih banyak siswa yang mengobrol daripada yang membahas materi atau soal yang telah di sediakan. Tidak semua siswa berhasil atau dapat menjelaskan materi atau soal tersebut terhadap teman sekelompoknya. Sebagian siswa mengeluh dengan metode atau cara yang saya pakai ini. Pendapat sebagian besar siswa mengenai metode ini adalah terlalu susah untuk diterapkan pada anak-anak SMK, waktu habis dipembagian kelompok. Dan mereka mengakui jika mereka dikelompokan yang terjadi bukan membahas materi tetapi membahas yang diluar materi. Ada juga yang berkomentar metode ini bagus digunakan, sekaligus untuk memupuk keakraban antar siswa dan semua siswa bisa ikut aktif sehingga bisa sedikit belajar menjelaskan atau mempresentasikan hasil jawaban kepada teman sekelompoknya.
Saya merasa senang dengan umpan balik atau tanggapan mereka tentang metode atau cara mengajar yang saya pakai. Karena komentar mereka adalah saran yang membangun juga untuk saya dan kemajuan bersama kedepannya.
Setelah semua siswa menjelaskan materinya masing-masing kepada semua teman sekelompoknya, siswa kembali ke tempat masing-masing untuk bersama-sama menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari bersama tadi. Guru sebagai narasumber dan fasilitator memberikan penguatan dalam bentuk lisan maupun tulisan garis besar tentang fungsi linear. Dan saya mengingatkan siswa untuk materi selanjutnya masih membahas tentang fungsi linear yang akan dibahas bersama. Karena dikhawatirkan jika metode jigsaw ini kurang berhasil, maka dipertemuan minggu depan saya akan menjelaskan materi fungsi linear dengan lebih mendetail.
Waktu menunjukan jam pelajaran telah usai. Saya memimpin doa untuk mengakhiri proses belajar dengan membaca doa bersama dan menutup pertemuan dengan mengucapkan salam.
Komentar guru pamong terhadap saya ssat itu adalah, harus lebih sabar menghadapi siswa SMK yang mayoritas adalah laki-laki. Guru pamong menghargai saya berani mencoba menerapkan metode jigsaw di SMK, walaupun memang kenyataannya butuh kesabaran dan strategi yang lebih matang lagi untuk menguasai siswa-siswa SMK. Dan guru pamong menyarankan saya untuk mengulang materi fungsi kinear untuk dibahas ulang dipertemuan berikutnya.


5.      Pertemuan ke empat
Mengucapkan salam, memimpin doa dan tadarus bersama kemudian mengabsen siswa satu-persatu adalah kegiatan rutinitas yang saya lakukan setiap saya mengajar memasuki ruang kelas di jam pertama. Sedikit member motivasi kepada siswa mengenai pentingnya belajar, jangan samapai menyesal di akhir nantinya, gunakan waktu sebaik mungkin untuk berusaha menggapai cita-citamu, agar kelak dapat membahagiakan dan membalas segala jasa kedua orang tua kita.
Kali ini sesuai perintah dari guru pamong, saya dimintai untuk membahas materi tentang fungsi linear. Karena dikhawatirkan saat berdiskusi hari lalu banyak siswa yang belum paham betul tentan fungsi linear.
Kali ini saya menggunakan metode biasa seperti ceramah, dan tanya jawab, atau lebih dikenalnya dengan metode STAD. Saya menjelaskan materi terlebih dahulu secara bertahap dan mendetail kepada siswa. Siswa memperhatikan dan mencatat apa yang saya katakan. Setelah saya memberikan penjelasan tentang materi yang saya ajarkan, saya selalu berkeliling melihat atau membimbing secara langsung kegiatan siswa, sekaligus menanyakan sejauh mana mereka memahami akan materi yang saya jelaskan di depan, jika ada yang belum paham saya memberikan kesempatan kepada mereka semua untuk tidak segan-segan bertanya. Jika
Saya menugasi semua siswa untuk menyimak materi grafik fungsi linear dan gradient garis. sya berkeliling untuk melihat langsung kegiatan siswa. Saya memberiakn kesempatan untuk siswa bertanya, dan saya memfasilitasi siswa untuk berinteraksi antar siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Saya juga memberikan kepada siswa jika ada yang mau memberikan pendapat yang berkaitan dengan fungsi linear. Jika tidak ada siswa yang bertanya materi dapat dilanjutkan ke poin yang selanjutnya. Sejauh ini dalam mempelajari fungsi linier dari pengamatan saya siswa kesulitan dalam menentukan persamaan. Mereka berkomentar terlalu banyak rumus dan cara-cara menyelesaikannya yang terlalu panjang. Saya memberikan pengertian kepada mereka, rumus yang dipakai pada materi fungsi linear hanya ada dua rumus, yang pertama rumus mencari gradient dan yang kedua rumus mencari persamaan.
Materi belum selesai, tapi waktu menunjukan jam ganti pelajaran kurang sepuluh menit lagi, saya gunakan untuk menarik kesimpulan atau sedikit mengulang apa yang sudah saya ajarakan hari itu. Untuk pertemuan selanjutnya saya memberi tahu kepada semua siswa bahwa saya akan melakukan ulangan atau evaluasi untuk materi fungsi dan fungsi linear. Dan berpesan untuk mempelajari materi dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi ulangan besok.
Saya memimpin membaca doa dan menutup pertemuan dengan mengucapkan salam.
6.      Untuk pertemuan ke lima siswa meminta jam tambahan untuk materi fungsi linear, karena masih banyak siswa yang kurang paham, dan atas ijin dari guru pamong juga saya mengulang sedikit untuk memantapkan materi tentang fungsi linear. Dan pertemuan selanjutnya adalah ulangan sebagai pertemuan terakhir saya mengajar.
7.      Pertemuan enam. Untuk pertemuan yang ke enam, saya melakukan ulangan untuk kelas TKR 1, 2, dan 3. Ulangan saya meminta siswa untuk mengumpulkan buku catatan, LKS dan Buku cetak yang mereka punya, untuk mengurangi kemungkinan siswa untuk menyontek. Tetapi usaha tersebut tidak berpengaruh bagi siswa untuk tidak mencotek. Pada saat ulangan saya berkeliling di kelas untuk mengawasi setiap siswa dalam mengerjakan. Pada saat ulangan masih banyak siswa yang mencontek teman sebangkunya, ada juga beberapa anak yang berjalan-jalan mencari jawaban. Untuk ulangan kali ini guru pamong tidak mendamping saya di kelas.
Dan di akhir ulangan, saya meminta para siswa untuk menuliskan kritik dan saran selama saya mengajar di SMK Muhammadiyah Sampang. Tentunya dengan kritik dan saran dapat membangun diri saya jauh menjadi lebih baik.


4. Prodi Pendidikan Ekonomi
B. Pelaksanaan Pembelajaran
            Selama mengadakan praktik pengalaman lapangan di SMK Muhammadiyah Sampang, guru praktikan melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas dan laboratorium Akuntansi sejumlah 8 kali dengan perincian sebagai berikut :
A.     Pertemuan di kelas
1.      Pertemuan I
Hari Kamis, tanggal 2 Agustus 2012 dengan alokasi waktu 4 jam (07.30 – 09.30 wib).
Pada pertemuan I  ini guru praktikan membuka dengan salam dan mengabsen siswa, serta berdoa. Selanjutnya, lebih condong kepada perkenalan dan kegiatan yang cenderung saling mengenal. Proses adaptasi guru praktikan lakukan di segmen awal dalam pertemuan I ini. Guru pembimbing hadir pada kesempatan ini, dan menunggui guru praktikan sampai selesai pengajaran. Di akhir pertemuan guru pembimbing memberikan saran-saran dan masukan yang sangat membangun untuk guru praktikan, yaitu mengenai kurang kerasnya suara guru praktikan. Guru pembimbing meminta kepada guru praktikan untuk lebih mengeraskan volume suara, agar semua siswa di dalam kelas tersebut mendengar dengan jelas. Mengenai cara mengajar, metode dan pembawaan, guru pembimbing menyatakan sudah bagus. Pertemuan guru praktikan akhiri dengan salam dan berdo’a bersama, belum ada pekerjaan rumah yang guru praktikan berikan kepada siswa, karena materi yang guru praktikan sampaikan belum penuh semua tersampaikan, dan belum memcukupi untuk diberikan pekerjaan rumah. Hanya sebatas pesan-pesan untuk membaca materi yang akan datang.
2.      Pertemuan II
Hari Selasa, tanggal 7 Agustus 2012 dengan alokasi waktu 4 jam (07.30 – 09.30 wib).
Pertemuan II ini dibuka dengan salam, bertanya kabar, berdo’a akan belajar dan mengecek daftar hadir siswa. Untuk pertemuan II ini nihil, dan siswa terlihat antusias untuk menerima hal-hal yang akan disampaikan oleh guru praktikan. Pada pertemuan ke II ini guru praktikan menerangkan kepada siswa materi dengan SK yaitu Mengelola Dokumen Transaksi dan dengan SK yaitu Mengidentifikasi Dokumen Transaksi, untuk kesempatan ini yang guru praktikan jelaskan hanya menyebutkan peralatan dan mengelompokkan dokumen transaksi. Hal ini dikarenakan banyaknya materi yang harus disampaikan dalam indicator ini. Siswa tidak mengalami kesulitan, cepat tanggap dan cenderung aktif menjawab pertanyaan guru praktikan. Materi ditutup dengan do’a dan belum pekerjaan rumah mengingat materi cenderung latihan yang harus dipantau dengan seksama, diakhiri dengan salam, dan mengingatkan siswa untuk kembali membaca materi yang akan datang.
3.      Pertemuan III
Hari Selasa, tanggal 28 Agustus 2012 dengan alokasi waktu 5 jam (07.00 – 11.30 wib).
Pada pertemuan III ini guru praktikan membuka dengan salam, bertanya kabar, berdo’a dan juga mengecek daftar hadir siswa. Untuk pertemuan III ini terdapat 3 anak tidak hadir, 2 siswa ada acara keluarga (dengan surat), sedangkan 1 siswa sakit (dengan surat). Materi yang guru praktikan sampaikan dengan menggunakan metode diskusi informasi dan ceramah, materi berkaitan dengan menyiapkan bukti transaksi dan sedikit memasuki KD 2 yaitu Memverifikasi dokumen transaksi dengan indicator  yang diajarkan yaitu point pertama yaitu Pemberian Kode Akun. Siswa tidak mendapatkan kendala dalam materi ini, hanya beberapa anak yang memang kurang mempersiapkan materi sedikit kebingungan saat mencoba memberikan kode akun.
Guru Pamong tidak hadir di tempat dikarenakan sedang akreditasi dan harus mengurus proses akreditasi tersebut. Materi ditutup dengan pemberian PR kepada siswa, dan berpesan untuk membaca materi selanjutnya, sedikit diberikan motifasi mengenai berharganya ilmu. Akhirnya dengan do’a dan salam diakhirilah pertemuan III ini.
4.      Pertemuan IV
Hari Kamis, tanggal 30 Agustus 2012 dengan alokasi waktu 5 jam (13.30 – 17.00 wib).
Pertemuan IV ini dibuka guru praktikan dengan salam dan absensi siswa. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, kali ini papan tulis masih kotor dengan tulisan-tulisan, sehingga petugas piket harus membersihkan papan tulis terlebih dahulu. Dilanjut dengan membahas PR pertemuan lalu. Alokasi waktu selama 1 jam untuk membahas PR. Dengan kesimpulan siswa rata-rata sudah memahami dengan baik mengenai materi yang berkaitan dengan PR tersebut. Materi selanjutnya yang guru praktikan sampaikan kepada siswa yaitu masih KD 2 dengan 2 indikator sekaligus, yaitu mengenai menentukan jumlah debet dan kredit pada setiap akun dan menganalisa dokumen transaksi dengan cermat. Untuk materi ini guru praktikan menggunakan metode diskusi, dimana guru praktikan membuat kelompok dalam kelas sejumlah 5 kelompok dengan ketentuan, setiap kelompok saya beri dokumen transaksi yang sudah jadi dan guru praktikan menyuruh setiap kelompok untuk menganalisisnya, dengan ending yaitu setiap kelompok harus mengeluarkan satu anak untuk mempresentasikan analsisis kelompok mereka. Tidak ada kesulitan dalam materi ini. Guru Pamong hadir dan menunggui di belakang. Tidak ada pesan dari guru pamong, hanya mengobrol kecil mengenai bagaimana menjadi guru yang professional dan bersertifikasi. Pertemuan ke IV ini guru praktikan tutup dengan do’a dan salam. Guru praktikan  tidak memberikan PR kepada siswa, dikarenakan siswa terlihat keletihan karena jam guru praktikan  jatuh setelah jadwal apel kelas tersebut. Demikianlah Pertemuan IV ini diakhiri.

B.     Pertemuan Di Laboratorium Akuntansi
1.      Pertemuan V
Hari Selasa, tanggal 4 September 2012 dengan alokasi waktu 5 jam (07.00 – 11.30 wib).
Pada pertemuan ke V ini, guru praktikan membuka dengan salam dan berdo’a bersama. Dilanjutkan dengan mengecek kehadiran siswa. Tidak seperti pertemuan sebelumnya, pertemuan ke v ini dilangsungkan di Laboratorium Akuntansi, mengingat materi yang akan diajarkan sangat berkaitan dengan analisis yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Dan juga, Laboratorium Akuntansi mempunyai fasilitas kedap udara serta ber-AC, sehingga sangat nyaman untuk belajar. Materi untuk pertemuan v ini mulai memasuki KD 3 yaitu memproses dokumen transaksi. Dengan materi seluruhnya disampaikan yaitu pencatatan dokumen transaksi berdasarkan urutan kronologis. Metode penyampaian yang saya gunakan yaitu dengan direct learning. Dengan sedikit menerangkan dan lebih banyak latihan-latihan, dikarenakan materi ini dapat tuntas disampaikan hanya dengan meminimalkan ceramah dan ketearangan dan memaksimalkan latihan untuk semua siswa. Siswa sangat antusias dalam materi ini, Bahkan sebagian siswa yang duduk didepan berulang kali maju ke meja guru untuk bertanya langkah-langkah yang tepat dalam hal materi ini. Untuk pertemuan kali ini guru praktikan tidak menggunakan diskusi karena, sebagian siswa hanya menunggu siswa yang dirasa pintar untuk mengerjakan soal-soal maupun telaah yang diberikan dalam kelompok tersebut. Guru Pamong hadir, dan memberikan pesan-pesan berupa pemilihan metode sudah cukup baik, namun perlu dicermati mengenai andil guru dalam pengajaran tersebut jangan terlalu intensif, dengan asumsi, siswa akan merasa dimanjakan dengan penerangan-penerangan dari guru praktikan. Biarlah siswa berfikir sendiri, dan jika memang sekiranya sudah tidak mampu untuk melanjutkan, barulah guru praktikan mengambil peran dalam menerangkan langkah-langkah tersebut secara gambling. Materi ditutup dengan pemberian tugas untuk dikumpulkan untuk mencatat dokumen transaksi secara urut dengan soal dari guru praktikan. Pertemuan V ini ditutup dengan do’a akhir belajar dan salam.
2.      Pertemuan VI
Hari Kamis, tanggal 6 September 2012 dengan alokasi waktu 5 jam (13.30 – 17.00 wib).
Pertemuan VI ini dibuka dengan salam, bertanya kabar serta mengecek daftar hadir. Pada kesempatan Pertemuan vi ini semua siswa hadir (nihil). Dilanjutkan dengan pembahasan tugas pertemuan lalu. Untuk efektifnya waktu, tugas dikumpulkan dan akan diumumkan nilainya di papan pengumuman. Materi yang diberikan pada pertemuan vi ini adalah KD 4 yaitu Penyediaan peralatan yang dibutuhakan untuk pengarsipan dokumen transaksi dan ditambah dengan satu materi lagi yaitu penerapan tekhnik penyimpanan dokumen transaksi. Metode yang guru praktikan gunakan adalah ceramah. Guru Pamong hadir di tempat dan tidak memberikan pesan, hanya mengobrol kecil mengenai perusahaan-perusahaan yang ada di daerah tempatan sekolah tersebut. Siswa mudah mencerna materi yang diberikan, rata-rata siswa sudah membaca materi. Pertemuan ke vi ini diakhiri lebih cepat karena, guru-guru akan mengadakan kunjungan pada salah satu mitra guru yang sedang hajatan. Pertemuan di akhiri dengan do’a dan salam. Tak lupa, sebelum pulang guru praktikan berpesan untuk membaca materi yang akan datang.
3.      Pertemuan VII
Hari Selasa, tanggal 11 September 2012 dengan alokasi waktu 5 jam (07.00 – 11.30 wib).
Pada pertemuan ke VII ini, guru praktikan membuka pertemuan dengan salam dan berdo’a bersama. Tidak lupa guru praktikan, mengecek daftar hadir siswa. Semua siswa hadir. Guru Pamong hadir di tempat, dan mengamati serta mengadakan penilaian. Guru praktikan menggunakan metode ceramah dan tukar informasi. Materi yang diberikan adalah terkait dengan KD 4 dengan point mengenai penerapan tekhnik penyimpanan dokumen transaksi. Sebenarnya masih ada satu lagi materi yang akan diajarkan yaitu mengenai point terakhir dari KD 4. Tetapi guru praktikan memutuskan untuk mengajarkan besok (pertemuan berikutnya). Proses belajar mengajar berjalan dengan lancar, tanpa kendala. Siswa tidak mengalami kesulitan terhadap materi ini. Guru pamong memberikan saran-sarannya yaitu berkaitan dengan interaksi antara guru praktikan dengan siswa, guru praktikan dihimbau untuk lebih sering menatap siswa, dan tidak terpaku pada papan tulis. Ditambah lagi dengan antisipasi untuk tidak menerangkan sambil menulis di papan tulis. Guru pamong menyatakan model, dan metode pengajaran yang digunakan sudah tepat. Pertemuan ini guru praktikan tutup dengan pemberitahuan mengenai akan diadakannya ulangan pada jam terakhir untuk pertemuan besok. Dan diakhiri dengan berdo’a bersama dan salam
4.      Pertemuan VIII
Hari Kamis, tanggal 13 September 2012 dengan alokasi waktu 5 jam (13.30 – 17.00 wib).
Pada pertemuan ke VIII ini, guru praktikan membuka dengan salam dan berdo’a bersama. Tak lupa guru praktikan menanyakan kabar dari para siswa dan disusul dengan mengabsen daftar hadir dari para siswa. Pada kesempatan ini, semua siswa hadir semua, dan tepat pada waktunya/ tidak ada yang terlambat. Guru pamong hadir dalam kesempatan ini unutk mengadakan penilaian yang terakhir. Guru praktikan memulai pelajaran dengan sedikit memancing dan mengadakan review materi yang kemarin, dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang membangun dan mengarah pada materi sebelumnya. Siswa dirasa faham dengan materi yang lalu. Untuk materi pada pertemuan ke VIII ini yaitu sesuai dengan jadwal yang telah dibuat oleh guru praktikan yaitu mengenai KD 4, dengan point yaitu penyimpanan dokumen transaksi. Materi ini sangat singkat, sehingga guru praktikan mengedepankan sisi factor-faktor penunjang untuk menambah pengetahuan siswa. Materi selesai dengan ulangan segera dilaksanakan. Semua buku yang berkaitan dengan Akuntansi dikumpulkan di depan. Tak lupa duduk dari para siswa dirolling, sehingga kecil kemungkinan untuk mencontek. Materi ulangan dari pertemuan sebelumnya (Pertemuan ke I sampai dengan pertemuan ke VII). Ulangan berjalan dengan lancar, guru pamong ikut andil dalam menangani ketertiban dalam ulangan. Guru pamong mengingatkan guru praktikan untuk bersikap tegas saja kepada para siswa. Ulangan selesai dan dikumpulkan. Untuk sisa waktu yang terakhir digunakan oleh guru praktikan untuk berpamitan kepada siswa, dan memberitahu bahwa hari ini adalah pertemuan yang terakhir dengan siswa. Tak lupa guru praktikan memohon maaf atas kesalahan dari segi perkataan dan tingkah laku kepada siswa dan juga guru pamong. Disusul dengan menghaturkan terima kasih atas partisipasi dari guru pamong dan para siswa semua. Pertemuan diakhiri dengan pemberitahuan bahwa hasil ulangan akan dibagikan 2 hari setelah pertemuan, dan yang membagi adalah guru pamong. Dengan iringan do’a selesai belajar dan salam perpisahan serta angket saran dan kritik dari para siswa pada secarik kertas pertemuan ke VIII ini diakhiri.



















5.             Prodi Pendidikan Bahasa dan Satra Jawa
A.      Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran merupakan persiapan mengajar yang berisi hal-hal yang akan dilakukan guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang meliputi pemilihan materi, metode dan alat evaluasi.. Dalam praktik pengalaman lapangan yang kami jalankan, mahasiswi praktikan dituntut untuk mampu merencanakan kegiatan pembelajaran sebelum terjun langsung untuk praktik mengajar. Untuk Prodi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Jawa langkah kesiapan yang ditempuh dalam membuat perencanaan pembelajaran di SMK Muhammadiyah Sampang yaitu kesiapan tersebut diwujudkan dalam pembuatan perangkat mengajar yang meliputi perencanaan pembelajaran dalam program tahunan dan program semester, selain itu juga dituntut untuk mampu merencanakan materi yang harus disampaikan pada setiap pertemuan atau tatap muka dalam bentuk Recana Pelaksanaan Pembelajaran atau yang disebut RPP. Untuk menyusun perangkat penmbelajaran tersebut, ada beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain:
5.      Konsultasi dengan Guru Pamong
Dalam konsultasi dengan guru pamong, saya diberi pengarahan tentang bagaimana cara untuk menyusun perangkat pembelajaran yang meliputi kaldik, analisis minggu efektif, analisis materi pelajaran, program tahunan, progran semester, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya praktikan diberi silabus, program semeter, serta program tahunan.
6.      Orientansi kelas
Untuk menambah kesiapan mental dan memberikan gambaran kepada mahasiswa untuk melaksanakan praktik mengajar, mahasiswa praktikan danjurkan untuk melakukan orientasi kelas, atau surfvey kelas, satu kali pada minggu pertama
7.      Menyusun Perangkat Pengajaran
Selain mengadakan orientasi kelas, kami juga harus membuat perangkat pengajaran untuk materi yang akan kami ajarkan. Sesuai dengan kurikulum yang telah diberikan yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dikesempatan minggu pertama ini saya diberi kesempatan untuk mengajar kelas X Teknik Kendaraan Ringan, X Teknik Sepeda Motor, X Teknik Komputer Jaringan, X Teknik Permesinan, X Akuntansi. Yang semua terdiri dari 10 kelas.
8.      Mencari  sumber  materi serta bahan-bahan pengajaran.
Sebelum praktik mengajar, mahasiswa dituntut untuk mampu menguasai bahan-bahan ajar yang akan disampaikan kepada siswa. Dalam hal ini saya harus mencari materi yang berhubungan dengan pokok bahasan yang harus selesaikan. Referensi yang saya pakai:
1.         Dr. Sudi Yatmana. Drs. Yus Sudhoko, M.Pd. dan Drs. Haryanto Dwiatmoko. 2005. Kabeh Seneng Basa Jawa I SMA kelas X semesterI.
Semarang: Yudhistira
2.         Lks Star Idola Bahasa Jawa SMA kelas X semester I (Slamet, S.Pd.)
3.         Lks Fokus Bahasa Jawa SMA kelas X semester I
4.         Lks Sanggit Bahasa Jawa SMA-MA kelas X semester I (MGMP. Bahasa Jawa SMA-MA Kab. Kebumen)
5.         Dr. Darusuprapta. Dkk. 1994. Pedoman Penulisan Aksara Jawa. Yogyakarta: Pustaka Nusatama
6.      Kawruh Sapala Basa
B.       Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam pelaksanaan pembelajaran yang  saya laksanakan di kelas X Bahasa Jawa sekolah latihan (SMK Muhammadiyah Sampang), saya mengajar hanya tiga kelas karena guru pamong yang mengampu saya hanya memegang tiga kelas pada kelas X. Tetapi dikesempatan minggu pertama dan minggu kedua, saya diberi kesempatan untuk mengajar kelas X Teknik Kendaraan Ringan, X Teknik Sepeda Motor, X Teknik Komputer Jaringan, X Teknik Permesinan, X Akuntansi. Yang semua kelas X terdiri dari sepuluh kelas dikarenakan semua guru sedang mengadakan akreditasi dan saya mendapat amanat untuk langsung mengisi kelas. Dalam setiap pertemuan saya hanya mendapat pengawasan selama 2 kali. Dari hasil pengawasan itu guru pamong memberi beberapa masukan dan saran untuk saya bagaimana agar bisa menguasai kelas dengan baik dan urutan penyampaian materi agar siswa bisa tertarik dan paham  akan pelajaran yang kita sampaikan dalam mengajar bahasa jawa. Adapun pengalaman yang telah praktikan laksanakan, dapat diuraikan sebagai berikut:
Desy Dwijayanti (Kelas X)
1.      Pertemuan I
Pada pertemuan pertama tanggal 26 Juli 2012, saya mengajar dengan materi “Mendengarkan Teks Pengumuman Atau Wara-wara” di kelas X Teknik Komputer Jaringan 2. Kegiatan mengajar diawali dengan membuka salam disertai berdoa dan sebelum memulai pelajaran seluruh peserta didik wajib membaca tadarus Al Qur’an, dilanjutkan dengan presensi siswa di kelas tersebut dan perkenalan. Berkaitan dengan kehadiran siswa dari sejumlah 32 siswa, pada saat pertemuan pertama yaitu masuk semua(Nihil). Pertemuan ini saya menggunakan metode ceramah, karena menurut saya metode ini sangat tepat untuk di berikan kepada peserta didik supaya anak didik mudah dalam menerima materi yang saya berikan. Kegiatan inti diawali dengan memberikan penjelasan tentang pengertian wara-wara dan jenis-jenis wara-wara, kemudian saya memberikan dan membagikan contoh  pengumuman tentang wara-wara resmi dan wara-wara tidak resmi dengan media foto copi saya meminta salah satu peserta didik untuk membacakan wara-wara di depan kelas, dan siswa yang lain mendengarkannya. Kemudian saya memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan teks wara-wara yang dibacakannya. Kegiatan akhir saya gunakan untuk memberikan tugas rumah untuk membuat teks wara-wara, dan mengakhiri pelajaran dengan salam.
2.      Pertemuan II
Pada pertemuan ke dua tanggal 31 Juli 2012  saya mengisi kelas X Teknik Kendaraan Ringan 1, dengan materi “Cerita Pengalaman,” Kegiatan awal pelajaran diawali dengan salam, presensi siswa. Berkaitan dengan kehadiran siswa dari sejumlah 45 siswa, pada saat pertemuan kedua  ada lima siswa yang tidak masuk kelas. Pada pertemuan ini saya menanyakan pelajaran yang telah lalu untuk mengingat kembali dan menanyakan tugas yang diberikan sebelumnya. Kegiatan pembelajaran saya menggunakan metode ceramah karena menurut saya metode ini sangat tepat untuk di berikan kepada peserta didik supaya anak didik mudah dalam menerima materi yang saya berikan. Dan menggunakan metode demonstrasi agar peserta didik mempunyai keberanian menampilkan karyanya untuk maju ke depan. Kegiatan inti saya awali dengan menjelaskan materi pengertian cerita pengalaman dan memberi contoh cerita pengalaman yang berbeda. Setelah itu saya meminta siswa untuk membuat cerita pengalaman yang sudah saya arahkan. Pada saat pembelajaran saya melakukan pengamatan kepada kinerja peserta didik. Kegiatan akhir saya mengisi dengan menyimpulkan, dan memberitahukan kepada peserta didik untuk melanjutkan materi pelajaran cerita pengalaman pada pertemuan  yang akan datang dan mengakhiri dengan salam.
3.      Pertemuan III
Pertemuan ketiga pada tanggal 8 Agustus 2012 Saya mengisi kelas X Teknik Komputer Jaringan I dengan materi “Membaca Geguritan.” Kegiatan awal saya isi dengan salam, presensi. Berkaitan dengan kehadiran siswa dari sejumlah 33 siswa, pada saat pertemuan ketiga  ada satu siswa yang tidak masuk kelas. Pada kegiatan pembelajaran saya menggunakan metode ceramah, menggunakan metode karyawisata agar peserta didik tidak jenuh melakukan aktivitas pembelajaran dan bisa berani mengekspresikan secara lisan, yang terakhir saya menggunakan metode penugasan karena saya ingin mengetahui siswa dalam menyimak pembelajaran yang saya ajarkan. Kegiatan inti saya awali dengan menjelaskan pengertian geguritan, beserta unsur instrinsik, memberitahu poin-poin cara membaca geguritan. Kemudian selanjutnya yaitu memberi contoh cara membaca geguritan indah. Pada pertemuan ini ada tiga siswa yang bertanya. Setelah siswa sudah mendapat teks geguritan siswa di tuntut untuk membaca geguritan dengan indah secara bergantian. Pada saat siswa maju bergantian saya mengevaluasi hasil kerja siswa. Kegiatan akhir saya memberitahukan pelajaran yang akan datang dan mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam.
4.      Pertemuan IV
Pertemuan keempat pada tanggal 1 September 2012 saya mengisi kelas X Akuntansi dengan materi “Menulis Aksara Jawa”. Kegiatan awal saya isi dengan salam, presensi. Berkaitan dengan kehadiran siswa dari sejumlah 30 siswa, ada dua siswa yang tidak masuk kelas. Pada pertemuan ke empat saya mengguanakan metode ceramah karena selama kegiatan pembelajaran saya ingin anak didik saya paham dengan materi yang saya sampaikan, dan mengguanakan metode akserenasi saya ingin membangkitkan minat belajarnya bertambah dalam mempelajari akasara jawa, dan siswa dapat berlomba-lomba menyebutkan aksara jawa beserta pasangan dan sandhangannya. Menggunakan metode kelompok agar peserta didik mampu saling membantu bagi siswa yang tidak bisa menulis aksara jawa. Kegiatan inti diawali dengan menjelaskan atau menyampaikan materi tentang menulis aksara jawa. Pada pertemuan ini ada dua siswayang bertanya. Kemudian saya lanjutkan dengan akserenasi yaitu bermain kartu setiap kartu berisikan huruf aksara jawa beserta pasangan dan sandhangan. Saya mengambil dari beberapa kartu yang saya tunjukan dan meminta siswa untuk menyebutkan huruf aksara jawa yang saya berikan. Setelah itu saya mambantu siswa untuk membentuk kelompok dan membagikan empat buah kartu yang  terdiri dari sepuluh soal menulis kalimat ke dalam huruf jawa. Tiap kelompok mendapatkan soal yang berbeda. Kegiatan akhir saya isi dengan menyimpulkan materi, mengumpulkan tugas yang saya berikan dan  mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam.
5.      Pertemuan V
Pertemuan kelima tanggal 7 September 2012 dengan materi ”Cerita Pengalaman” di kelas X Teknik Komputer Jaringan II. Pada pertemuan hari ini saya awali dengan berdoa bersama, tidak lupa siswa wajib bertadarus sepuluh suratan. melakukan presensi. Berkaitan dengan kehadiran siswa dari sejumlah 32 siswa, pada saat pertemuan kelima ada tiga siswa yang tidak masuk. Dilanjutkan saya menyiapkan bahan ajar pada pertemuan hari ini. Dan menanyakan materi yang pernah diajarkan dengan cara tanya jawab. Kegiatan inti saya awali dengan menyiapkan tugas siswa yang sudah mereka kerjakan pada minggu lalu, saya mengambil beberapa pekerjaan siswa untuk dibacakan di depan kelas secara bergantian. Saya mengevaluasi satu persatu cara membaca siswa dan sesuai dengan karakter yang diceritakannya. Kegiatan akhir saya isi dengan menyimpulkan materi, memberitahu untuk materi yang akan datang dan mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam.
6.      Pertemuan VI
 Pada pertemuan ini saya menyampaikan materi tentang “ Menulis Aksara Jawa.” Di kelas X Akuntansi memasuki kegiatan awal saya isi dengan salam, presensi. Berkaitan dengan kehadiran siswa dari sejumlah 30 siswa, pada saat pertemuan ke enam tidak ada siswa yang tidak masuk kelas.  Kegiatan inti pada pertemuan terakhir sebenarnya sama dengan pertemuan keempat cuma bedanya saya menjelaskan tentang ada berapa huruf aksara murda, aksara rekan, dan aksara swara beserta pasangannya.. Kegiatan akhir saya isi dengan menyimpulkan materi, mengumpulkan dan memberi tugas kepada siswa menulis wacana menggunakan aksara Jawa dan  mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan salam.

C.      Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran
Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran pada kelas X. Evaluasi saya lakukan dengan menggunakan tes tertulis yaitu setiap siswa mengarang cerita pengalaman dengan tema bebas. Dan pada pertemuan berikutnya saya beri sepuluh soal essay menulis kalimat ke dalam huruf jawa. Soal essay kelas X Teknik Komputer Jaringan(TKJ) II, X Akuntansi, dan kelas X yang lain berbeda dengan tujuan supaya siswa sebelumnya tidak berbuat curang, tetapi dengan soal yang berbeda. Untuk skor penilaian pada kelas X Teknik Komputer Jaringan(TKJ) II, X Akuntasi dan kelas X yang lain tetap sama.





BAB III
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
DAN TUGAS-TUGAS LAIN

A.     Kegiatan Ekstrakurikuler
1.      Guru mengakomodasi potensi, bakat, dan kemampuan dalam bidang-bidang tertentu, maka SMK Muhammadiyah Sampang, mengadakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang diperuntukan bagi siswa.
Tujuan pelaksanaan Ekstrakurikuler adalah :
1)            Untuk mengembangkan bakat dan minat siswa,
2)            Sarana aktualisasi dan pengembangan diri siswa,
3)            Meningkatkan prestasi siswa dalam bidang non akademik,
4)            Melatih kedisiplinan dan kreativitas siswa,
5)            Meningkatkan prestasi sekolah dalam lomba-lomba yang sesuai dengan kegiatan siswa.
Adapun kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan oleh SMK Muhammadiyah Sampang, tersebut antara lain : 
·         Pramuka
·         Palang Merah Remaja (PMR)
·         Jurnalis dan majalah dinding
·         Pecinta Alam (PASMA)
·         Olahraga (Bola Voli, Bola Basket, Tapak Suci, Bulu Bulu Tangkis, Sepak Takraw)
·         Marching band
·         Seni Baca Al-Qur’an
B.     Tugas-Tugas Lain
Selain mengikuti kegiatan ekstrakurikuler rutin di SMK Muhammdiyah Sampang, kami juga melaksanakan tugas lain yaitu :
1)            Membantu guru piket menangani siswa-siswa yang datang terlambat ke sekolah, terutama dilakukan setiap hari dan memberi pengarahan kepada siswa agar dikemudian hari siswa tersebut tidak terlambat untuk datang ke sekolah.
2)            Menggantikan atau mengisi kelas pada jam kosong dikarenakan guru yang bersangkutan dan mengajar pada jam tersebut tidak hadir.
3)            Mengikuti kegiatan olahraga bersama guru dan siswa di SMK Muhammadiyah Sampang yang dimaksudkan untuk persahabatan dan kekompakan antara guru dan mahasiswa PPL.
4)            Upacara Kemerdekaan 17 Agustus dilaksanakan di Lapangan upacara SMK Muhammdiyah Sampang.
5)            Pada bulan Ramadhan kami juga mengikuti Pesantren Kilat Ramadhan atau MABIT (Malam Bimbingan Iman dan Taqwa) untuk kelas X, XI, dan XII, yang dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu di SMK Muhammadiyah Sampang selama bulan Ramadhan. 
6)            Memandu kegiatan outbound dan penghijauan bersama IPM dan calon anggota IPM bertempat di Telaga Menjer Wonosobo.
7)            Mengikuti kegiatan PERSAMI (Perkemahan Sabtu Malam Minggu) bersama calon DA HW.



BAB IV
KENDALA-KENDALA DALAM PPL
DAN PEMECAHANNYA

A.           Kendala
Kendala- kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan adalah sebagai berikut :
1.      Dalam pelaksanaan PPL sebenarnya mahasiswa tidak mempunyai kendala yang serius. Hanya saja mahasiswa PPL menjumpai sedikit kebingungan dalam pembuatan perangkat pembelajaran. Hal ini disebabkan karena adanya contoh atau format perangkat yang beraneka ragam.
2.      Dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar mahasiswa PPL tidak mengalami hambatan karena keadaan kelas sudah kondusif. Hal ini tercipta karena kerjasama antara guru pamong dan mahasiswa sudah terjalin dengan baik. Sehingga tidak jarang guru pamong meminta mahasiswa mengajar dikelas sendiri untuk melatih dalam hal pengajaran dan tanggung jawab.
3.      Pada sebelum-sebelumnya  SMK Muhammadiyah Sampang belum pernah menerima mahasiswa PPL khususnya dari Universitas Muhammadiyah Purworejo, namun tidak menutup kemungkinan baik dari kami maupun pihak sekolah melakukan penyesuaian dalam segala aspek.
B.           Pemecahan
Dengan adanya kendala yang dihadapi, mahasiswa PPL memecahkan kendala yang dihadapi dengan cara :
1.        Konsultasi dengan guru pembimbing dan dosen pembimbing dalam pembuatan perangkat pembelajaran.
2.        Menciptakan komunikasi yang baik dengan semua komponen yang ada di SMK Muhammadiyah Sampang dengan cara senyum, salam, dan sapa kepada semua warga sekolah tanpa terkecuali.
3.        Menghargai perbedaan pendapat dan menerimanya dengan hati terbuka.
4.        Menjaga kekompakan kelompok PPL dilingkungan sekolah dengan cara menaati peraturan dan menjalankan apa yang seharusnya dilakukan khususnya dilingkungan sekolah.
5.        Menyesuaikan diri dengan sekolah dan mengkondisikan keadaan agar selalu tercipta suasana yang kondusif dan nyaman antara warga sekolah dengan mahasiswa PPL.


BAB V
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Dengan mengucapkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMK Muhammadiyah Sampang  dengan baik tanpa suatu halangan apapun. Selain mengembangkan potensi siswa dalam hal akademik SMK Muhammadiyah Sampang  juga mengembangkan potensi siswa dalam non akademik dan tidak lupa dalam hal bimbingan moral agama islam yang berpegang pada Al qur’an dan Hadist.
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMK Muhammadiyah Sampang dilakukan secara moving class, kegiatan dilaksanakan sesuai dengan stuktur kurikulum dan dilakukan melalui kegiatan pembelajaran, untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai dengan jurusannya.
Guna mengakomodasi potensi, bakat, dan kemampuan dalam bidang tertentu, maka pihak lembaga mengadakan berbagai ekstrakurikuler disekolah yang diperuntukan untuk siswa. Hal ini dilakukan untuk memacu kreatifitas siswa diluar jam pelajaran yang telah ditentukan. Dengan adanya berbagai fasilitas, sarana, dan prasarana diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam kegiatan belajar mengajar kami tidak mendapatkan hambatan yang berarti baik dalam penyusunan perangkat mengajar maupun disaat praktik mengajar didalam kelas. Guru-guru pamong selalu memberikan masukan dan bimbingan selama praktik mengajar berlangsung, sehingga bisa menjadi bahan peningkatan pengajaran dikelas. 
B.           Saran
1)            Dilingkungan SMK Muhammadiyah Sampang, koordinasi sudah terjalin dengan baik, transparansi dan familier yang berkembang diantara seluruh komponen, kedisiplinannya yang berperan dalam kegiatan belajar mengajar di SMK Muhammadiyah Sampang juga sudah baik.
2)            Jumlah buku dan literature untuk masing- masing mata pelajaran, ataupun jumlah dan jenis buku diruang perpustakaan sudah lengkap. Namun sarana dan prasarana lain seperti tempat parkir, dan proyektor. Karena untuk tempat parkir sepeda motor siswa kurang nyaman, dan di setiap kelas belum dipasang proyektor. sehing, karena masih ada ruangan yang belum dipasang Proyektor dan di ruang lain masih perlu perbaikan Proyektor terutama kabel karena hal tersebut bisa menghambat proses kegiatan belajar mengajar.
3)            Hendaknya antara guru dan siswa bisa saling mengisi satu sama lain agar tercipta suasana yang nyaman di sekolah.




LAMPIRAN


Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pieka - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger