KRITIK SASTRA OBJEKTIF NOVEL Ayah, Mengapa Aku Berbeda?



KRITIK SASTRA OBJEKTIF NOVEL
Ayah, Mengapa Aku Berbeda?
Karya Agnes Davonar
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kritik Sastra II
Dosen Pengampu: Dra. Hj. Kadanyati, M. Hum





Description: UMP
 













Disusun oleh:
Taufik
092110154
VI D

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
2011/2012


BAB I
TEMA DAN MASALAH


A. Tema dan Masalah
A.1 Masalah-Masalah
Masalah yang terdapat dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? antara lain :
A.1.1. Masalah ketidaksempurnaan diri / kecacatan,
Dalam masalah ini tanya suatu peristiwa tentang orang tua yang mengetahui atau tidak menduga jika anaknya tidak sempurna / cacat.
“ Ibu, aku merasa Angel tidak bisa mendengar apa yang aku lakukan,  bahkan dia tidak bisa merespon tepukan tangan tepat di belakangnya, bila dia bisa mendengar, harusnya dia akan terkejut. Tapi dia diam saya.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda 2011:16)

 “ Bagaimana dok, dengan kondisi Angel ? Mengapa dia tida merespon panggilan dan kata-kata saya?”

 “ Dengan sangat menyesal, saya harus mengatakan kalau anak Bapak adalah seorang tunarugu…” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011;17)

A.1.2. Masalah percintaan yang tidak direstui.
Terjadi kejadian percintaan dua orang anak muda, laki-laki dan perempuan yang ingin menikah tetapi ditentang  /tidak direstui oleh orang tua pihak l perempuan karena masalah status sosial.
“Sayang seribu sayang kisah cinta mereka akhirnya sampai ke telinga kakek. la marah karena tidak sudi melihat ibu berpacaran dengan karyawan rendahan. Ia mulai dan sangsi dengan hubungan tersebut. Tanpa sebab yang jelas, kakek memecat ayah hingga membuat ibu sangat marah. Ibu pun menyadari bahwa hubungannya telah diketahui ayahnya. Dia protes padanya. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 :29)

“Ayah melamar ibu di depan keluarganya dan langsung mendapatkan hujatan, melihat tindakan nekat itu, kedua orang tua ibu memutuskan untuk membawanya ke Amerika dan membuat cinta mereka terpisah: (Ayah Mengapa Aku Berbeda, 2011;30)

A.1.3. Masalah Mendaftarkan Sekolah.
Terdapat kejadian pendaftaran sekolah seorang anak ke sekolah. Tetapi pendaftaran tersebut terdapat masah-masalah supaya tidak dapat diterima masuk sekolah itu.

“Mohon maaf, Pak, Bukan maksuk kami tidak ingin menerima  anak Bapak, tapi rasanya akan sangat sulit bagi anak Bapak untuk berkomunikasi dengan guru-guru pembimbing. Ini akan menjadi pembicaraan sepihak. Mungkin bapak bisa mencoba di sekolah lain,” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:64)

Pada akhirnya pendaftaran tersebut berjalan lancar dan anak itu diterima, karena kegigihannya untuk bersekolahg,
“`Aku menangis, rasanya Ayah memaksa aku untuk mempercayainya, Tidak mungkin sekolah yang begitu besar ini tidak dapat menerimaku yang hanya seorang diri. Ayah terus menarik paksa tanganku meski aku tetap bertahan sambil memegang pintu gerbang sekolah, dan kebetulan, Ibu Kepala Sekolah ingin pergi dari sekolah ini. Kemudian dia berjalan perlahan dan mendengar Ayah terus memaksaku untuk pulang, hatinya tertegun melihat keinginanku untuk bersekolah di sini, dia pun sepertinya luluh dan mendekati kami,” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 65-66)







A.1.4. Masalah kekerasan, disiksa oleh teman.
Terjadi kekerasan, seorang anak yang disiksa oleh temannya, tersebut
“Ketika mereka membacanya, mereka langsung menyiksaku.

Mereka menjambakku, memukulku, dan membuat sekujur tubuhku penuh dengan bekas kaki kotor mereka Mulutku berdarahku, tapi aku puas telah membuat mereka akhirnya tahu akau juga bisa melawan waktu hanya dengan mengatakan mereka monster,” (Aku, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 180)

“Saat separuh tumbuhku sudah di luar ruangan, tanganku masih1 memegang pintu, Aku tetap bertahan sampai akhirnya Agnes datang dan langsung mendorong pintu hingga tanganku terjepit Aku  berteriak histeris karena rasa sakit itu”. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:95)

A.1.5 Masalah difitnah atau ditipu oleh teman
      Terdapat masalah seorang anak yang ditipu temannya untuk mengambil barang dikota dan akhirnya anak itudituduh sebagai pencuri karena membawa barang ke luar toko sebelum di bayar

“Pak, anak ini mengambil parfum toko dan mau mencoba pergi,” kata wanita yang tadi mengejar barulah aku mengerti dan menangkap maksud mereka-mereka berpikir aku mengambil parfum ini, Mereka salah paham. Aku hanya menolong Angnes mengambilkan parfum ini,” (Ayah Mengapa Aku Berbeda, 2012 : 170 )

“Aku terdiam. Tidak mungkin mereka mengenal Agnes, Fisi, dan Mana Akhirnya, aku paham, Mereka menjebakku, menjebakku mencuri Aku sedih dan menangis, Anggapanku kalau mereka menerimaku sebagai sahabat ternyata salah. Semua hanya tipuan.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda 2011: 171)


A.1.6. Masalah berkoban untuk orang tersayang.
Terjadi pengorbanan seseorang untuk orang yang paling disayanginya.
“ Karena Ayah Begitu berharap aku ada dia konser musik sekolah itu, kini akan kubiarkan diriku berjuang di sana. Harapanku Tuhan akan melindungiku dan Ayah.”(Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:185)  

“ Ibu, ayahku baru saya mengalami serangan jantung kemarin dia ada disini untuk melihatku tampak Aku takut bila aku tidak jadi tampil, kondisinya akan memburuk. Aku mohon Ibu isinkan aku untuk tampil walau harus seorang diri Karena dia benar-benar mengharapkan aku tampil disini,” kataku sambil menangis,” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:221) .

A.1.7. Masalah tentang arti kehidupan
Tanya masalah tentang seorang anak yang telah memahami tentang arti perjalanan hidupnya,

“Ayah benar. Akhirnya, aku menyadari segala yang terjadi dalam hidupku adalah rencana Tuhan Aku tidak marah kepada  Agnes yang membuatku menderita karena apa yang dia lakukan. Tapi aku bersyukur karena dia telah mengajariku untuk bertahan dari segala penderitaan.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 227)

“ Angel akhirnya membuktikan kepada semua orang bahwa walaupun dia memiliki keterbatasan sisik, itu tidak menjadi masalah dalam hidupnya,” (Ayah Mengapa Aku berbeda,2011:228)

A.2. Tema
Dari berbagai masalah-masalah yang ada di atas, jadi dapat disimpulkan bahwa tema novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda adalah kisah perjuangan hidup seorang anak tunarungu yang sejak cacat sejak dilahirkan dalam menggapai impianya.

BAB II
FAKTA CERITA

A. Tokoh dan Penokohan    
A.1 Tokoh
A.1.1 Tokoh utama
a.       Angel
b.      Ayah (Martin)
c.       Hendra
d.      Agnes
A.1.2 Tokoh Tambahan
a.       Ibu (Angel)                             g. Dokter
b.      Nenek                                      h. Kakek
c.       Maria                                       i. Ibu Dwi (Wali kelas)
d.      Fifi                                          j. Pak Mojo
e.       Ibu Katrina                              k. Mbak Itam
f.       Ibu kepala sekolah                  r. Bibi Anggun
A.1.3. Tokoh Protaganis dan antagonis
                                          A.1.3.1. Tokoh Protaganis
a.       Angel             g. Itu Kepala Sekolah
b.      Ayah               h. Dokter
c.       Nenek              i. Ibu Dwi
d.      Ibu                   j. Pak Mojo
e.       Hendra                        k. Mbak Itam
                                          A.1.3.2. Tokoh Antagonis
a.       Agnes
b.      Maria
c.       Fifi
d.      Kakek
A.1.4. Tokoh berkarakter bulat dan Flat
A.1.4.1. Berkarakter Bulat
a.       Ayah (Martin)
b.      Ibu    (Angel )

A.1.4.2. Berkarakter Flat / Dokter
a.       Angel
b.      Agnes
c.       Maria
d.      Fifi

A.2 Penokohan
Penokohan adalah karakter atau watak tokoh-tokoh yang ada pada cerita di novel.
A.2.1. Jenis tokoh 
                              A.2.1.1.  Tokoh utama
a.       Angel
a. 1.     Seorang tunarungu
“Dengan sangat menyesal, Saya harus mengatakan kalu anak bapak adalah seorang tunarungu.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:17)
a. 2.     Seorang yang percaya diri
“Ayah seperti memberikan ujian padaku dan dengan percaya diri aku pun membimbingnya untuk sampai ke rumah dengan benar.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:86)
a. 3.     Seorang yang Senang membantu
 “Aku ingin membantu Agnes dan berharap itu bisa menolongnya sehingga aku mengacungkan tanganku ke atas dan pak Hengky melihatnya. “ (Ayah. Mengapa Aku berbeda, 2011 : 80)
a. 4.     Seseorang yang pandai
 “Bagus Angel, kamu benar – benar pintar!” puji pak Hengky, Aku hanya tersenyum.” (Ayah. Mengapa Aku Berbeda, 2011:80)
a. 5.     Seorang anak yang Jail atau nakal
“ Angel… Kamu nakal !” kata Ayah ketika aku kabur dengan mendapatkan sebuah jawaban dia hatiku.” (Ayah Mengapa Aku berbeda, 2011:98)
a. 6.     Seorang anak yang menyukai musik (prana)
 “Aku menyukai piano dan ingin rasanya meminta Ayah untuk memberikan aku piano”….(Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:103)
“Tuan, Nama sangat pandai bermain musik Seperti Tuandan Nyonya,.”Kata Pengawal Ayahku.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:163)
a. 7.     Penyayang sahabat
 “ Kamu bilang semua temanmu memperlakukanmu dengan baik. Kenapa harus sedih kehilanngan seorang?
Bukanya masih ada yang lain?” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:159)
a. 8.     Seorang yang gigih atau pantang menyerah
“ Satu – satunya jalan bagiku adalah terus bertahan dan tetap berjuang Aku ingin membuat ayahku bahagia. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:166)
“ Fifi dan Maria menarik tubuhku. tapi aku tetap bertahansekuat tenaga. Aku melakukan ini bukan untuk diriku, tapi demi ayahku. Aku harus bertahan agar tetap dalam kelompok musik ini. Karena itulah satu-satunya cara membuat ayahku cepat sembuh,” (Ayah. Mengapa Aku Berbeda, 2011:195)
a. 9.     Seorang yang rela berkorban demi orang yang disayang
 “ Aku hanya ingin Ayah sembuh walau pada akhirnya aku akan menderita, aku memutuskan untuk kembali ke kelompok musik. Mungkin dengan begini ayah bisa sembuh.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:184)




b.      Ayah (Martin)    
b. 1.    Seorang penyayang keluarga
Bila Ayah harus bekerja, Nenek dengan siaga menjagaku dan begitu pula sebaliknya. bila Nenek sedang beristirahat, Ayah akan menjagaku dengan sungguh-sungguh agar tidak menangis dan mengganggu istirahat Nenek yang suhdah berusaha 55 tahun Saat itu usiaku baru satu tahun.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda. 2011 : 14)
b. 2. seorang yang bimbang
“ Iya tadi bosen, sekarang sudah enggak, besok aku sekolah lagi,” Kata Ayah pergi ke dalam kami sambil menutup kepalanya dengan tandai.” (Ayah Mengapa Aku Berbeda, 2011:25)
b. 3.    Seorang yang bisa dalam menepati janji,
“Keesokan harinya, ayah benar-benar menepati janjinya untuk melihat penampilan ibu disekolah musik “(Ayah. Mengapa Aku Berbeda, 2011:25)
b. 4.    Seorang yang baik hati
“Martin pria yang baik dan tidak seseorang yang Ayah pikirkan, Kalau Martin dipecat, mulai hari ini, Angel pun angkat kaki dari perusahaan ini !” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011:30 )
b. 5.    Seorang yang hebat  dan jenius
Ini sebagai ungkapan maafku juga terima kasihku karena Ayah adalah orang yang hebat dan jenius, membuatku pohon artinya suara (Ayah, Mengapa Aku berbeda, 2011:99)

c.       Hendra
c. 1.     Seorang yang gemuk
“Aku memperhatikan teman sebangku baruku, ia berkacamata dan sedikit gemuk.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 70)
c. 2.     Seorang yang gugup
“Ia terlihat gugup dan membenarkan posisi kacamatanya yang sepertinya terlalu rendah. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 70)
c. 3.     Orang yang tidak sabaran
“Hendra  sepertinya sudah tidak sabar untuk menikmati makan paginya, alalu akupun mengikutinya dari belakang (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 71)
c. 4.     Seorang yang baik hati
“Aku pun menurutinya. Rasanya aku mendapatkan sahabat yang sangat baik hari ini” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 74)
“Ia sahabat yang baik dan aku merasa tidak enak hati bila mengingat semua yang terjadi padanya karenaku.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 130)

d.      Agnes
d. 1.    Seorang yang bodoh
“Untuk apa malu ? Anak bodoh itu (Agnes), dia hanya pandai bicara saja, tapi disuruh maju seperti keledai saja” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 82)
d. 2.    Pemaksa
“Terimalah,
d. 3.    Orang yang senang mengancam
“Diam kau gendut! Atau mau aku hajar?” ancam Agnes (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 83)

d. 4.    Seseorang yang kasar
“Ssssttt……..” Ibu guru itu tampak tidak suka dengan kalimat Agnes yang kasar (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 89)
“Aku terdiam dan ketakutan entah mengapa rasanya aku tidak bias melawan ketika ia memeprlakukan dengan kasarnya.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 125)
d. 5.    Seorang yang mudah marah
         “Tolol ya, beli di pasar ! Jangan bikin aku marah deh” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 116)
d. 6.    Seseorang yang badannya tinggi besa
“Agnes memiliki tubuh lebih tinggi dariku karena turunan keluarganya yang memang tubuh besar-besar termasuk ibu dan ayahnya” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 119)
d. 7.    Seseorang yang sombing
“Sombong sekali dia, dia pikir dia itu siapa? Memangnya kita ini bodoh apa ?” keluh hendra (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 139)

A.2.1.2 Tokoh Tambahan
a.       Ibu (Angel)
a. 1.     Seorang Putri yang kaya
“Ibuku tiga tahun lebih tua dari Ayah. Ia adalah seorang putrid dari orang tua yang sukses dan kaya “(Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 20-21)
a. 2.     Seorang yang cantik dan manis
“Saat itu  di sebuah lift. Ibu dan Ayah saling berpapasan. Ayah tidak akan pernah lupa wajah Ibu yang cantik dan begitu pula sebaliknya. “(Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 20-21)
 “Yang aku tahu tentang Ibuku, ia sangat cantik dan begitu manis..” “(Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 102)
a. 3.     Seorang yang menyayangi buah hatinya
“Anak ini …..walau orang lain mengatakan tidak pantas luntuk dilahirkan, bagiku ia adalah malaikat yang hidup dihatiku, Martin kelak ketika ia lahir, berikanlah nama Angel padanya. Karena Dokter bilang anakini berjenis kelamin perempuan” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 37)

a. 4.     Seorang yang hatinya lembut juga gigih
“Ibumu sangat keras tapi hatinya lembut. Kamu sangat mirip dengannya” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 211)

b.      Nenek
b. 1.    Seorang yang luar biasa kuat hidup menjadi orang tua tunggal
“Tapi Nenek memang luar biasa, ia berhasil hidup menjadi orang tua tunggal bagi Ayah dan kini ia harus membuat Ayah juga sekuat Nenek” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 20)

c.       Maria
c. 1.     “Huh, bodoh kamu, memangnya aku akan membiarkan klub musik kita yang begitu terpandang ini ditambah dengan gadis dungu dan budek seperti dia?” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 114)

d.      Fifi
d.1. Seorang yang rewel
“Sudalah kalian tidak usah rewel, cepat atau lambatjuga dia akan sembuh, lagian kan acara konser musik tunggal seminggu lagi” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 201)




e.       Ibu Katrina
e. 1 Orang yang cemas (pencemas)
“Apa ada dengan kedua tanganmu Angel ?” Tanya Ibu Katrina cemas sambil mengangkat tanganku.(Ayah, Mengapa Aku Berbeda,2011: 202)



A.2.2. Jenis Watak
A.2.2.1. Watak Bulat
a.       Ayah (Martin)
Ayah pada dasarnya orang yang baik hati dan penyayang tetapi gara-gara suatu hal, ayah menjadi cepat marah dan tidak percaya pada anaknya sendiri
“Ayah hanya mendengar dan sekali menolehkan wajahnya padaku dengan kecewa. Aku hanya terdiam. Aku bisa merasa Ayah marah padaku. Karena Aku dianggap mencuri, ayah harus membayar beberapa kali lipat dari harga ;parfum dan menandatangani sebuah surat perjanjian kelakuan baik untukku” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 171)
“Ayah tidak pecaya padaku…..”kataku sambil menangis. Aku berlari menujukamrku.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 172)
Tetapi pada akhirnya Ayah mengerti apa yang ter,jadi dan menjadi baik hati bagi dan pemaaf
“Maaf sudah membuat kamu cenas. Ada apa dengan kepalamu ?” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 183)

b.      Ibu (Angel)
Ibu adalah seorang yang baim ahti, tetapi karena cintanya pada Ayah, ia berani menentang Ayahnya snediri.
Awalnya semua berjalan baik, tapi di saat-saat terakhir sebelum keberangkatannya, Ibu berhasil melarikan diri. Ia kabur ke rumah ayah dibawah hujan yang deras. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 90)

A.2.2.2. Watak Datar / Flat
a.       Angel
Angel merupakan tokoh yang wataknya selalu baik hati terus tidak tidak pernah dia menjadi jahat. Karena itu Angel berwatak datar dalam novel ini. Ini terbukti dari sifat senang membantunya kepada siapa saja, bahkan ke teman barunya yang jahat kepadanya
“Aku ingin membantu Agnes dan berharap itu bias menolongnya sehingga aku mengacungkan tanganku ke atas dan Pak Hengky melihatnya”. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 80)

b.      Agnes, Maria dan Fifi
Mereka semua berwatak jahat terus. Itu terbukti dari segala tindakan yang mereka lakukan pada angel yang terus memamhami dan menyiksa Angel setiap saat.
“Ketika mereka membacanya, mereka langsung menyiksaku, mereka menjambakku, dan membuat sekujur tubuhku penuh dengan bekas kaki kotor mereka. Mulutnya berdarah, tapi aku puas telah membuat mereka akhirnya tahu aku juga bisa melawan walau hanya dengan mengatakan mereka monster.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 180)








A.2.3. Teknik Pelukisan
A.2.3.1. Pelukisan pikiran dan perasaan
a.       Angel
Menggambarkan watak rela berkorban Angel, melalui pemikirannya atau perasaannya, agar orang yang dsiayanginya yaitu ayah dapat cepat sembuh.
“Aku hanya ingin Ayah sembuh. Walau pada akhirnya aku akan menderita, aku memutuskan untuk kembali ke kelompok musik, mungkin dengan begini Ayah bias sembuh (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 184)
“Satu-satunya jalan bagiku adalah terus bertahan dan tetap berjuang. Aku hanya ingin membuat ayahku bahagia”. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 166)
b.      Hendra
Hendra adalah seorang yang gemuk, watak ini dijelaskans melalui pelukisan pikiran Angel terhadap hendra
“Aku memperhatikan teman sebangku baruku, ia berkacamata dans edikit gemuk” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 70)
Watak Hendra yang baik hati dilukiskan melalui pikiran dan perasaan Angel.
“Ia sahabat yang baik dan aku merasa tidak enak hati bila mengingat semua yang terjadi padanya karenaku (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 130)

c.       Agnes
Watak Agnes yang kasar dilukiskan melului pikiran dan perasaan Angel yang mersakannya
“Aku terdiam dan ketakutan entah mengapa rasanya aku tidak bias melawan ketika ia memperlakukan dengan kasarnya”. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 125)


A.2.3.2. Reaksi Tokoh
a.       Angel
Watak pecaya diri Angel dipaparkan melalui reaksi yang ia lakukan
“Ayah seperti memberikan ujian padaku dengan pecaya diri aku pun melmbaikannya untuk sampai ke rumah dengan benar”. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 86)
Watak atau sifat pandai Angel pun dilukiskan melalui tindakannya.
“Pak guru berdiri untuk emlihat hasil soal yang kukerjakan dan seketika itu juga wajahnya tampak senang karena aku ber,hasil mengerjakan soal itu dengan baik.”(Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 80)

b.      Ayah
Sifat bimbang yang dimiliki Ayah di paprkan kewat reaksinya
“Iya tadi bosen, sekarang sudah enggak, besok aku sekolah lagi”, kata ayah pergi ke dalam kamar sambil menutup kepalanya dengan bantal. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 25)
Sifat Ayah yang selalu menepati janjinya pun dipaparkan melalui rekasinya.
“Keesokan harinya, Ayah benar-benar menepati janjinya untuk melihat penampilan Ibu dari sekolah musik”. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 25)

c.       Hendra
Sifat hendra yangt idak menyabar digambarkan melalui  tindakannya.
“Hendra sepertinya sudah tak sabar untusk menikmati makan paginya, lalu akupun mengikutinya dari belakang”. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 71)
d.      Agnes
Sifat Agnes pemaksa dan pengancam yang dimiliki Agnes pun digambarkan melalui tindakannya
“Terimalah, aku tidak biasa bila orang lain menolak pemberianku”. Paksa Agnes (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 82)
Diam kau gendhut ! Atau mau aku hajar ?” ancam Agnes”. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011 : 83)

A.2.3.3. Cakapan/Percakapan
a.         Angel
Melalui percakapan Ayah dan Dokter, sifat atau karakter Angel yang tunarungu dijelaskan.
“Bagaimana Dok, dengan kondisi Angel? Mengapa dia tidak bisa merespon panggilan dan kata-kata saya?”
“Dengan sangat menyesal, saya harus mengatakan kalau anak Bapak adalah seorang tunarungu ...” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 17)
Karakter Angel yang senang bermain musik pun dijelaskan melalui percakapan pegawai Ayah.
“Tuan, Nona sangat pandai bermain musik. Seperti Tuan dan Nyonya,” kata pegawai ayahku. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 163)

b.        Ayah (Martin)
Melalui percakapan yang dilakukan Angel dan ayahnya sifat hebat dan jenius Ayah digambarkan.
“Angel, kamu rajin sekali hari ini, biasanya kamu tidur jam segini.”
“Ini sebagai ungkapan maafku juga terima kasihku karena Ayah adalah orang yang hebat dan jenius, membuatku paham artinya suara.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 99)





c.         Agnes
Sifat Agnes yang bodoh digambarkan melalui percakapan antara Angel dan Hendra.
“Tapi aku malu ...”
“Untuk apa malu? Anak bodoh itu (Agnes), dia hanya pandai bicara saja, tapi ketika disuruh maju seperti keledai saja.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 82)

A.2.3.4. Dengan Nama Tokoh
a.       Ayah
Sifat Ayah yang baik digambarkan secara jelas oleh Ibu, yang saat itu menjadi kekasihnya.
“Martin pria yang baik dan tidak serendah yang Ayah pikirkan. Kalau Martin dipecat, mulai hari ini, Angel pun angkat kaki dari perusahaan ini.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 30)

b.      Agnes
Karakter Agnes yang bertubuh tinggi besar dijelaskan secara langsung oleh pemikiran Angel.
“Agnes memiliki tubuh lebih tinggi dariku karena turunan keluarganya yang memang bertubuh besar-besar termasuk ibu dan ayahnya.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 119)

B. Alur Cerita
B.1. Bagian-bagian Novel

I.       Bab I kelahiranku ( Halaman 9-34 )
A.    kebimbangan ayah ( martin) dalam memilih kelahiran anaknya (Angel) atau memilih istrinya yang hidup
B.     kelahiran Angel yang belum saatnya untuk lahir atau lahir premature
C.     kematian ibu setelah melahirkan anaknya (angel),
D.    pernah merespon panggilannya ( Ayah)
E.     kecemasan ayah pada keadaan Angel
F.       kesedihan ayah saat mengetahui bahwa Angel tidak bisa mendengar setelah dibawa ke dokter
G.    ayah akan belajar bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengan angel.
H.    pertemuan pertama kali ibu dengan ayah saat berkenalan
I.       kedekatan ibu dan ayah
J.       tidak direstui hubungan ibu dan ayah oleh pihak keluarga ibu
K.    disekolahannya ibu keluar negeri.
L.     ayah bekerja dikantor tempat dimana orang tua ibu bekerja dan ibu telah bekerja saat ibu kembali dari luar negeri
M.   kembali dekatnya ibu dengan ayah
N.    diusirnya ibu oleh keluarganya
O.    ayah dan ibu menikah dan membangun keluarga kecil disemarang.

II.         Bab II Aku Berbeda (halaman 35 – 55 )
A.    Angel menyadari bahwa dirinya berbeda dengan anak – anak lainnya saat berjalan – jalan bersama nenek
B.     ayah mengajarkan Angel bahasa isyarat dengan tangan agar bisa berkomunikasi
C.     Angel bersekolah dari sekolah luar bisaa pada saat umurnya cukup
D.    Angel mempunyai banyak teman yang baik dan guru – guru yang baik juga.
E.     perebutan mainan ( ayunan ) dengan anak – anak kecil lainnya di taman saat Angel keluar rumah sendirian
F.       anak – anak mengejek Angel karena dikira tidak mau gentian
G.    Angel merasa sedih dan nangis kenudian ia pulang kerumah
H.    nenek marah – marah kepada anak – anak ditaman.
I.       Nenek merintih kesakitan dan meminta Angel memanggil orang lain 
J.       Angel berlari ke depan rumah untuk meminta tolong pada orang lain yang ada
K.    nenek dibawa kerumah sakit untuk dirawat
L.     kematian anak karena terkena serangan jantung dan tidak dapat diselamatkan lagi
M.   kepindahan ayah dan Angel ke Jakarta untuk menjalani kehidupan baru.
  



III.              Bab III Kehidupan Baru ( Halaman 56 – 75 )
A.    Kepindahan Angel dan ayah dari semarang ke Jakarta
B.     Mendaftarkan Angel ke sekolah untuk anak – anak normal
C.     tidak diterimanya Angel disekolah itu karena Angel seorang tunarungu
D.    ditariknya tangan Angel oleh ayahnya untuk dibawa pulang karena tidak dapat diterimanya Angel disekolah itu
E.     Angel menangis karena tidak bisa sekolah yang begitu besar dan dipaksa pulang oleh ayah
F.      Diterimalah Angel oleh ibu sekolah untuk bersekolah disana setelah melihat Angel menangis ingin bersekolah
G.    kegembiraan ayah dan angel.
H.    Angel masuk kesekolah menuju ke kelasnya di kelas 5 SD
I.       perkenalan pada teman – teman Angel
J.        keterkejutan teman – teman sekelas Angel karena mengetahui ia seorang tunarungu
K.    ada yang tidak suka dengan Angel yaitu agnes dan teman – temannya
L.      Agnes menjatuhkan bekal pagi saat istirahat dan ia memperkenalkan diri sambil mengejeknya
M.   Angel merasa sangat sedih dengan perkataanya itu
N.    Hendra menolong Angel dan minta maaf karena tidak menjaga makanannya
O.    persahabatan antara Angel dan hendra.

IV.              Bab IV Kisah Sedihku (Halaman 76 – 100).
A.    Angel membantu agnes untuk mengerjakan matematika didepan kelas yang diberikan oleh Pak henki guru matematikanya
B.     kemarahan agnes kepada Angel karena sudah membuatnya malu dari depan kelas
C.     Angel dikerjai oleh agnes untuk melahap roti rasa kecoa memakannya
D.    Angel merasa jijik dan tidak nafsu lagi untuk makan
E.     Angel melihat agnes dan teman- temanya yang sedang bermain musik piano
F.      ketahuan oleh orang – orang yang bermain musik dan ditanyai kemudian dia pergi meninggalkan mereka
G.    terbayang – bayang ingin bermain piano karena Angel merasa hatinya menjadi hangat
H.    Angel bermain piano secara diam – diam diruang klup musik sekolah atas ide dari Hendra
I.       Angel dan Hendra ketahuan oleh ibu Katrina guru pembimbing musik.
J.       Angel ingin sekali bagaimana rasanya mendengar dan apa itu suara
K.    ayah memberikan pengetahuan dan penjelasan kepada angel.

V.                Bab V Suara Kehidupanku ( Halaman 101-143)
A.    Keinginan Angel untuk memiliki sebuah piano
B.     bergabungnya Angel kekelas musik agar bisa bermain piano tanpa perlu membelinya dan Hendra juga ikut bergabung
C.     kekesalan agnes karena Angel masuk ke kelas mmusiknya dan bergabung dengannya
D.    agnes dan temanya ingin mengeluarkan Angel dari kelas musiknya itu karena akan membuat wibawa klup musik menjadi buruk
E.     perebutan nilai A antara Agnes dan Angel melalui pelajaran olahraga lari marathon
F.      kemenangan agel dalam adu lari dengan angel
G.    kemarahan angnes kepada angel himgga mendorongnya ke tembok ruangan ganti serta mencoret dan menuliskan kalimat kasar di baju olah raga angel, dia juga menganiaya angel
H.    kesedihan angel melihat tulisan dibajunya
I.       Angel membuang baju tersebut agar tidak ketahuan ayahnya
J.       latihan musik angel bersama klup musiknya
K.    ketidak sukaan agnes kepada angel karena harus berlatih bersama.
L.     akan diadakan konser musik disekolah
M.   Agnes menjadi pemimpin kelompoknya dalam kelas tambahan
N.    membuat rencana agar angel keluar dari klup musik dan tidak bisa ikut konser musik.






VI.              Bab VI Perjuangan ( Halaman 144-185)
A.    perjuangan angel memadukan musik bersama dengan agnes
B.     agnes marah kepada angel karena angel tidak nyambung cara mainya mengakibatkan cara mainnya
C.     Angel didorong oleh agnes hingga terjatuh
D.    Hendra berlari dan menolong angel
E.     berakhir latuhan musik harian itu karena kejadian tadi
F.       hendra ketakutan dan ingin berhenti dari kelas musik itu.
G.    Angel sedih memikirkan kata – kata agnes
H.    ayah mendekatui angel apa yang telah terjadi dan menenangkannya
I.       ayah memberikan angel piano yang dulu kepunyaan ayah dan ibu
J.       Angel dan Hendra belajar musik bersama setelah angel memiliki piano dan di usir oleh agnes  dari kelompok musik
K.    perpindahan hendra ke singapura untuk berobat dan tidak akan kembali lagi
L.     kesendirian angel disekolah yang ditinggal oleh Hendra
M.   angel berlatih musik hanya dengan agnes dan kawan – kawannya yang membuat dia takut setelah ibu Katrina ijin cuti.
N.     angel diajak pergi ke mall oleh agnes dan kawan – kawannya setelah selesai latihan musik
O.    angel menerima ajakan agnes yang itu rencana untuk mengeluarkan angel dari grupnya
P.      angel dijebak disangka mencuri parfum ditoko sesaat setelah dimintai tolong agnes untuk mengambilnya dan di tinggal pergi oleh agnes
Q.    angel ditangkap security dan dibawa kekantor keamanan
R.     kekecewaan ayah atas sikap angel mencuri parfum
S.       angel dipermalukan disekolahan melalui foto – foto yang ditempelkan disekolah saat angel ditangkap petugas keamanan.
T.      agnes menyiksa angel setelah agnes menghina agnes waktu angel keluar dari kelompok musik
U.    ayah dibawa ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung
V.    angel menjadi sedih dan ingin ayahnya cepat sembuh
W.   angel ingin membahagiakan ayah dengan cara tampil di konser musik walau dia baru memutuskan untuk keluar
X.    Angel ingin kembali berlatih musik di kelompok musiknya untuk bisa ikut konser walau harus menderita demi kesembuhan ayahnya.

VII.          Bab VII Kebahagiaan Untuk Ayah-ku ( Halaman 186-229)
A.    Angel berlari terburu – buru ke rumah sakit karena ingin tahu keadaan ayah
B.     ayah heran kenapa angel tidak latihan musik malah pergi kerumah sakit
C.     angel kembali lagi masuk ke kelompok musiknya demi kesehatan ayahnya
D.    agnes tidak menerimanya dan menyuruh angel keluar dengan cara paksa dan kasar
E.     agnes menyiksa angel yang tidak mau keluar
F.      angel berteriak histeris karena tangannya terjepit oleh pintu yang didorong oleh agnes saat angel memegang pintu agar tidak bisa keluar
G.    agnes menyerah dan kehilangan kesabaran setelah angel bertahan untuk masuk
H.    agnes berencana jahat kepada angel saat konser
I.       tangan angel memar dan mati rasa tidak dapat memainkan piano kecuali dua jempolnya
J.       angel tetap berlatih giat demi ayahnya dibawah pengawasan ibu Katrina
K.     tangan angel diobati agar tidak terjadi infeksi dan bisa bermain lagi
L.     agnes merencanakan sesuatu dengan membeli perlengkapan nenek sihir untuk dipakai angel saat konser
M.   saat akan tampil angel dipaksa untuk didandani untuk menyerupai nenek sihir agar angel dipermalukan oleh semua penonoton
N.    angel menangis sedih karena dilukai hatinya oleh agnes dan teman – temannya setelah dihina dan agnes serta teman – temannya memutuskan untuk tidak tampil
O.    walau bagaimanapun keadaan ia tidak mengecewakan ayah dan teman – teman. Ayahnya yang akan menonton
P.      angel memohon izin pada ibu Katrina agar tetap bisa tampil sendirian dikonser itu
Q.    angel tampil dengan keadaan yang kacau setelah didandani nenek sihir
R.     angel ditertawai seluruh penonton dan keterkejutan ayah.
S.      angel tetap bermain piano dengan keyakinan hati demi kebahagiaan ayahnya
T.      keharuan penonoton akan musik yang dimainkan angel
U.     kegagalan agnes untuk mengerjai angel
V.    angel menyadari segala yang terjadi adalah rencana Tuhan
W.   Angel mengerti mengapa dirinya berbeda.

B.2. Jalinan Peristiwa ( Ketertarikan )

1.      Bab I kelahiranku ( Halaman 9-34 )
Dalam bab ini  terjadi peristiwa ( I:A) kebimbangan ayah ( martin) dalam memilih kelahiran anaknya (Angel) atau memilih istrinya yang hidup mengakibatkan peristiwa (I:B) kelahiranAngelyang belum saatnya untuk lahir atau lahir premature mengakibatkan peristiwa (I:C) kematian ibu setelah melahirkan anaknya (angel), peristiwa (I:D) pernah merespon panggilannya ( Ayah) mengakibatkan peristiwa (I:E) kecemasan ayah pada keadaanAngelmengakibatkan peristiwa (I:F), kesedihan ayah saat mengetahui bahwaAngeltidak bisa mendengar setelah dibawa ke dokter mengakibatkan peristiwa (I:G) ayah akan belajar bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengan angel. Peristiwa (I:H) pertemuan pertama kali ibu dengan ayah saat berkenalan mengakibatkan  peristiwa ( I:I ) kedekatan ibu dan ayah mengakibatkan peristiwa (I:J) tidak direstui hubungan ibu dan ayah oleh pihak keluarga ibu mengakibatkan  peristiwa (I:K) disekolahannya ibu keluar negeri. Peristiwa (I:L) ayah bekerja dikantor tempat dimana orang tua ibu bekerja dan ibu telah bekerja saat ibu kembali dari luar negeri mengakibatkan peristiwa ( I:M) kembali dekatnya ibu dengan ayah menjadikan peristiwa (I:N)  diusirnya ibu oleh keluarganya mengakibatkan peristiwa (I:O) ayah dan ibu menikah dan membangun keluarga kecil disemarang.

2.      Bab II Aku Berbeda (halaman 35 – 55 )
Terdapat peristiwa (II:A)Angelmenyadari bahwa dirinya berbeda dengan anak – anak lainnya saat berjalan – jalan bersama nenek mengakibatkan peristiwa (II :B) ayah mengajarkanAngelbahasa isyarat dengan tangan agar bisa berkomunikasi. Peristiwa (II : C)Angelbersekolah dari sekolah luar bisaa pada saat umurnya cukup mengakibatkan peristiwa (II:D)Angelmempunyai banyak teman yang baik dan guru – guru yang baik juga. Peristiwa (II:E)  perebutan mainan ( ayunan ) dengan anak – anak kecil lainnya di taman saatAngelkeluar rumah sendirian menjadikan peristiwa (II:F) anak – anak mengejekAngelkarena dikira tidak mau gentian mengakibatkan peristiwa (II:G)Angelmerasa sedih dan nangis kenudian ia pulang kerumah mengakibatkan peristiwa (II:H) nenek marah – marah kepada anak – anak ditaman.
Peristiwa (II:i) Nenek merintih kesakitan dan memintaAngelmemanggil orang lain  mengakibatkan peristiwa (II:J)Angelberlari ke depan rumah untuk meminta tolong pada orang lain yang ada menjadikan peristiwa (II:K) nenek dibawa kerumah sakit untuk dirawat menjadikan peristiwa (II:L) kematian anak karena terkena serangan jantung dan tidak dapat diselamatkan lagi mengakibatkan peristiwa (II:M) kepundahan ayah danAngelke Jakarta untuk menjalani kehidupan baru.
  
3.       Bab III Kehidupan Baru ( Halaman 56 – 75 )

Terjadi peristiwa (III:A) kepindahanAngeldan ayah dari semarang ke Jakarta mengakibatkan peristiwa (III: B) mendaftarkanAngelke sekolah untuk anak – anak normal menjadikan peristiwa (III:C) tidak diterimanyaAngeldisekolah itu karenaAngelseorang tunarungu mengakibatkan peristiwa (III:D) ditariknya tanganAngeloleh ayahnya untuk dibawa pulang karena tidak dapat diterimanyaAngeldisekolah itu mengakibatkan peristiwa (III:E).Angelmenangis karena tidak bisa sekolah yang begitu besar dan dipaksa pulang oleh ayah mengakibatkan peristiwa (III:F) diterimalahAngeloleh ibu sekolah untuk bersekolah disana setelah melihatAngelmenangis ingin bersekolah menjadikan peristiwa (III:G) kegembiraan ayah dan angel. Peristiwa (III:H)Angelmasuk kesekolah menuju ke kelasnya di kelas 5 SD mengakibatkan peristiwa  (III:I) perkenalan pada teman – temanAngelmengakibatkan peristiwa (III:J) keterkejutan teman – teman sekelasAngelkarena mengetahui ia seorang tunarungu mengakibatkan peristiwa (III:K) ada yang tidak suka denganAngelyaitu agnes dan teman – temannya menjadikan peristiwa (III:L) Agnes menjatuhkan bekal pagi saat istirahat dan ia memperkenalkan diri sambil mengejeknya mengakibatkan peristiwa (III: M)Angelmerasa sangat sedih dengan perkataanya itu menjadikan peristiwa ( III:N) Hendra menolongAngeldan minta maaf karena tidak menjaga makanannya mengakibatkan peristiwa (III:O) persahabatan antara Angel dan Hendra.




4.      Bab IV Kisah Sedihku (Halaman 76 – 100).
Terdapat peristiwa (IV:A)Angelmembantu agnes untuk mengerjakan matematika didepan kelas yang diberikan oleh Pak henki guru matematikanya mengakibatkan peristiwa (IV:B) kemarahan agnes kepadaAngelkarena sudah membuatnya malu dari depan kelas mengakibatkan peristiwa ( IV:C)Angeldikerjai oleh agnes untuk melahap roti rasa kecoa memakannya mengakibatkan peristiwa (IV:D)Angelmerasa jijik dan tidak nafsu lagi untuk makan peristiwa (IV:E)Angelmelihat agnes dan teman- temanya yang sedang bermain musik piano mengakibatkan peristiwa (IV:F) ketahuan oleh orang – orang yang bermain musik dan ditanyai kemudian dia pergi meninggalkan mereka mengakibatkan peristiwa (IV:G) terbayang – bayang ingin bermain piano karenaAngelmerasa hatinya menjadi hangat menjadikan peristiwa (IV:H)Angelbermain piano secara diam – diam diruang klup musik sekolah atas ide dari Hendra mengakibatkan peristiwa (IV:I)Angeldan Hendra ketahuan oleh ibu Katrina guru pembimbing musik. Peristiwa (IV:J)Angelingin sekali bagaimana rasanya mendengar dan apa itu suara menjadikan peristiwa (IV:K) ayah memberikan pengetahuan dan penjelasan kepada angel.

5.      Bab V Suara Kehidupanku ( Halaman 101-143)
Terjadi peristiwa (V:A) keinginanAngeluntuk memiliki sebuah piano  mengakibatkan peristiwa (V:B) bergabungnya Angel kekelas musik agar bisa bermain piano tanpa perlu membelinya dan Hendra juga ikut bergabung mengakibatkan peristiwa (V:C) kekesalan agnes karena Angel masuk ke kelas mmusiknya dan bergabung dengannya mengakibatkan peristiwa (V:D), agnes dan temanya ingin mengeluarkan Angel dari kelas musiknya itu karena akan membuat wibawa klup musik menjadi buruk peristiwa (V:E) perebutan nilai A antara Agnes dan Angel melalui pelajaran olahraga lari marathon mengakibatkan peristiwa (V:F) kemenangan agel dalam adu lari dengan angel mengakibatkan peristiwa (V:G) kemarahan angnes kepada angel himgga mendorongnya ke tembok ruangan ganti serta mencoret dan menuliskan kalimat kasar di baju olah raga angel, dia juga menganiaya angel peristiwa (V:H) kesedihan angel melihat tulisan dibajunya mengakibatkan peristiwa ( V:I ) Angel membuang baju tersebut agar tidak ketahuan ayahnya peristiwa (V:J) latihan musik angel bersama klup musiknya menjadikan peristiwa ( V:K) ketidak sukaan agnes kepada angel karena harus berlatih bersama. Peristiwa (V:L) akan diadakan konser musik disekolah mengakibatkan peristiwa (V:M) Agnes menjadi pemimpin kelompoknya dalam kelas tambahan mengakibatkan peristiwa (V:N) membuat rencana agar angel keluar dari klup musik dan tidak bisa ikut konser musik.

6.      Bab VI Perjuangan ( Halaman 144-185)
Terjadi peristiwa (VI :A) perjuangan angel memadukan musik bersama dengan agnes mengakibatkan peristiwa (VI:B) agnes marah kepada angel karena angel tidak nyambung cara mainya mengakibatkan cara mainnya mengakibatkan peristiwa  (VI:C) Angel didorong oleh agnes hingga terjatuh mengakibatkan peristiwa (VI:D)  Hendra berlari dan menolong angel mengakibatkan  peristiwa  (VI:E) berakhir latuhan musik harian itu karena kejadian tadi mengakibatkan peristiwa (VI: F ) hendra ketakutan dan ingin berhenti dari kelas musik itu. mengakibatkan  peristiwa (VI:G) Angel sedih memikirkan kata – kata agnes mengakibatikan peristiwa ( VI :H ) ayah mendekatui angel apa yang telah terjadi dan menenangkannya. Terjadi peristiwa (VI:I)  ayah memberikan angel piano yang dulu kepunyaan ayah dan ibu mengakibatkan  peristiwa  (VI: J) Angel dan Hendra belajar musik bersama setelah angel memiliki piano dan di usir oleh agnes  dari kelompok musik terjadi peristiwa (VI:K) perpindahan hendra ke singapura untuk berobat dan tidak akan kembali lagi mengakibatkan peristiwa ( VI:L) kesendirian angel disekolah yang ditinggal oleh Hendra mengakibatkan  peristiwa  (VI:M) angel berlatih musik hanya dengan agnes dan kawan – kawannya yang membuat dia takut setelah ibu Katrina ijin cuti. Terjadi peristiwa (VI:N) angel diajak pergi ke mall oleh agnes dan kawan – kawannya setelah selesai latihan musik mengakibatkan peristiwa (VI:O) angel menerima ajakan agnes yang itu rencana untuk mengeluarkan angel dari grupnya mangakibatkan peristiwa (VI:P). angel dijebak disangka mencuri parfum ditoko sesaat setelah dimintai tolong agnes untuk mengambilnya dan di tinggal pergi oleh agnes mengakibatkan peristiwa (VI:Q). angel ditangkap security dan dibawa kekantor keamanan mengakibatkan peristiwa (VI:R) kekecewaan ayah atas sikap angel mencuri parfum mengakibatkan peristiwa (VI:S) angel dipermalukan disekolahan melalui foto – foto yang ditempelkan disekolah saat angel ditangkap petugas keamanan. Terjadi peristiwa (VI:T) agnes menyiksa angel setelah agnes menghina agnes waktu angel keluar dari kelompok musik terjadi peristiwa (VI:U) ayah dibawa ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung mengakibatkan peristiwa (VI:V) angel menjadi sedih dan ingin ayahnya cepat sembuh mengakibatkan peristiwa (VI:W) angel ingin membahagiakan ayah dengan cara tampil di konser musik walau dia baru memutuskan untuk keluar mengakibatkan peristiwa (VI:X) Angel ingin kembali berlatih musik di kelompok musiknya untuk bisa ikut konser walau harus menderita demi kesembuhan ayahnya.

7.      Bab VII Kebahagiaan Untuk Ayah-ku ( Halaman 186-229)
Terdapat peristiwa (VII:A) Angel berlari terburu – buru ke rumah sakit karena ingin tahu keadaan ayah mengakibatkan peristiwa (VII:B) ayah heran kenapa angel tidak latihan musik malah pergi kerumah sakit mengakibatkan peristiwa (VII:C) angel kembali lagi masuk ke kelompok musiknya demi kesehatan ayahnya mengakibatkan peristiwa (VII:D) agnes tidak menerimanya dan menyuruh angel keluar dengan cara paksa dan kasar mengakibatkan peristiwa (VII :E) agnes menyiksa angel yang tidak mau keluar mengakibatkan peristiwa mengakibatkan peristiwa (VII:F) angel berteriak histeris karena tangannya terjepit oleh pintu yang didorong oleh agnes saat angel memegang pintu agar tidak bisa keluar mengakibatkan peristiwa (VII:G) agnes menyerah dan kehilangan kesabaran setelah angel bertahan untuk masuk mengakibatkan peristiwa (VII:H) agnes berencana jahat kepada angel saat konser terdapat peristiwa (VII:I) tangan angel memar dan mati rasa tidak dapat memainkan piano kecuali dua jempolnya mengakibatkan peristiwa (VII:J) angel tetap berlatih giat demi ayahnya dibawah pengawasan ibu Katrina mengakibatkan peristiwa (VII:K) tangan angel diobati agar tidak terjadi infeksi dan bisa bermain lagi. Terjadi peristiwa (VII:L) agnes merencanakan sesuatu dengan membeli perlengkapan nenek sihir untuk dipakai angel saat konser mengakibatkan peristiwa mengakibatkan peristiwa (VII:M) saat akan tampil angel dipaksa untuk didandani untuk menyerupai nenek sihir agar angel dipermalukan oleh semua penonoton mengakibatkan peristiwa (VII:N) angel menangis sedih karena dilukai hatinya oleh agnes dan teman – temannya setelah dihina dan agnes serta teman – temannya memutuskan untuk tidak tampil mengakibatkan peristiwa (VII:O) walau bagaimanapun keadaan ia tidak mengecewakan ayah dan teman – teman. Ayahnya yang akan menonton mengakibatkan peristiwa (VII: P) angel memohon izin pada ibu Katrina agar tetap bisa tampil sendirian dikonser itu mengakibatkan peristiwa (VII:Q) angel tampil dengan keadaan yang kacau setelah didandani nenek sihir mengakibatkan peristiwa (VII:R) angel ditertawai seluruh penonton dan keterkejutan ayah. Terjadi peristiwa (VII:S) angel tetap bermain piano dengan keyakinan hati demi kebahagiaan ayahnya mengakibatkan peristiwa (VII:T) keharuan penonoton akan musik yang dimainkan angel mengakibatkan peristiwa (VII:U) kegagalan agnes untuk mengerjai angel. Terjadi peristiwa (VII:V) angel menyadari segala yang terjadi adalah rencana Tuhan mengakibatkan peristiwa (VII:W) Angel mengerti mengapa dirinya berbeda.

B.3.  Teknik Pengeplotan

B.3.1. Konflik
Konflik adalah pertentangan antara kekuatan didalam cerita. Ini merupakan inti dari struktur cerita yang menumbuhkan kembangkan plot.
1)      Konflik Internal
Konflik yang dialami oleh angel bahwa dirinya bingung apa yang harus dilakukannya untuk membahagiakan ayahnya setelah satu – satunya cara yaitu dengan tampil pada konser musik disekolah, padahal angel sudah memutuskan keluar dari kelompok musik tanpa sepengetahuan ayahnya sedangkan jika angel ingin masuk lagi, ia pasti akan ditolak mentah- mentah oleh agnes, walaupun ia akan diterima, angel pasti akan menderita disiksa oleh agnes.
“Ayah tidak tahu aku baru saja keluar dari kelompok musik. Kini keadaan ayah memaksaku untuk kembali bersama kelompok itu. Agnes pasti akan menolak mentah – mentah, apalagi ia sudah memberi tahu ibu Katrina kalau aku memutuskan keluar. Ibu Katrina tidak begitu saja percaya yang dikatakan agnes sampai ia bertemu denganku aku hanya ingin ayah sembuh. Walau pada akhirnya aku akan menderita, aku memutuskan untuk kembali kekelompok musik. Mungkin dengan begini ayah bisa sembuh. Dokter juga memutuskan padaku untuk membuat ayah berpikiran positif dan tidak mendapatkan berita-berita negative. Karena ayah berharap aku ada dikonser musik sekolah itu, kini akan kubiarkan diriku berjuang disana. Harapanku, Tuhan akan melindungiku dan ayah, ( Ayah, Mengapa aku berbeda, 2011:184)”




2)      Konflik Eksternal
A.    Konflik Fisik
Konflik saat angel bertahan dari usiran agnes dan teman – temannya untuk keluar dari ruangan latihan musik agar angel tetap bisa ikut dalam konser musik.
Tidak ada lagi gadis cacat dalam kelompok ini, sekarang kamu keluar !! “teriak agnes padaku. Aku tidak beranjak sedikitpun dari kursiku selain hanya menunduk.
“keluar budek” teriak agnes sambil menarik rahang wajahku ke mukanya. Aku tidak merespon, Ia mendorong wajahku dengan keras hingga aku terjatuh dari kursi. “ Kalian usir dia dengan cara apapun !!” perintah agnes pada kedua kawannya itu. (Ayah Mengapa Aku Berbeda; 194-195)”
B.       Konflik Sosial
Konflik saat angel ingin dimasukkan sekolah ke sekolah anak – anak normal oleh ayahnya.
“ mohon maaf, Pakl. Bukan maksud kami tidak mau menerima anak bapak, tapi rasanya akan sangat sulit bagi anak bapak untuk berkomunikasi dengan guru – guru pembimbing. Ini akan menjadi pembicaraan sepihak. Mungkin bapak bisa mencoba disekolah lain.”
“tapi anak saya hanya tidak bisa mendengar, dia bisa memahami, Bisakah ibu membantunya untuk diterima disekolah ini?”
“ Maaf Pak, tapi sekola kami memiliki aturan untuk tidak menerima anak – anak seperti . . . .:”kepala sekolah itu terdiam
“ anak cacat seperti anak saya, maksud ibu?
“(Ayah, Mengapa Aku Berbeda;64)

B.3.2. Tegangan (Suspense)
Dalam Novel “ Ayah, Mengapa Aku Berbeda?” terdapat beberapa tegangan yang membuat menarik, atau penasaran bagi pembacanya.
1)      Kejadian saat hendra bertanya kepada ibu Katrina apakah angel seorang tunarungu dapat bergabung dalam kelompok musiknys.
“ Hendra menarik nafas dalam – dalam sebelum memberanikan diri untuk bertanya. “Bu, kalau angel ingin bergabung . . . . apakah ia boleh?” ibu guru mengingat – ingat siapa angel dalam pikirannya sampai ia menyadari bahwa angel yang dimaksud Hendra adalah aku. “ ( Ayah Mengapa Aku Berbeda : 105 )
2)      Kejadian disaat angel diajak main oleh agnes dan kawanya ke suatu mall setelah ia selesai latihan musik dan ia disuruh untuk mengambulkan parfum disalah satu toko.
“ Angel, Tolong aku dong. Ambilkan parfum bergambar artis itu, yang disana?” kata agnes ketika berada didepan pintu masuk toko. Ia menunjuk arah yang kupahami, “Baiklah,” kataku.
“ Setelah itu bawa kesini.” Aku tidak berpikir apa pun karena mungkin saja ia merasa capek dan meminta bantuanku. Tidak masalah bagiku karena ia sudah membayar makananku tadi, aku berjalan mendekati parfum yang sedang di pajang. Tak seorangpun berjaga disana. Setelah mengambil parfum itu, aku tidak lagi melihat agnes dan yang lainnya di pintu depan toko. Aku berjalan ke luar. Seorang wanita penjaga memanggilku tanpa kusadari. (Ayah Mengapa Aku Berbeda : 169 )

B.3.3. Perkembangan Plot
Plot adalah urutan suatu kejadian dari suatu cerita dan setiap kejadian itu dihubungkan secara sebab akibat.

1.      Tahap Situation
Tahap dimana pengarang mulai melukiskan keadaan atau situasi dalam novel. Pada tahap ini menceritakan tentang angel yang memulai kehidupan barunya di Jakarta dengan melanjutkan atau masuk sekolah di sekolah untuk anak – anak normal.
“ Besok bapak bisa membawa anak bapak kembali ke sekolah sini dan menyelesaikan beberapa biaya administrasi.”
“ Maksud Ibu? “ Ayah tampak terkejut. Ibu kepala sekolahku itu lalu membelai kepalaku sambil berkata dengan wajah tersenyum.
“ Saya rasa larangan sekolah ini menolak anak cacat akan saya hapuskan setelah melihat begitu kuatnya niat angel untuk sekolah disini.” “(Ayah, Mengapa Aku Berbeda : 66 )


2.      Tahap Generating Circumtances
Tahap dimana peristiwa – peristiwa yang berkaitan mulai bergerak. Dalam tahap ini menceritakan tentang angel yang ikut dalam kelompok itu terdapat anak yang tidak suka bila angel bergabung dalam kelompoknya.
“ karena kalian sudah ada disini, ibu ingin sekalikan memberikan pengumuman, walau tidak semuanya hadir. Hari ini klup musik kita akan bertambah dua orang!” agnes kembali bertanya.
“ Kamu salah, angel dan Hebdra akan mulai bergabumg bersama klup musik kita mulai hari ini.” Agnes dan kawan – kawan saling melirik dengan wajah kebingungan..
“ Tunggu, tunggu, “Sela Agnes.
“ Ada apa agnes? Balas ibu Katrina.
“ Bagaimana mungkin seorang gadis yang tuli alias budek alias tidak bisa mendengar, bisa bermain piamo? Itu kan tidak logis sekali Bu, awpalagi sampai bergabung dengan kita? (Ayah Mengapa Aku Berbeda : 12 )”

3.      Tahap Rising Action
Tahap dimana keadaan yang telah dimunculkan mulai memuncak. Keadaan ini melukiskan tentang agnes dan kawan – kawannya yang tidak suka dengan angel yang masuk klup musiknya merencanakan suatu rencana jahat agar angel dan hendra keluar dari klup musiknya karena agnes tidak mau sepanggung dengan Angel dan Hendra.
“ Loh, kalian pikir aku mau apa satu panggung sama gadis tuli dan kampungan seperti itu? Bisa – bisa harga diri aku jatuh deh . . .  mendingan aku tampil sendiri aja daripada sama orang budek itu!”
“ Tapi gimana caranya? Ibu Katrina kan sudah bikin kita sekelompok, “ujar Fifi,
“ Sini aku bisikin?”
Agnes membisikan rencana yang ia rancang dengan baik, kedua sahabatnya tampak mendengarkan dengan dengan sedikit tertawa, “ Apa kamu yakin rencana kita akan berhasil?” Tanya Maria, “tentu saja. Tapi pastinya aku membutuhkan kalian, yang terpenting sekarang, kita hanya bisa tampil bertiga atau tidak sama sekali. Termasuk si gendut bermuka babi itu. Keduanya harusnya tidak pernah ada dalam kelompok kita? “ ( Ayah, Mengapa Aku Berbeda : 141 – 142 ) 

4.      Tahap Climax
Tahap ini berisi konflik yang terjadi telah mencapai titik puncak pada tahap ini memaparkan tentang rencana jahat agnes yang merias angel seperti badut agar saat angel tampil akan dipermalukan dan ditertawai oleh semua penonton, serta rencana agnes yang memutuskan keluar dari klup musiknya bersama temanya agar tidak terjadi tampil dalam konser musik disekolah
“ Aku menangis, mereka dengan kejamnya menghias wajahku seperti badut. Gincu merah itu ia oleskan kedua pipi, mulut dan hidungku sehingga terlihat seperti badut. Agnes menarik badanku dan menunjukan wajahku didepan cermin toilet.
“ Perhatikan wajahmu, apakah kamu masih ingin tampil dengan seperti ini? Atau ingin mundur? “ Tanya Agnes padaku. ( Ayah Mengapa Aku Berbeda : 217 )”
“ Gadis budek, kami sudah putuskan tidak akan tampil dalam konser ini, jadi kami akan pulang, silahkan saja kalau kamu ingin tampil dengan pakaian seperti ini, tapi inget, jangan coba – coba untuk menghapus dandanan yang telah aku buat cape – cape, atau aku akan menunggumu disini!” “(Ayah, Mengapa Aku Berbeda : 218 )”.

5.       Tahap Denoument
Tahap dimana berisi tentang penyelesaian dari konflik yang sedang terjadi. Karena rencana agnes yang memutuskan keluar dari kelompok musiknya maka angel tidak bisa tampil, tetapi angel mohon ke Ibu Katrina agar bisa tetap tampil demi ayahnya.
“ Aku menarik tangan Ibu Katrina  saat ia hendak pergi menuju pembaca acara di panggung.
“ Ibu, aku mohon . . . berikan aku kesempatan untuk tampil dipanggung ini, “tulisku.
“ tapi tidak mungkin kamu sendirian, ini kan konser Tim, bukan perorangan, Mustahil Angel! “ tegas ibu Katrina, aku menangis dan memohon kepada ibu Katrina sambil menahan tangannya dengan ibu penuh harapan agar ia tidak membatalkan konser ini. ( Ayah, Mengapa Aku Berbeda : 221 )
Pada akhirnya ibu Katrina mendekati pembaca acara pria itu dan ia tampak bingung tapi mengikuti intruksi ibu Katrina yang langsung meninggalkan aula. Dengan wajah gugup, ia pun mengatakan pada penonton.
“Maaf kepada hadirin sekalian, bahwa tim musik kedua tidak bisa tampil hari ini karena beberapa halangan, tapi akan ada penggantinya. Mari kita sambut . . . Angel yang akan membawakan konser tunggal pianonya!!”
( Ayah, Mengapa Aku Berbeda : 222 )

C. Latar Cerita
      Latar/Setting
Latar adalah penggambarkan di mana tempat, waktu, suasana, dan aspek sosial kejadian itu diceritakan.
C.1 Latar Tempat
C.1.1) Di Rumah Sakit
Terjadi beberapa adegan atau jalan cerita di rumah sakit.
“Nenek langsung dimasukkan ke dalam ruang Unit Gawat darurat.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 51)

“Di rumah sakit, aku langsung diperbolehkan melihat Ayah yang terbaring lemah di ranjang.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 181)

C.1.2)  Di Rumah
Terjadi adegan-adegan yang terjadi di rumah Angel.
“Ayah mengantarkanku hingga ke lantai dua dimana tempat itu adalah kamarnya ketika kecil.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 57)

“Aku masih menyempatkan diriku untuk berlatih piano di rumah sebelum tidur.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 193)


C.1.3)  Di Sekolah
Banyak kejadian-kejadian yang terjadi di sekolah.
“Aku terkesima dengan besarnya gedung sekolah berlantai tiga itu. Setiap aku berjalan terlihat beberapa anak yang sedang belajar di kelasnya.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 62)

“Ketika aku tiba di sekolah, semua membicarakanku. Aku merasa heran sampai akhirnya aku masuk ke kelasku dan melihat sesuatu tertempel  di papan tulis.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 174)

“Setibanya di sekolah dan sampai di kelas, aku dikejutkan oleh Agnes dan kawan-kawan menyambutku seperti seorang sahabat lama.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 207)

C.1.4)  Di Kelas
Terdapat adegan atau jalan cerita yang berlatarkan di kelas.
“Anak-anak, ini teman baru kalian di kelas ini. Namanya Angel. Ia seorang tunarungu.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 69)

“Saat di kelas, ketika guru bahasa Inggris sedang menjelaskan di papan tulis, aku malah asyik membaca buku panduan bermain piano, bahkan tanganku menari-nari secara refleks di atas meja yang membuat Hendra hanya geleng-geleng kepala karena sikap anehku.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 94)

C.1.5)  Di Kantin
Terjadi kejadian-kejadian yang berlatar di kantin.
“Aku dan Hendar mengantri di belakang barisan untuk mengambil susu dan roti selai kacang.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 72)

“Saat itu bersamaan Agnes dan kawan-kawan mulai memasuki ruang makan bersama.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 130).


C.1.6)  Di Ruang Musik
Terjadi beberapa kejadian di ruang musik.
“kakiku begitu bergemetar ketika melihat ibu Katrina sudah ada di ruangan musik.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 109)

“Sepulang sekolah, aku menuju ruangan musik. Saat aku tiba di ruangan itu, Agnes dan kawan-kawan sudah berlatih terlebih dahulu. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 166)

C.1.7) Di Mall
Terjadi kejadian yang bertempat di mall.
“Setelah dua jam berputar-putar di mall, akhirnya mereka merasa lelah lalu mengajakku makan.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 168)

“Banyak orang-orang melihatku. Aku menjadi panik. Mereka membawaku ke dalam ruangan keamanan.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 170)

C.2  Latar Waktu
C.2.1)  Pagi Hari
“Hari itu, Ayah bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan peralatan memasak roti.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 102)
“Setelah sarapan pagi, aku berjalan menuju sekolah dengan gelisah menunggu kepastian kapan ayahku akan keluar dari rumah sakit.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 206)

C.2.2)  Siang Hari
“Siang itu….
Aku dan Hendra sudah tak sabar lagi untuk bertemu dengan Ibu Katrina di ruangan musik.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 108)

“Siang itu, sepulang sekolah, aku sudah bersiap-siap untuk pergi ke ruangan musik bersama Hendra.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 145)


C.2.3)  Sore Hari
“Karena merasa bersalah pada Ayah, sore harinya aku ikut membantunya membersihkan sisa-sisa pembuatan kue di dapur dan mencuci beberapa piring kecil.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 99)

“Sore itu, beberapa tahu Ayah datang. Mereka adalah teman-teman Ayah sewaktu muda dulu.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 164)

C.2.4)  Malam Hari
“Selamat malam Ayah ….” Ucapku pada Ayah yang langsung menjawab dengan tersenyum.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 47)

“Malam itu, aku tidur bersama Ayah di kamar Nenek.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 62)
“Saat makan malam bersama, Ayah memberikan sebuah surat dari Hendra padaku.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 177)

C.2.5)  Jam Enam Pagi
“Jam enam pagi, Mbok telah menuju kamarku dan terkejut karena sudah terbangun tanpa perlu ia bangunkan.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 214)

C.3  Latar Suasana
C.3.1)  Sedih
“Kesedihan Ayah tanpa kusadari membuatku ikut menangis” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 53)
“Sampai di rumah, kulihat Ayah yang sedang membersihkan bingkai foto keluarga yang kusam oleh debu. Aku mendekatinya sambil berurai air mata.” “Ayah, mengapa aku berbeda?” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 152)
“Seumur hidupku, bari kali ini aku merasakan kesedihan yang begitu pahit. Kesedihan karena Ayah tidak percaya padaku.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 172)


C.3.2)  Emosi
“Ayah terkejut, tetapi sepertinya mengerti bahwa ku sedang bermasalah secara emosional.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 152)

C.3.3)  Senang atau Gembira
“Aku pulang dengan wajah gembira.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 114)

C.3.4)  Panik
“Aku menjadi panik, Nenek tidka seperti biasanya terlihat lemah seperti ini.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 49)

C.4 Latar Sosial
C.4.1)  Seorang Putri yang Kaya
“Ia adalah seorang putri dari orang tua yang sukses dan kaya.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 20-21)

C.4.2)  Seorang Anak Pembuat Kue
“Ayahku hanya seorang anak yang terlahir dari ibu tunggal yang bekerja sebagai pembuat kue.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 21)

C.4.3)  Seorang Karyawan
“Ayah telah menjadi seorang pemuda tampan berusia 20 tahun. Ia baru saja lulus kuliah dan bekerja pada perusahaan dimana ayahnya ibu adalah pemiliknya.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 28)

C.4.4)  Seorang anak dari keluarga kurang mampu
“Astaga? Mana mungkin Ayah punya uang sebanyak itu? Aku menabung sampai tuapun, tidak akan sanggup untuk membelinya.” Kataku kecewa.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 103)




BAB III
SARANA SASTRA

Di dalam sastra terdapat beberapa aspek-aspek atau unsur-unsur yang membangun suatu cerita. Dalam sarana sastra terdapat beberapa aspek yaitu judul, sudut pandang, gaya bahasa, nada dan suasana serta penggunaan kata. Semua unsur tersebut menjelaskan cerita dalam novel.

A) Judul
Novel yang berjudul Ayah, Mengapa Aku Berbeda karya Agnes Davonar merupakan sebuah judul novel yang mendeskripsikan sebuah cerita yang berkaitan dengan pembangun cerita dalam novel itu. Karena novel tersebut menceritakan tentang seorang anak yangtunarungu atau cacat yang ingin mencari arti dirinya, mengapa ia berbeda dengan teman-temannya yang normal, sedangkan dirinya tersebut tidak normal. Anak tersebut ingin mendapat penjelasan dari ayahnya serta ingin membahagiakan orang-orang terdekatnya karena itu cita-citanya. Maka dari itu, novel ini berjudul Ayah, Mengapa Aku Berbeda.

B)    Sudut Pandang (Point of View)
Sudut pandang merupakan pelukisan atau penceritaan seorang pengarang berlaku sebagai siapa dalam cerita/novel tersebut, atau tokoh utama tersebut diceritakan sebagai apa. Jadi sudut pandang sangat penting dalam novel karena menjelaskan bagaimana novel tersebut diceritakan, melalui sudut pandang apa.
Jadi sudut pandang yang dipakai dalam novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda adalah orang pertama sebagai tokoh utama karena menceritakan tentang dirinya sendiri yang menggunakan kata “Aku” yang diperankan oleh Angel.
“Ia mendekat saat aku sudah berhenti bermain piano. Aku melupakan sejenak keteganganku ketika Ibu Katrina bertepuk tangan untukku.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 111)
Jika dilihat dari sudut pandang pengarang maka sudut pandang yang digunakan yakni pengarang serba tahu, karena pengarang mengetahui bagaimana jalan ceritanya.


C)    Gaya Bahasa, Nada dan Suasana
C.1)     Gaya Bahasa
Penggunaan kata-kata yang berkonotasi dalam novel atau bias disebut dengan majas.
C.1.1)    Hiperbola
Pandangan atau pernyataan yang melebih-lebihkan.
“Wah kamu langsung jadi pahlawan di kelas,” kata Hendra (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 81)
“Tapi tidak pernah terjawabkan waktu pun aku berpikir seribu kali.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 95)

C.1.2)    Sinisme
Pandangan atau pernyataan sikap yang mengejek atau memandang rendah.
“Kenapa gendut? Melihat senyummu itu rasanya aku seperti melihat seekor babi di ruangan ini,” ledek Agnes (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 130)
“Termsauk si gendut bermuka babi itu” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 142)

C.2)     Nada dan Suasana
Dalam novel ini terdapat berbagai nada yang digunakan dalam penyampaian cerita. Nada merupakan kualitas gaya penyampaian cerita pengarang kepada pembacanya.

C.2.1) Tragis
“Duka itu dimulai saat Ibu mengalami pendarahan hebat dan Ayah berada dalam kondisi yang sulit ketika dokter memberikannya dua pilihan: Pertama, aku yang pergi dari dunia ini atau Ibu yang harus merelakan nyawanya.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 11)
C.2.2)    Haru
“Tapi Nenek memang luar biasa, ia berhasil hidup menjadi orang tua tunggal bagi Ayah dan kini ia harus membuat Ayah juga sekuat Nenek.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 20)
C.2.3)    Romantis
“Tidak ada kamu di sini itu hanya membuatku sulit untuk melupakan kenangan kita.” Kata Ayah dengan wajah sedih. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 27)

C.2.4)    Religius
“Berikanlah aku mukjizat-Mu hari ini untuk membuat mereka tau bahwa kuasa-Mu sungguh besar bagi orang-orang sepertiku. (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 224)
“Akhirnya, aku menyadari segala yang terjadi dalam hidupku adalah rencana Tuhan.” (Ayah, Mengapa Aku Berbeda, 2011: 227)

D)    Penggunaan Kata
Penggunaan kata adalah pemakaian bahasa daerah atau bahasa asing yang disajikan dalam cerita. Pada novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda tidak terdapat penggunaan kata atau pemakaian bahasa daerah atau asing yang disajikan oleh pengarang.

















BAB IV
HUBUNGAN ANTAR UNSUR

          Pada bab-bab sebelumnya, penelitian unsur-unsur novel dilakukan secara terpisah satu sama lain. Hal tersebut dilakukan untuk meneliti unsur-unsur novel secara lebih detail. Akan tetapi, penelitian unsur-unsur novel tersebut diikuti dengan penelitian hubungan antar unsur novel, karena sesungguhnya unsur-unsur novel tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan saling berkaitan stu sama lain.
          Di dalam bab IV ini, keterkaitan atau hubungan antarunsur di dalam novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? ini dibahas satu-persatu, yaitu hubungan tema dengan fakta, fakta dengan fakta cerita lain, fakta cerita lain dengan sarana sastra, dan juga tema dengan sarana sastra.

A. Hubungan Tema dengan Fakta
            Tema adalah ide pokok atau gagasan utama yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Untuk menyampaikan ide atau gagasan pengarang harus menciptakan cerita yang terdiri dari berbagai peristiwa yang sesuai dengan fakta atau kenyataan yang ada di masyarakat. Fakta-fakta tersebut dapat mendukung suatu tema yang ada dalam cerita, sehingga cerita yang akan disampaikan dapat diterima oleh pembaca karena sesuai dengan kenyataan yang ada.
Tema novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? adalah perjuangan hidup seorang anak tunarungu yang sejak cacat sejak dilahirkan dalam menggapai impianya. Untuk membawa tema ini, pengarang membuat cerita mengenai seseorang yang cacat atau tunarungu tetapi tidak pernah putus asa dalam menggapai mimpinya. Dari hal itu maka pengarang mengambarkan bahwa di masyarakat banyak orang yang cacat fisiknya tetapi masih ingin tetap bertahan hidup untuk menggapai mimpinya dengan pantang menyerah dan rela berkorban demi apa yang dia sayangi. Oleh karena itu, dalam menggapai sebuah mimpi kita tidak boleh pantang menyerah, tetap semangat menjalani kehidupan dengan apa yang terjadi dalam diri kita, walaupun kita tidak sempurna kita harus tetap berjuang.





B. Hubungan Fakta dengan Fakta Cerita Lain
Fakta merupakan suatu gambaran kenyataan yang terjadi sebenar-benarnya di dalam masyarakat. Untuk menyampaikan fakta atau kenyataan yang ada dalam novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? maka kita juga harus menghubungkannya dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat kita. Dalam novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? terdapat kenyataan yang ada di masyarakat seperti, perjuangan hidup seorang yang cacat dalam menggapai mimpinya dan juga kehidupan seorang anak orang kaya yang merasa dirinya berkuasa dan berlaku seenaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. Hal tersebut digambarkan oleh Angel seorang tunarungu yang ingin membahagiakan orangtuanya agar ayahnya tidak sakit lebih parah dengan berjuang dalam kelompok musiknya dan di dalam kelompok musiknya tersebut ia selalu disiksa oleh Agnes yang merasa dirinya kaya dan hebat. Angel tidak pantang menyerah, apapun yang akan terjadi padanya ia akan tetap berjuang demi kesembuhan dan kebahagiaan ayahnya.

C. Hubungan Fakta Cerita Lain dengan Sarana Sastra
Sarana sastra merupakan aspek-aspek atau unsur-unsur yang membangun suatu cerita. Yang di dalamnya terdapat judul, sudut pandang, majas, nada dan suasana, serta penggunaan kata bahasa daerah. Dalam novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? dapat dijelaskan tentang seorang anak yang bertanya atau mencari tahu kepada Ayahnya mengapa dirinya berbeda dengan oranglain, sedangkan dirinya seorang yang cacat kenapa orang-orang lain hidup dengan keadaan normal.
Jika dilihat dari sudut pandangnya cerita novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? menjelaskan bahwa apa yang dialami oleh Angel dapat digunakan sebagai acuan agar para orang yang tidak sempurna harus selalu semangat dalam menjalani hidup dan jangan mudah menyerah dengan keadaan yang ada, syukuri apa yang ada semua merupakan rencana Tuhan. Penggunanaan bahasa atau kata-kata kiasan juga hadir dalam novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? karena pada dasarnya banyak orang-orang yang suka berkata indah agar tidak terjesan secara langsung dengan apa yang terjadi dan ini juga dimunculkan dalam cerita novel tersebut. Untuk mendukung bahasa atau kata yang digunakan harus menggunakan nada atau ekspresi yang sesuai agar apa yang ingin disampaikan jelas dan sesuai dengan maksut yang ingin dicapai agar tidak terkesan mengada-ada atau bohong. Karena setiap perkataan yang di ucapkan mempunyai maksut tersendiri sesuai dengan nada dan suasana.


D. Hubungan Tema dengan Sarana Sastra
Tema adalah ide pokok atau gagasan utama yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Untuk menyampaikan ide atau gagasan pengarang harus memperhatikan aspek-aspek yang membangun jalannya suatu cerita agar menjadi cerita yang berkualitas. Dalam sebuah tema akan memudahkan pengarang dalam memberikan judul yang sesuai dengan tema yang akan diceritakan, karena judul yang ada pada novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? sesuai dengan tema yang ingin dilukiskan pengarang di dalam cerita tersebut.
Suatu sudut pandang mempengaruhi tema yang ada, karena tema tersebut tidak akan berjalan atau dipahami oleh pembacanya. Pada novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama sebagai tokoh utama, karena temanya menceritakan Angel (aku) seorang tunarungu yang cacat sejak dilahirkan ingin menggapai mimpinya. Dalam nada dan suasana akan lebih mempertegas lagi tema yang ingin disampaikan penulis, seperti pada tema novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? yang bertema perjuangan hidup seorang tunarungu yang ingin menggapai impiannya, dalam kalimat tersebut terasa nada dan suasana yang menyedihkan dan penuh akan kejadian-kejadian yang mengharukan, karena dipertegas dengan nada dan suasana yang tepat dengan cerita yang ada pada novel tersebut.

















LAMPIRAN

Sinopsis

            Novel Ayah, Mengapa Aku Berbeda? Adalah sebuah kisah perjuangan hidup Angel, gadis cilik tunarungu yang cacat sejak dilahirkan. Ibunya meninggal ketika ia dilahirkan dan ayahnya kemudian menjadi orang tua tunggal yang merawatnya dengan tulus. Walau Angel tidak bisa mendengar apapun di dunia ini? Ayahnya berusaha membuatnya mandiri dan hidup dalam keadaan seperti anak-anak normal lainnya.
            Angel yang dianggap cacat harus berjuang keras untuk dapat diterima dalam sekolah umum. Selain itu, ia harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua orang mau menerima kehadirannya. Sekali pun harus menderita untuk mengejar pendidikan oleh hinaan dan caci maki sekitarnya, Angel tidak menyerah. Di saat bersedih, ia menemukan sesuatu dalam hidupnya. Angel memiliki bakat main piano walau mustahil baginya untuk mendengar apa yang ia mainkan sendiri.
            Kini Angel percaya, bahwa Tuhan menciptakannya ke dunia ini dengan suatu tujuan. Tujuan yang harus ia perjuangkan dengan keterbatasan fisiknya. Maka dari itu Angel ingin membuktikan kepada dunia tentang perjuangan hidupnya.
Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pieka - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger