PEMBELAJARAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 PURWOREJO DENGAN PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN



A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam materi pembelajaran bahasa yang membahas tentang menulis puisi, banyak para pengajar atau guru yang mengajarnya hanya dengan cara yang klasik,yaitu dengan cara menerangkan materi tentang cara menulis puisi lalu menyuruh siswa untuk membuat puisi tersebut sebagai tolok ukur pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru mengenai menulis puisi. Cara pengajaran tersebut tidak sepenuhnya salah,tetapi dengan cara pengajaran yang seperti itu,siswa cepat merasa bosan dan jenuh,apalagi siswa tidak ikut berperan aktif secara penuh untuk memahami cara menulis sebuah puisi yang dipelajarinya.
Dalam menyampaikan materi pelajaran khususnya materi mengenai menulis puisi, pengajar atau guru diperlukan terobosan-terobosan dalam cara pengajarannya, agar tidak memberikan kesan yang jenuh dan bosan pada siswa. Misalkan saja guru mengajar dengan metode yang berbasis PAIKEM (Pendidikan Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Dengan metode pembelajaran yang seperti itu,maka siswa akan lebih bersemangat lagi untuk belajar khususnya belajar Bahasa Indonesia. 
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimanakah strategi pembelajaran memahami menulis puisi pada siswa kelas X SMA NEGERI 6 PURWOREJO dengan pembelajaran yang menyenangkan?

C.    TUJUAN
1.      Mendeskripsikan strategi pembelajaran memahami menulis puisi pada siswa kelas X SMA NEGERI 6 PURWOREJO dengan pembelajaran yang menyenangkan.



D.    KAJIAN TEORI

1.      Pengertian Puisi

Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποι (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.
Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru
Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'. kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.
Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.
Dibeberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut
2.      Cara Menulis Puisi Dengan Baik & Benar
Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedang berada di kamar yang sunyi.” Ada pula yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi di mana saja.” Pendapat lain mengatakan “Saya bisa menulis puisi saat hati saya sedang sedih.”

Ungkapan-ungkapan di atas, hanya sebagian kecil saja pendapat orang tentang menulis puisi. Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk mengasah keterampilan menulis puisi dengan baik & Benar.

Puisi dapat ditulis berdasarkan catatan harian. Ikutilah langkah berikut ini jika Anda akan menulis puisi berdasar catatan harian:

1. Baca dan renungkan isi catatan harian yang Anda miliki!
2. Coretlah kata-kata yang tidak penting dan tambahkan katakata yang menurut Anda menarik untuk disertakan!
3. Hapuslah baris-baris yang tidak penting!
4. Atur dan urutkan kembali baris-baris yang sudah Anda pilih!
5. Bacalah kembali hasil akhir baris-baris itu!
6. Suntinglah kembali baris-baris itu sehingga menjadi barisbaris puisi
    yang menarik!

E.     PROSES PEMBELAJARAN MEMAHAMI JENIS-JENIS PARAGRAF
Berdasarkan  pengamatan praktik lapangan di SMA Negeri 6 Purworejo mengenai pembelajaran menulis puisi khususnya kelas X  banyak para pengajar menggunakan metode ceramah dan penugasan. Metode ceramah adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Sedangkan metode penugasan adalah sebuah metode yang menyuruh atau memberikan tugas saja terhadap siswa dan siswa agak lebih aktif tetapi menyebabkan kejenuhan terhadap siswa.
Dengan metode seperti ini kegiatan di kelas, siswa lebih dituntut untuk mendengarkan materi menulis puisi. Selama kegiatan pembelajaran siswa hanya diam mendengarkan ceramah yang diberikan guru. Kemudian siswa disuruh untuk membuat sebuah contoh puisi atau menjelaskan cara menulis puisi.
Untuk memberian pembelajaran yang menyenangkan yang membuat siswa lebih bersemangat dan aktif, maka harus disisipi cara pengajaran yang menyenangkan dengan model permainan. Model permainan tersebut dengan memakai teknik berantai yang menggunakan siswa sebagai media untuk pembelajaran. Setiap baris kelompok siswa yang terdiri dari 8 anak per kelompoknya,setiap anak disuruh untuk membuat satu baris puisi sesuai tema yang sudah ditentukan oleh guru yang dimulai dari depan kemudian ke belakang lalu kembali lagi ke depan dan guru juga harus menentukan waktu yang terbatas. Setelah itu, guru membacakan hasil puisi yang ditulis oleh setiap kelompok yang kemudian akan dikomentari oleh kelompok baris lainnya dan seterusnya. Dari hasil komentar para siswa tersebut,tidak kemudian dijelaskan bagus atau tidak,benar atau salahnya tetapi, guru memberikan penjelasan tentang materi cara menulis puis, dan dengan sendirinya para siswa akan mengetahui puisi mereka benar atau salah dan benar atau tidak. Tidak hanya dengan itu saja, setelah kegiatan tersebut guru juga harus memberikan evaluasi terhadap siswa,untuk mengetahui seberapa pahamkah siswa mengenai cara menulis puisi. Jadi dengan metode seperti ini keaktifan dan kekreatifan siswa lebih terasah yang dapat menyenangkan siswa dalam pelajaran. Karena dengan cara pelajaran seperti ini yang bersumber pada siswa akan lebih meningkatkan pemahaman siswa mengenai cara menulis puisi.
F.     STRATEGI PEMBELAJARAN
Strategi merupakan suatu rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (Hasan dkk, 2001:1092). Sementara itu, Pringgawidagda (2002:88) menyatakan bahwa strategi adalah suatu cara, teknik, taktik atau siasat yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang guna mencapai tujuan yang telah ditentukan. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan kegiatan merencanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu.

Alasan-alasan pendidik memilih Strategi pengajaran, yaitu dengan mempertimbangkan tujuan pengajaran, isi pelajaran, kemampuan pelajar, fasilitas yang tersedia, situasi yang ada, waktu yang tersedia, kekuatan dan kelemahan metode. Agar dalam pembelajaran jenis-jenis paragraf dapat tercapai dengan baik, maka pembelajaran harus menerapkan strategi yang relevan.
Berikut ini disajikan langkah-langkah pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X SMA Negeri 6 Purworejo sebagai berikut:
1.      Tujuan Pembelajaran
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menggunakan kompetensi dasar (kemampuan dasar) dan indikator hasil belajar sebagai ganti tujuan pembelajaran yaitu siswa mampu memahami cara menulis puisi dengan baik dan benar.
2.      Bahan Pembelajaran
Cara-cara menulis puisi dengan baik dan benar sebagai bahan ajar menulis puisi.
3.      Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi adalah dengan metode yang menyanangkan yaitu dengan memakai model permainan. Model permainan yang dipakai adalah teknik berantai yaitu dari satu siswa ke siswa lain. Selain itu pembelajarannya dari siswa untuk siswa. Jadi siswa akan lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran.
4.      Langkah-langkah Pembelajaran
a.       Persiapan
Tahap ini merupakan kegiatan yang dilakukan seorang guru sebelum melakukan pembelajaran. Guru harus memahami materi tentang cara menulis puisi yang baik dan benar secara mendalam. Sehingga dapat memberikan materi secara lancar kepada siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b.      Pendahuluan
Tahap ini merupakan tahap awal dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Tahap pendahuluan ini berisi perintah kepada siswa untuk membuat sebuah puisi. Setiap baris kelompok yang terdiri beberapa anak, setiap anak menulis satu baris puisi sesuai tema yang kemudian diteruskan ke siswa lain hingga waktu habis. Kemudian hasil contoh puisi siswa ditebak atau dikomentari oleh kelompok lain.
c.       Inti
Pada tahap inti guru memberikan materi kepada siswa mengenai cara menulis puisi yang baik dan benar. Dari penyampaian materi ini,siswa yang belum mengetahui tentang menulis puisi yang baik dan benar dengan sendirinya siswa akan mengetahui puisi yang telah dibuatnya baik atau tidak sesuai dengan cara-cara menulis puisi.


d.      Penutup
Tahap ini diisi dengan pemberian evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan pemberian tugas mengenai pembuatan puisi. Guru juga memberikan pertanyaan singkat secara lisan tentang cara-cara menulis puisi yang baik dan benar.
e.       Sumber dan Media Belajar
Buku paket Bahasa Indonesia kelas X SMA dan Lembar Kerja Siswa kelas X SMA semester I.
f.       Waktu Pembelajaran
Dalam pembelajaran ini, alokasi waktu yang digunakan adalah
2x 45 menit yang dibagi dalam satu kali pertemuan.

G.  KESIMPULAN
Demikian telah dibahas mengenai pembelajaran menulis puisi siswa kelas X SMA Negeri 6 Purworejo menggunakan teknik pembelajaran berantai, agar tercipta suasana kelas yang menyenangkan dan tidak monoton yang terpaku pada buku teks atau guru. Dengan teknik berantai siswa akan lebih senang dan bersemangat untuk belajar, karena teknik ini berpusat pada siswa saat proses pembelajaran berlangsung atau pembelajaran dari siswa ke siswa. Siswa diharapkan bisa berpartisipasi penuh aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran, karena guru di sini hanyalah berperan sebagai peranta dan fasilitator.
H.  SARAN
1.         Dengan adanya makalah penelitian ini diharapkan seorang guru mampu membelajarkan materi pelajaran khususnya menulis puisi dengan lebih menyenangkan yang mampu meningkatkan keaktifan, kekreatifan, dan semangat siswa dalam proses pembelajaran
2.         Bagi pembaca hendaknya bisa dijadikan referensi sebagai bahan acuan untuk pembelajaran  menulis puisi yang menyenangkan.
Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pieka - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger